Konsultasi Online 2
Mengingat Komentar atau halaman konsultasi online yang pertama sudah cukup panjang dan sehingga untuk di buka cukup lama atau pengunjung harus mengerakkan scrollnya ke bawah sangat panjang maka dengan ini halaman konsultasi untuk yang pertama tidak menerima keomentar atau konsultasi online lagi.
Namun sebagai kelanjutannya, jika anda semua entah anda seorang Refraksionis Optisien (RO), Praktisioner do bisang mata dan peroptikan, serta anda semua pengunjung blog ini, Jika anda punya pertanyaan atau masalah atau ingin menyampaikan pendapat, saran, dan apa saja yang berhubungan dengan topik blog ini, silakan isi komentar di bawah ini.
Mohon untuk di ingat bahwa mungkin apa yang akan anda tanyakan sudah ada di KONSULTASI ONLINE yang PERTAMA, maka silakan baca dulu halaman itu. Atau Bisa jadi apa yang akan anda tanyakan sudah pernah di bahas di blog ini dalam bentuk halaman tersendiri atau dalam artikel yang terdahulu maka silakan cari topiknya dengan mengetikan topik yang di cari di bawah ini, atau di sudut kanan atas halaman ini.
@import url(http://www.google.com/cse/api/branding.css);

Popularity: 6%
| Print artikel | Kirim ke teman (Email) |Komentar/Saran/Kritik
53 Komentar pada artikel “Konsultasi Online 2”
Ada yang ingin anda sampaikan?




wah
terima kasih sebelumnya, dan ditunggu postingannya mas
karena masih butuh banyak referensi nie tuk melengkapi SOP yang udah stengah jadi ini.
salam
Dear dokter, saya bermasalah dengan mata yakni mata merah yang jarang sekali terlihat jernih. Apakah saya kekurangan nutrisi? Apakah itu adalah akibat dari gangguan hati atau ginjal, mengingat beberapa relasi memberikan dugaan seperti itu. Hingga saat ini saya belum berani mengkonsumsi suplemen di pasar bebas sebab belum ada rekomendasi medis dari dokter. Kecuali saya berusaha mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari. Trims dari saya.
@ Harri:
Sudah di jawab di penyakit mata…. yaa…
Apakah merah mata anda mengganggu penglihatan anda?
Apa yang menyebabkan merahnya semakin parah dan apa mata merah anda itu terus menerus…
Semua perlu di lihat dulu yaaa….
Silakan datang aja ke klinik mata terdekat..
pasti ada solusinya….
Saya mau tanya ada gak ya tempat kursus/pelatihan agar bisa menggunakan alat periksa mata yang tepat dan benar?kalau ada dmana tempatnya?dan berapa lama pelatihannya?dan berapa biayanya?
@ Heru:
Yang pasti secara legal belum ada, kecuali dari perusahan optik itu sendiri.
Jadi yang ada adalah jalur pendidikan seperti ARO ( Akademi Refraksionis Optisien) masa kuliah 3 tahun atau D3 untuk biaya tergantung masing-masing kampus. Ada di Jakarta, Surabaya, Semarang, Padang, Medan
Begitulah…
Mas, mau nanya definisi dari beberapa istilah berikut :
1. Ionic Polymer
2. Efek mekanik
3. Hipotonisiti air mata
4. Debris
5. Flourecien
6. Fitting lensa kontak ke arah flatter than K
7. Inflamasi
8. Tablet Enzymatic
9. Hipoxia
10. Limbi
11. Infiltrate
12. Saline
13. Limbus
14. Dellen
15. Erosi
16. Ulserasi
17. Indentasi
18. Distorsi
Semua istilah-istilah ini ditemukan pada “komplikasi lensa kontak” situs ini..Makasih Mas..
Wow…..
banyak banget…..
Ok di cicil yaaa…
Ionic Polymer: bahan polymer untuk lensa kontak yang bersifat ionic, bahan ini mempunyai sifat meyerap kotoran, sehingga jika lensa kontak lunak berbahan ionic maka akan cepat kotor.
Efek mekanik: Efek dari gerakan, ini misal di bahas di GPC kalo gak salah, jadi kalo lensa kontak kita kotor dan dengan berkedipnya mata maka ada gesekan, nah, kalo lensanya kotor akan mengakibatkan permukaan kelopak mata kita akan kayak di amplas… tahu khan, jadi benjol-benjol nah itulah GPC.
Debris: itu kotoran, bisa dari debu dari udara atau kotoran dalam mata.
Fluorescein: Zat yang di pakai untuk periksa dengan menggunakan slit lamp, sehingga air mata yang telah di beri fluorescein itu akan berwarna hijau kekuningan. Bentuknya seperti kertas kecil.
Fitting lensa kontak ke arah flatter than K: maksudnya pemilihan base curve yang yang lebih besar dari K yang terbesar, ini panduan untuk pemasangan pada RGP.
Inflamasi: peradangan, radang
Tablet Enzymatic: tablet yang di gunakan sebagai protein removal pada perawatan lensa kontak. Biasanya di gunakan 2 minggu sekali.
Hypoksia: kekurangan oksigen, istilah yang di berikan pada penggunaan lensa kontak di mana dengan lensa kontak oksigen yang di perlukan mata kita berkurang karena terhalang oleh lensa kontak tersebut, apalagi lensa kontak yang mempunyai DK/t yang rendah.
Limbi: sama dengan limbus, batas tepi antara kornea dan konjungtiva atau sclera.
Infiltrate: bekas luka yang ada di kornea
Saline: larutan yang berfunsi untuk pembilas saja, tidak mengandung zat pembersih atau desinfektan, dan biasanya tanpa pengawet.
Limbus: sama dengan limbi
Erosi: Luka atau terkikisnya kornea bisa terjadi di ephitel kornea
Distorsi: penglihatan yang tidak fokus, tepatnya melihat lumayan jelas, namun bentuknya berubah atau meleot, kalo aberasi bentuknya tetap namun lihatnya tidak jelas atau banyak shadownya.
Untuk yang belum, saya belum menemukan kata-kata yang pas…

Mungkin ada rekan lain yang mau menjawab dan menambahkan …?
Ok deh, jadi sisanya : Hipotonisiti air mata, Dellen, Ulserasi dan Indentasi. DK/t itu apaan mas?
wah belum kelar dah tambah lagi.
tadi waktu nulis juga kepikiran, kalo dk/t bakal di tanyain lagi
DK/t itu nilai atau angka perbandingan dari sifat permeabilitas bahan atau transmibilitas bahan di bagi tebalnya.
Misal bahan itu punya DK tinggi tapi kalo lensa nya tebal maka kurang bagus juga untuk mengahntarkan oksigen…
mohon maaf , sy mau konsultasi penyakit mata yang saya derita, mata sebelah kanan sy di bulatan kornea sering terdapat bintik2 (bhs jawanya mruntus) seperti ada pasirnya seperti ada luka dengan sendirinya, tapi kadang hilang lalu muncul lagi…begitu terus dari mulai 2004 s/d sekarang sudah ke spesialis mata tapi tidak ada perubahan…..jadi hampir frustasi.Dulu sewaktu pertama ke dokter diberi salep zovirax & nevramin trus sembuh lah sekarang kumat lagi sy kasih zovirax & nevramin tdk berhasil masih ada terus muncul bintik2 tsb, sekarang ke dokter lagi di beri protagenta&lubricent sudah habis 7 dos masih belum sembuh juga gimana ya… jagi mau nangis aja ini penyakit kok aneh2, di tes penglihatan&tekanan kata dokter masih normal mohon pencerahan bagaimana yg harus saya perbuat………
Mas Ekobudi:
Kalo di lihat dari obat pertama yang di berikan maka kemungkinan adanya infeksi virus pada mata anda. Dan selanjutnya di beri obat yang sampai 7 dos itu di maskudkan untuk membentuk enviroment atau lingkungan mata yang kondusif karena kemungkinan adanya kondisi mata anda yang kering.
Namun karena masih tidak membaik maka terus terang tidak bisa di jawab dengan tanpa melihat kondisi klinisnya.
Saran nya perlu adanya obat antibiotika semacam dexamethason. Tentu harus dengan resp dokter.
Semoga cepat sembuh yaaa, kalo memungkinkan bisa ke dokter specialis mata dan minta di foto korneanya, kemudian di email ke saya untuk kondisi korneanya (tentu dengan pembesaran yang besar/cukup)
mas, bisa rekomendasikan saya ke distributor atau sales frame kacamata, sunglass, lensa kontak, MPS, dan produk optik lainnya? wah, saya masih menunggu pemeriksaan astigmatisme ke 2, lama banget, hehe..
Berapa ukuran lensa maksimum yang bisa di pakai , seperti minus, cylinder, dll.
Dan jika telah melebihi ambang batas, dengan alat apakah untuk mengukurnya.
Thanks.
Untuk alat ukur bisa sampai 20.00 Dioptri, namun untuk ukuran orang yaaa bisa berapa aja, dan itu bisa di ukur.
misal orang minus 30.00, maka trial yang di gunakan yaa -20.00 di tambah -10.00 dan seterusnya.
Kalau cylinder sampai cyl -6.00 dan itu juga bisa di jumlah dengan cylinder yang lainnya, sehingga bisa misal 8 atau 10 , namun sangat jarang sekali yang demikian.
untuk yang minus juga sangat jarang jika lewat dari 25.00.
mas, misalkan didapat hasil pemeriksaan refraksi dari auto-refraktometer sbb :
OD : -2.25 -1.50 x125
OS : -2.50 -1.00 x129
Apakah hasil di atas boleh langsung diset ke phoroptor MANUAL dan pasien langsung diuji visusnya dengan ukuran tsb?
Mas pernah bilang untuk axis tinggal diperhalus 5-10 derajat, jadi tidak perlu dilakukan uji dengan kipas astigmat lagi?
Boleh saja mas, namun langkah awal yang biasa saya lakukan adalah cek douchrome dulu, baru ke CC.

Yaaa, alat autorefraktometer sekarang dah canggih, jadi hampir di bilang dah akurat…, sehingga hanya perlu geser 5-10 derajat saja, ituuntuk penghalusan, kecuali autoref nya bermasalah , maka perlu kalibrasi dari pabriknya.
Wah, ternyata untuk test astigmatisme bagian 2 belum di kerjakan juga yaaa…
iya neh, sampai sekarang belum ditampilkan pemeriksaan astigmatisme episode 2, kapan ya kelarnya? hehe..btw blog baru ini oks banget..
mas, yang belum dibahas tinggal pemeriksaan presbiopia & strabismus
Halo Mas,
Mau nanya nih….. seputar tindakan setelah lasik…….
Mata istri saya minus 7 dan silindir 1.25 , sudah melakukan tindakan lasik 1 minggu yang lalu, tapi yang aneh berbeda dengan kesaksian dari kebanyakan pasien yang telah dilasik, 1 hari setelah di lasik mata kanan masih buram dan mata kiri terang, tertapi 3 hari kemudian mata kanan bertambah buram dan mata kiri yang tadinya terang jadi buram (untuk membaca tulisan jarak dekat misa ketika sedang bekerja di depan komputer dan membaca SMS) .
Ketika konsultasi dengan dokter katanya yang menyebabkan buram adalah kondisi mata yang kering dan belum stabil dan obat tetes diganti serta dianjurkan untuk lebih sering memakai obat tetes protagentA…..
Apakah kondisi ini normal atau sebenarnya masih ada minus yang tertinggal? (Sebab dari kesaksian pasien lainnya yang kami tanyakan setelah lasik jawabannya adalah mata mereka langsung terang….)
Terima kasih sebelumnya.
halo mas mau tanya…
mata kanan saya minus silindris 1.5,mata kiri minus 0.75(tidak silindris), saya ingin menanyakan :
1. bagaimana menyembuhkan mata minus silindris ?
2. misal tidak bisa disembuhkan, bagaimana cara agar tidak bertambah ?
saya tiap hari bekerja didepan komputer dan jarang pakai kacamata, aku pakai kalo naik motor atau mobil.
dan saya merasa mata kanan saya tambah kabur
bagaimana solusinya…
makasi sebelumnya…
Mas Anto.
Untuk menyembuhkan mat minus sampai sekarang yang di akui secara medis adalah lasik, namun karena ukuran anda masih kecil kiranya kurang begitu ideal untuk lasik, terutama mata yang kiri, karena biasanya lasik di kerjakan untuk minus di atas 1.00. Dan kalo masih di bawah -2.00 biasanya hanya untuk para calon tentara atau polisi dan sejenisnya.
Sedang cara agar tidak nambah yaa banyak faktornya, yang pasti kita akan merasa ingin tahu sustu objek yang lebih kecil tidak?, kalo yaa , sedang kita tidak melihat maka mata kita akan di paksa. Nah itu yang menyebabkan bisa tambahnya minus kita, karena adanya kebiasaan yang merangsang mata untuk bekerja lebih extra.
Sehingga kacamata mestinya di pakai terus atau paling tidak di mana kita perlu melihat tulisan atau objek yang sekiranya kurang jelas sehingga mata kita tidak di paksa.
Ada kecenderungan mata yang mempunyai ukuran lebih besar akan merasa ingin tahu jadi di paks melihat atau sebaliknya karena akhirnya nggak mau tahu jadinya nggak di pakai melihat. Nah kondisi yang kedua itu lebih bahaya karena bisa menyebabkan mata malas.
Jadi sebaiknya kacamata di pakai untuk melihat TV, baca dan melihat hal yang kuang jelas, apa aja. Dengan demikian mata ana akan difungsikan sebagaimana mestinya.
Terima kasih kembali.
mas saya mo tanya dimana bisa membeli alat pengeboran senar dan berapa harganya ! thank’s
mas mo tanya lagi nich …. apa yang digunakan untuk mewarnai lensa dan lensa yang bagaimana saja bisa diwarnai ? thank’s
tolong adakan periksa mata online, please!!!
bagaimana cara mengurangi silinder?
@ Merry:
Harga alat pengeboran sekitar 1.5 jutaan. SIlakan hubungi sdr. Handoko
Untuk mewarnai lensa itu cukup simple. Ada obat yang di larutkan ke dalam air dan prosesnya adalah air itu di panaskan terus, jadi pakai alat pemanas gitu (kayak alat untuk merebus air) terus lensa itu di celupkan di dalamnya, kalau mau full warna maka di rendam semua lensanya, tapi kalau mau gradien maka di celup sebentar dulu semua bidang lensanya, kemudian di rendam setengahnya atau dengan cara di angkat di rendam-diangkat di rendam begitu.
Lensa yang di warnai umumnya adalah jenis CR-39, namun yang kaca atau polycarbonate juga ada namun yang mengerjakan adalah pabrik besar dengan teknologi yang canggih.
Lensa CR itu di warnai sebelum di beri tahan gores dan sebelum di beri coating anti refleksi.
Begitu…., semoga membantu.
@ Cindy:
Untuk periksa mata secara online kayaknya belum bisa untuk proses koreksinya, yang mungkin bisa adalah hanya untuk mengetahui apakaah mata itu normal atau tidak. Kalu kayak begitu mungkin bisa, namun perlu banyak aturan, seperti besar huruf, jarak anda dengan monitor, jenis dan kwalitas monitor dsb…
Cara mengurangi cylinder termasuk juga cara mengurangi minus sampai sekarang hanya bias dengan di lasik (menghilangkan sekalian). Yang pasti pakailah kacamata anda secara teratur artinya dalam keadaan mata ingin melihat huruf yang kecil dan detail maka harus ada kacamata di muka, hal ini di lakukan jika tanpa kacamata anda merasa kesulitan.
mohon informasi “OPERASI MATA KATARAK GRATIS”
Apa fungsi ring (bukan mur) pada frame bor? kapan dipake ring plastik dan kapan pula dipake ring besi?makasih mas.
Dengan ring kalo kita kerasin itu sekrup lebih keset, jadi nggak muter terus.
Ring juga bisa membuat sekrup tidak cepet kendor.
Ring plastik biasa di pakai di lensa plastik dimana bor lensa di besarkan dan ring plastik biasanya ada kepala yang besar yang masuk ke dalam lubang lensa itu, agar skrup tidak langsung bergesekan dengan lensa pada lubangnya, ini agar lensa tidak mudah pecah. Posisi ada di depan lensa.
Ring metal biasa di taruh di belakang lensa fungsinya sama dengan fungsi yang pertama, dan juga pada frame bor dimana bagian akhir dari jalur skrup adalah metal, maka ring di pasang di belakang metal yang berlubang sebelum murnya.
Bisa bayangin nggak?

mas, ketika saya pergi ke optik ingin membuat kacamata baru namun maunya ukurannya sama dengan kacamata lama, mereka mengecek kacamata saya dan mengatakan bahwa ukuran kacamata saya OD : C - 3.00 x5 dan OS : C-3.00 x3, setelah kacamata jadi, saya minta teman saya pemilik optikal mengukurnya dengan lensometer, ukuran powernya tetap sama yaitu C-3.00 untuk OD dan OS, tapi axisnya yang OD menjadi 9 dan yang OS menjadi 7, kenapa bisa begitu, apakah kesalahan optik tersebut ato edgernya? dan apakah berpengaruh ke penglihatan saya?
Pagi Pak,Ramai juga blognya,cukup bagus lah buat tambahan ilmu bagi RO2 yang lainnya. Satu yang sekarang jadi pemikiran di benak saya pak. Banyak orang beranggapan RO itu identik dengan optik, benar khan. Sebenarnya saya sedih dengan masih banyak nya temen Ro yang sampai dengan saat ini masih berpikir seperti itu. Dengan ilmu yang kita punya sebenarnya banyak sekali kesempatan yang akan membuat temen temen semua lebih maju. Bagi temen 2 yang seneng mengunjungi situs ini, saya sendiri adalah RO lulusan leprindo tahun 1997,dulu saya juga pernah bergabung dengan optik melawai terakhir sebagai traineer di head office. Dan saya juga termasuk salah satu anak negara ( sebutan untuk peserta program beasiswa melawai ). Thanks to melawai. Bagaimanapun dengan ilmu yang saya dapat ini sangat banyak membuat hidup saya berubah, Saya sekarang bergabung dengan salah satu perusahaan besar di bidang hospital supplier.Bagi temen temen / dokter ( khususnya SpM ) yang membutuhkan instrument / equipment optik ataupun polimata dapat menghubungi atau e-mail ke alamat di bawah ini.
Martinus.T
Product Manager Of Opthalmology
PT. Surgika Alkesindo
e - mail : martinus@surgika.com
martinus_app@yahoo.com
mobile : 0815 86151553
Wah, terima kasih pak Martinus, telah berkunjung di blog saya. Semoga sering berkunjung di sini.
Beliau ini juga pernah bersama sama sewaktu jadi trainer, namun saya sebagai trainer panggilan.
Kayaknya pasang iklan juga yaaa…., ya udah gak papa, khan sama-sama perlu.
Sukse selalu yaaa…, ingat untuk teman lain…. silakan jangan hanya di optik, tapi bisa di rumah sakit, klinik, alkes, PNS, dll
@ Supriyanto:
Ma’af salah urutan responnya.
Wah, ini sepertinya bukan true story, tapi gak papa, dan bisa saja ini juga terjadi pada anda.
Ok…
Bukan maksud mencari siapa yang salah…. ya…
Pertama, bisa jadi saat copy kacamata yang lama benar atau bisa jadi salah. Ok kita anggap benar.
Saat order lensa dan menulis bisa jadi benar sesuai hasil copy, bisa jadi salah, Ok kita anggap benar.
Saat lay out lensa dengan pemberian titik pada lensa untuk markingnya bisa jadi benar atau bisa jadi salah. Ok kita anggap benar.
Saat edger ngeblok lensa untuk di beri pad edging bisa jadi benar lurus, bisa jadi salah. Ok kita anggap benar.
Saat lensa di edging, lensa stabil tidak berputar sedikitpun atau berputar, Ok kita anggap tidak berputar.
Saat di pasang (misal frame bulat , sehingga bisa di putar) Ok kita anggap frame bulat jadi bisa di putar, atau kalu bor berati posisi bor.
Nah, semua itu kalo kita anggap benar dan memungkin pas, TAPI ternyata axis begeser, berarti dalam perjalanan lenas dari mengcopy kacamata lama sampai lensa ke teman anda yang punya optik itu ada yang salah atau tidak pas…., Dimana?
Bisa di mana-mana.
Sebenarnya untuk edging dengan standard sekarang (yang canggih) axis bisa di buat setepat mungkin. Terus masih ada juga toleransi axis untuk cylinder terntentu, namun tabelnya saya lupa, artinya jika cyl sampai -1.00 boleh toleransi axis berapa dsb…
Jadi untuk yang profesional axis mesti pas. nah untuk kacamata yang lama, bisa jadi minta awalnya adalah axis 5 semua atau 0 semua atau 5 dan 0 atau 0 dan 5 dan terbuat seperti yang anda copy itu.
Banyak tempat yang bisa bikin salah….
Tapi secara umum untuk axis segitu (beda di bawah 5 derajat), mungkin masih bisa di terima. namun dengan nilai cyl yang besar yaaa, kadang mata gak bisa terima juga….
Ada yang berpendapat lain…?
masss….
mo tanya ada bhan ngak menganai lapisan hard coating????
oh begitu..apakah axis cylinder mata manusia bisa berubah seiring dengan usianya? apakah axis cylinder mata kiri & kanan selalu hampir sama tiap2 orang?
pak martinus…saya pandu, mantan sasro melawai, tapi sekarang sudah jadi RO, boleh juga tuh promosinya, saya skrg kerja di RS. Siloam hospital Karawaci, saya setuju dengan bapak, saya juga sedih dan ‘miris’ jika ada orang awam apalagi RO sendiri beranggapan RO identik dengan optik, seorang RO haruslah profesional supaya dihargai, kita bisa berkarya dimanapun, baik di RS Swasta, PNS, alkes, klinik, dll. memang kita akui kita bergelut bidang kacamata, tapi kita tidak sama dengan TUKANG KACAMATA, kita punya ilmu&kita punya teori. BTW, alat2 kedokteran mata apa saja yg ada ditempat pak martinus?? mungkin saya bisa bantu merekomendasikan ditempat saya bekerja. email saya : pandu.fajar@yahoo.co.id
saya perna periksa ke suatu Klinik ini hasilnya
PD
+7.00/-0.50×30
+7.00/-05.50x/70
M/L lenses
Apa maksudnya dok?, Klo beli Lensa dan Frame nya, yg lensanya Poly karbonate dan model “L” lensa model segi panjang kayak merk braun dg harga paling ekonomis ?
Sebainya pakai yg kaca apa poly YG lebih baik?
Terima kasih bayak atas perhatiannya!
Diagnosis resep adalah anda ada kelainan refraksi yaitu Hypermetropia Astigmatisme ODS. Dan masuk dalam kategori lumayan berat.
Lensa yang akan di buat juga lumayan tebal di tengah. Lensa poly memang lebih ringan, namun untuk ukuran segitu jarang tersedia, kecuali di optik besar dengan sisitem mesti di gosokkan lensa dari bahan. Lensa poly bisa lebih ringan dibanding kaca, juga tidak mudah pecah. Untuk harga saya kurang tahu.
base curve untuk orang normal berapa Mas?
lebih gede base curve 8,6 atau 8,7?
bagaimana nentuin berapa besar base curve lensa kontak yang cocok untuk pemakai soft lens?
Mas Supriyanto yang cakep!.
Orang normal itu berapa yaa KR nya? Kalo gak salah sekitar 7.80 mm, sehingga idealnya adalah BC 8.5 sampai 8.7.
Semakin gede angkanya (dalam mm) maka lebih Flat (lebih datar), Jadi 8.7 itu lebih Flat, namun dalam hal fitting belum tentu demikian karena harus di perhatikan faktor diameternya, dimana semakin besar diameternya dengan BC yang sama maka hasilnya akan lebih steep. Gitu…
Nentuin besar BC yang benar adalah dengan trial dan ntar di amati, nah sebelum itu kita ada langkah memilih trial yang benar dengan rumusan KR yang besar + 10 % nya.
Kira-kira begitu mas…
tanya lagi boz..bagaimana cara paling aman menyetel sudut temple & panthoskopic frame rimless?
Paling aman lensa nya di lepas mas.
Meskipun plastik yaaa bisa retak atau pecah, terutama jika di dalam skrup bornya tidak ada plastik dan atau ringnya.
Namun saya kadang juga gak dilepas itu lensa, namun perlu di tekan dengan ibu jari yang keras sekali di daerah sekrup dan dan lensa agar tidak ada pergerakan saat tang di putar.
Saran saya di lepas aja lensanya, meskipun agak repot…..

betul juga, mending repot daripada rugi sendiri..atau mungkin tekannya jangan pake ibu jari kali ya, pake tang aja? temple frame yg saya beli awalnya cukup ketat (kalo dilipat ke arah dalam/luar bisa terasa kencangnya), setelah dipake cukup lama, makin lama makin kendor, saya coba kencangin baut templenya, tapi bautnya tidak bisa berputar sama sekali (diam di tempat), bagaimana cara mengencangkan baut tersebut supaya templenya kencang seperti semula?
apakah ada standar industri indonesia mengenai lensa kacamata? kalo di amerika seperti ansiz80
@ Supriyanto:
Kalo sekrup di kencangin gak bisa udah mentok, tapi temple kok longgar, knapa tuh….
Caranya, buka sekrupnya
Lepas templenya
Di endpiece bagian pas untuk pertautan temple atau engselnya khan ada du lempeng pipih yang ada lubangnya untuk jalannya sekrup…
Nah, dengan tang nosepad yang pipih, tekan atau jepit dan kecilkan daerahnya yang untuk di masukin temple itu.
Ntar masukan lagi templenya memang agak seret, dan masukkan sekrupnya, pasti ok….
Kecuali….
Jika model sekrup atau engselnya pakai ring?
Kalo pakai ring dan ringnya hilang maka walaupun di kerasin sampai dolllll, gak bakalan kencang, jadi harus cari ringnya dulu…
semoga membantu…
@ Bagus:
Wah kalo standar itu kurang tahu.
Standard kita kahn biasanya SNI
Tapi untuk proses lensa biasanya ikut standar amerika dan jerman atau standar LOH,
Mohon koreksi
Mas Kastam, saya Agus RO kerja di Siloam Hospital. Saya pengen belajar FFA, ditempat saya pake Topcon Retinal Camera..ImageNet 2000.
mas kastam,mau tanya….
utk dapetin frame2grosiran yang murah dijogja dmna ya?
apa yang dimaksud dgn: faceting?
harga2 lensa sekarang berkisar brp aja?
mksh byk…
untuk grosir di jogya maaf kurang tahu, mungkin ada yang tahu…?
Faceting itu kalo gak salah yaaa proses Facet yaitu memotong atau tepatnya menghaluskan bekas potongan dengan mesin edging dengan menggunakan mesin facet.
Misal masih kebesan dikit, atau ada yang perlu di lengkungin dsb…
Untuk harga gak boleh di sebut di sini… (katanya)
Halo mas bagus,
Saya pengen sedikit berbagi ilmu untuk mas bagus dan temen semua. FFA atau Foto Fundus Angiography adalah sebuah alat untuk mendokumentasikan kondisi fundus mata manusia. Dengan alat tersebut kita bisa melihat apakah ada penyakit, malformasi dari kondisi retina , pembuluh darah dan juga syaraf. Selain itu juga sebagai panduan untuk tindakan laser, dengan melihat hasil foto dokter akan lebih mudah dalam menganalisa dan melakukan laser photocoagulation. Setiap product punya program tersendiri tapi pada umumnya prinsip penggunaaanya sama. Klo FFA yang lengkap nanti akan dilengkapi dengan program color, FFA dan juga ICG ( indocyne green ). Setiap program mempunyai tujuan yang berberda dalam penggunaanya. Tapi maaf ya sepertinya ga muat klo di bahas di sini.
Thakns for all
gini dokter,,
saya dulu pernah makai soflens tapi kok sering merah ya?
terus sekarang saya pake kaca mata lagi . mata saya minus 1. so skng klo disuruh lepas kacamata, saya gag bisa.
terus saya mau pake soflens lagi tapi takut klo mata saya bengkak lagi dok..terus gimana solusi yang baiknya…keseharian saya selalu didepan komputer lebih dari 8jam..
terima kasih dokter.saya tunggu balasannya..
Prinsip mata tidak merah terhadap pemakai lensa kontak adalah karena kurang nya oksigen yang di perlukan oleh kornea kita, sehingga jika memaki lensa kontak maka akan berkurang oksigen yang di terima oleh kornea, karena lensa kontak itu mengahalangi oksigen samapi ke mata.
Solusi jika ingin tetap memakai lensa kontak, cari lensa kontak yang disposable dengan kadar air yang tinggi, ini bertujuan agar transmisi oksigen melalui H2o yang ada dalam kandungan lensa kontak bisa mengalirkan oksigen lebih banyak.
Kalo memang ada penyebab lain di mata anda misal karena ada kemungkinan ada sensitif terhadap bensa asing termasuk lensa kontak maka tidak akan bisa pakai lensa kontak lagi, atau bisa jadi ada sensitif terhadap larutan, maka tidak bisa lagi pakai larutan jenis itu, harus ganti