<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/rss2full.xsl" type="text/xsl" media="screen"?><?xml-stylesheet href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css" type="text/css" media="screen"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">

<channel>
	<title>oPTiK oNLiNe dot iNFo</title>
	
	<link>http://optikonline.info</link>
	<description>Referensi Dunia Optik, Lasik dan Mata online dari Jakarta - Indonesia</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 05:41:36 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
	<language>en</language>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/OptikOnlineDotInfo" type="application/rss+xml" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">2239537</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://www.feedburner.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Mengukur DV (Distance Vitror) Lensa Cylinder Murni</title>
		<link>http://optikonline.info/2009/01/06/mengukur-dv-distance-vitror-lensa-cylinder-murni.html</link>
		<comments>http://optikonline.info/2009/01/06/mengukur-dv-distance-vitror-lensa-cylinder-murni.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 04:47:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kastam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<category><![CDATA[RO]]></category>

		<category><![CDATA[axis]]></category>

		<category><![CDATA[DV]]></category>

		<category><![CDATA[Fokus]]></category>

		<category><![CDATA[lensometer]]></category>

		<category><![CDATA[PD]]></category>

		<category><![CDATA[resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://optikonline.info/2009/01/06/mengukur-dv-distance-vitror-lensa-cylinder-murni.html</guid>
		<description><![CDATA[ Topik lensa memang banyak dan dalam praktek sehari-hari seorang Refraksionis Optisien yang bekerja di optik tentu tidak akan tidak pernah pegang lensa. Maksudnya?&#8230; yaaa pasti pernah pegang lensa kacamata.
Nah, ada satu hal lagi yang perlu anda perhatikan, atau mungkin anda sendiri sudah mengalami atau mungkin suatu saat akan mengalami. Cerita dalam sebuah optik ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 10px 0px 0px" src="http://tbn2.google.com/images?q=tbn:p7aWAZuUsaUahM:http://www.masternewmedia.org/images/focus-lens-Robin-Good_id2324691_size459.jpg" align="left"> Topik lensa memang banyak dan dalam praktek sehari-hari seorang Refraksionis Optisien yang bekerja di optik tentu tidak akan tidak pernah pegang lensa. Maksudnya?&#8230; yaaa pasti pernah pegang lensa kacamata.</p>
<p>Nah, ada satu hal lagi yang perlu anda perhatikan, atau mungkin anda sendiri sudah mengalami atau mungkin suatu saat akan mengalami. Cerita dalam sebuah optik ada seorang customer umur 30 an dengan badan tegap dan muka lebar datang (apa maksudnya ciri-ciri itu disebut, tentara kali), mau membuat kacamata tentunya (masak mau pesan makan), Customer itu tidak bawa resep kacamata, melainkan membawa kacamata yang lama dan ingin membuat kacamata yang baru dengan ukuran yang sama persis dengan yang di bawa sekarang. Jadi tidak usah diperiksa lagi, karena yakin masih sangat enak dan saya males untuk diperiksa, kata customer tadi.</p>
<p>Tentu buat RO hal ini malah bikin pekerjaan tambah mudah dan enak, namun harapan dan kenyataannya berbeda. Mestinya kalau ada kacamata lama, yaaa hanya tinggal copy kacamata dengan lensometer dah beres.</p>
<p><span id="more-385"></span>
<p>Tapi setelah di ukur itu lensa kacamata di dapatkan lensa itu dengan ukuran cylinder tho&#8217; nggak ada spherisnya nggak ada plusnya, besar lagi ukurannya. Ukurannya:</p>
<p>R/L: C-4.00 x 180, nah untuk bisa membuat kacamata yang baru RO ini perlu data satu lagi minimal yaitu jarak fokus kedua lensa itu atau disebut DIstance Vitror, sedikit ulasan lagi, DV itu jarak fokus lensa terpasang, sedang PD itu jarak fokus mata pasien, PD pasti dimiliki pasien, Tapi DV kacamatanya belum tentu sama dengan PD yang di minta, mengapa? banyak faktor, bisa karena pas pasang lensanya salah atau ada hal lain.</p>
<p>Nah, ternyata kacamata itu setelah di titik fokusnya DV tidak masuk akal, cuman 30 mm atau dibawah sekali dari orang tadi yang mukanya lebar dan tegap yang bisa jadi PDnya minimal 67 mm. Wah, coba di cari lagi tiu DV di geser ke sana kemari itu lensa e e&nbsp; fokusnya gak bergerak dan dimana ingin dititik di situ juga bisa, akhirnya pas di titik e e e cuman dapatnya 40mm, masih tidak masuk akal. Tahu knapa&#8230;?</p>
<p>Sebelumnya minta ma&#8217;af cerita tadi fiktif belaka, jika ada yang mempunyai karakter atau melakukan seperti itu, maka bukan berarti anda. <img src='http://optikonline.info/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ternyata dalam hal anda mesti perhatikan, bahwa lensa dengan cylinder Murni dengan Axis 180, walaupun di geser ke sejauh apapun asal arahnya horisontal maka fokusnya tidak bergerak, mengapa?</p>
<p>
<!-- Begin Google Adsense code -->
<script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "7059823571579241";
google_alternate_color = "FFFFFF";
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
google_ad_format = "336x280_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel = "";
google_ui_features = "rc:6";
google_color_border = "FCFCFC";
google_color_bg = ["FCFCFC","FCFCFC","FCFCFC"];
google_color_link = ["00acd7","0000ff","00369f"];
google_color_text = "000000";
google_color_url = "000000";
//--></script>
<script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>
<!-- End Google Adsense code -->

<p>Karena lensa C-400&#215;180, pada meredian 180 itu NOL atau plano, dimana kalau plano yaaaa fokusnya bisa di mana saja. Lain cerita jika axis 90 atau yang lain.</p>
<p>Jadi jalan keluarnya kalau mau menentukan DV pada lensa dengan ukuran cylinder Murni dengan axis 180 atau 0 maka harus diukur saja PD pasiennya atau minta kartu ukuran yang lama atau resep yang lama, atau kalau semua tidak memungkinkan misal suruhan dari jauh dan sebaginya maka buatlah DVnya pas sama dengan DV Framenya saja, karena memang juga tidak ada pengaruhnya, namun saran terakhir ini benar-benar kalo kepepet.</p>
<p>Hal ini juga akan terjadi jika anda menerima lensa dari Lab atau dari tempat pemotongan di mana anda sedang memeriksa hasil potongan dan hasil lab tersebut, jika model resepnya seperti itu maka abaikan saja.</p>
<p>Semoga bermanfaat, atau jika ada yang kurang jelas, di komentar aja yaaa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://optikonline.info/2009/01/06/mengukur-dv-distance-vitror-lensa-cylinder-murni.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Itu Lensa Polarized?</title>
		<link>http://optikonline.info/2009/01/05/apa-itu-lensa-polarized.html</link>
		<comments>http://optikonline.info/2009/01/05/apa-itu-lensa-polarized.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 02:45:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kastam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<category><![CDATA[glare]]></category>

		<category><![CDATA[kontras]]></category>

		<category><![CDATA[Polarized]]></category>

		<category><![CDATA[polaroid]]></category>

		<category><![CDATA[silau]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://optikonline.info/2009/01/05/apa-itu-lensa-polarized.html</guid>
		<description><![CDATA[ Artikel ini menjawab pertanyaan di shoutmix yang yang disamping yang ditanyakan mas Ongky, 2 januari 2009 lalu, tentang keuntungan dan kekurangan lensa polaroid, atau polarized.
Namun karena saya mau nulis sendiri kurang banyak materinya, akhirnya saya ambilkan dari www.wisegeek.com, dan ditambahin sedikit - sedikit, berikut artikelnya:
Polarized lenses are used in sunglasses to reduce glare from [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="margin: 0px 10px 0px 0px" src="http://tbn1.google.com/images?q=tbn:6bLBqU0PBm1ieM:http://www.made-in-china.com/image/2f0j00EMGaIUSnIpoQM/Polarized-Lens.jpg" alt="" align="left" /> Artikel ini menjawab pertanyaan di shoutmix yang yang disamping yang ditanyakan mas Ongky, 2 januari 2009 lalu, tentang keuntungan dan kekurangan lensa polaroid, atau polarized.</p>
<p>Namun karena saya mau nulis sendiri kurang banyak materinya, akhirnya saya ambilkan dari <a href="http://www.wisegeek.com">www.wisegeek.com</a>, dan ditambahin sedikit - sedikit, berikut artikelnya:</p>
<blockquote><p>Polarized lenses are used in sunglasses to reduce glare from reflective surfaces such as the surface of a lake or the hood of a car. They accomplish this feat through a process called polarization, much like a venetian blind controls sunlight through a window.<br />

<!-- Begin Google Adsense code -->
<script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "7059823571579241";
google_alternate_color = "FFFFFF";
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
google_ad_format = "336x280_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel = "";
google_ui_features = "rc:6";
google_color_border = "FCFCFC";
google_color_bg = ["FCFCFC","FCFCFC","FCFCFC"];
google_color_link = ["00acd7","0000ff","00369f"];
google_color_text = "000000";
google_color_url = "000000";
//--></script>
<script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>
<!-- End Google Adsense code -->
<br />
Sunlight itself is not polarized - light from the sun will either be absorbed or reflected horizontally, diagonally or vertically. The problem this causes for fishermen and drivers lies in the horizontal reflectivity. Sunlight bouncing off a horizontal surface will strike the viewer&#8217;s eyes at a similar angle. This means the glare from the surface of the water or the road or the car hood will be strong. Polarized lenses have a laminated surface containing vertical stripes. These stripes only allow vertically-polarized light to enter the wearer&#8217;s eyes. Glare is eliminated because the horizontally-polarized lightwaves cannot bypass the polarized filter.</p>
<p>Polarized lenses do not provide universal protection from glare, however. If the wearer tilts his head past 45 degrees or so, some of the horizontal light can enter and cause some bright spots. Some wearers who use polarized lenses in snowy areas may find that they lose some contrast between snow and shadows. Fishermen and drivers seem to derive the most benefit from polarized lenses because they deal with mostly horizontal surfaces. A fishermen wearing polarized sunglasses can see below the surface of the water to search for schools of fish or hidden obstacles. Drivers are no longer affected by a constant reflection of light from their hoods or the road ahead.</p>
<p>There are some limitations to the use of polarized lenses, however. Because the polarizing stripes reduce the amount of light entering the eye, polarized lenses cannot be used for regular eyewear with clear lenses. Prescription sunglasses can be tinted a very light gray to accommodate the polarized laminate, but most contact lenses cannot. Some drivers discover that polarized lenses can cause distortions in liquid crystal displays (LCDs). Onboard clocks and other instrument displays may be temporarily unreadable.</p>
<p>Both horizontally and vertically-polarized lenses are used to view three-dimensional movies. Some of the light reflected from the movie screen is vertically polarized, which means only a lens with a similar vertical laminate will receive it. The other lens only receives horizontal lightwaves. Your brain takes both of these images and combines them to create a realistic sense of depth.</p></blockquote>
<p>Sedang kalau lensa polarized itu dipakai sebagai lensa sunglass maka artikelnya ada di bawah ini:</p>
<p><span id="more-379"></span></p>
<blockquote><p>Polarized sunglasses are designed to reduce the glare from surfaces like water, snow, and glass. They can be highly useful for sports, driving, and fishing by helping the participant in these activities to see more clearly, allowing for the avoidance of potential hazards. While they may be somewhat more expensive than conventional sunglasses, some consumers prefer polarized sunglasses because they selectively block out glare, rather than making the whole field of vision dimmer, which can be dangerous in some situations.</p>
<p>Light has many interesting properties, especially when reflected from another surface. Polarized sunglasses take advantage of one of these properties, known as polarization. Normally, a light source produces waves which go in all directions. When light is bounced from a surface like glass, water, or snow, the light waves polarize, meaning that they orient along an axis, which is usually horizontally. A vertical polarizing lens can reduce the brightness of these light waves while still allowing optical information through.<br />

<!-- Begin Google Adsense code -->
<script type="text/javascript"><!--
google_ad_client = "7059823571579241";
google_alternate_color = "FFFFFF";
google_ad_width = 336;
google_ad_height = 280;
google_ad_format = "336x280_as";
google_ad_type = "text_image";
google_ad_channel = "";
google_ui_features = "rc:6";
google_color_border = "FCFCFC";
google_color_bg = ["FCFCFC","FCFCFC","FCFCFC"];
google_color_link = ["00acd7","0000ff","00369f"];
google_color_text = "000000";
google_color_url = "000000";
//--></script>
<script type="text/javascript"
  src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js">
</script>
<!-- End Google Adsense code -->
<br />
Because of their vertical polarizing orientation, polarized sunglasses are ideal for dealing with reflective glare conditions, depending on the angle. Experimentation with polarized sunglasses can yield an angle at which no light is filtered out, because the glasses are horizontally aligned along with the glare. At other angles, polarized sunglasses will filter out some or all of the glare, allowing the wearer to see with comfort and without potential eye strain. Polarized sunglasses are unfortunately not as useful when the sun is directly overhead or low to the horizon, because the angle of the reflected light waves changes from this horizontal configuration.</p>
<p>Polarized sunglasses are primarily used in situations where the wearer needs to be able to clearly see, but also needs to have dangerous glare filtered out. Glare makes vision difficult because the light hurts the eye and obscures details which may be hidden behind it. Conventional sunglasses will block out glare, but they will also block out subtle details about the wearer&#8217;s environment which may be dangerous. These polarized sunglasses designed for outdoor use usually come in a variety of configurations from very lightly tinted and mildly polarizing to heavily tinted and strongly polarizing. Some also integrate color tinting for visibility in specific conditions such as snow.</p>
<p>Some 3-D movies also use polarizing glasses. Usually one lens is horizontally polarized and the other one is vertically polarized, so that each eye sees a slightly different version of the movie screen. The eyes attempt to reconcile the two images for the brain, and the result is the illusion of a three dimensional image. Experimenters with several spare pairs of 3-D glasses lying around can play with the effects of polarization for themselves.</p></blockquote>
<p>Untuk pertanyaan tentang kelebihan dan kekurangannya sudah ada di atas, namun yang utama dari kelebihannya adalah bisa untuk mengurangi glare atau silau dan membuat penglihatan lebih tajam atau lebih kontras, ini juga sangat membantu para driver pengemudi dimana anda bisa lihat kalau sudah sang terik matahari dan berjalan di atas aspal ada seperti fatamorgana dan silau, nah dengan lensa polarized bisa minimal atau hilang.</p>
<p>Nah, kalau kekurangannya, lensa ini jarang dipasang di lensa minus, namun sekarang udah ada dan akan ada warna sekitar 10-15 % grey begitu. Juga kalau kita melihat LCD sepeprti mesin EDC yang menggunakan layar LCD atau monitor bisa membuat tampilanannya terdistrosi, beberapa orang yang pernah saya ketahui waktu dioptik dulu ada yang melihatnya jadi aneh saat berhadapan langsung dengan kaca mobil mereka yang diberi lapisan film.</p>
<p>Begitu, jika ada yang ingin diperbincangkan, disilakan di komentar yaaaa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://optikonline.info/2009/01/05/apa-itu-lensa-polarized.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pesan - Pesan Hijrah</title>
		<link>http://optikonline.info/2009/01/04/pesan-pesan-hijrah.html</link>
		<comments>http://optikonline.info/2009/01/04/pesan-pesan-hijrah.html#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2009 06:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kastam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<category><![CDATA[berat]]></category>

		<category><![CDATA[besar]]></category>

		<category><![CDATA[dekat]]></category>

		<category><![CDATA[hijrah]]></category>

		<category><![CDATA[Imam ghazali]]></category>

		<category><![CDATA[jauh]]></category>

		<category><![CDATA[murid]]></category>

		<category><![CDATA[ringan]]></category>

		<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<category><![CDATA[tajam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://optikonline.info/2009/01/04/pesan-pesan-hijrah.html</guid>
		<description><![CDATA[Menjelang Tahun Baru Hijriah yaitu 1430 H. Saya ikut pengajian Dhuha di Masjid Sunda Kelapa Jakarta, dengan pembicara kuliah Dra.Hj.Siti Maryam Ahmad, M.Pd.I. pada hari ahad sebelum tahun baru itu memberikan pengajian mengenai makna dan pesan -pesan yang terkandung dalam Hijrahnya Nabi Muhammad SAW, yang dalam keadaan sekarang bisa kita petik hikmahnya untuk juga berhjrah, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjelang Tahun Baru Hijriah yaitu 1430 H. Saya ikut pengajian Dhuha di Masjid Sunda Kelapa Jakarta, dengan pembicara kuliah Dra.Hj.Siti Maryam Ahmad, M.Pd.I. pada hari ahad sebelum tahun baru itu memberikan pengajian mengenai makna dan pesan -pesan yang terkandung dalam Hijrahnya Nabi Muhammad SAW, yang dalam keadaan sekarang bisa kita petik hikmahnya untuk juga berhjrah, namun bukan badaniahnya melainkan hijrah maknawiyahnya.</p>
<p>Ada materi yang disampaikan oleh beliau dalam kuliahnya yang diambil dari Imam Besar, ulama kondang kita yaitu Imam Ghazali. Dalam suatu kesempatan majlis dengan para muridnya, beliau menanyakan beberapa hal, dimana kelihatannya pertanyaan itu ringan saja dijawabnya, namun setelah tahu jawabannya yang diharapkan oleh beliau yang seorang sufi (maaf kalo salah) memang begitu adanya, dimana pembahasannya adalah sangat filosofis dan mendalam. Sebenarnya semua pertanyaan yang diberikan dan juga jawabannya yang diberikan sebagai koreksi atas jawabannya dari muridnya yang juga semua pandai dan dianggap benar semua, walaupun akhirnya semua jawaban murid itu masih belum tepat adalah merupakan nasehat.</p>
<p><strong>Pertanyaan pertama</strong>:</p>
<p>Apa yang paling <strong>DEKAT </strong>dengan diri kita di dunia ini?</p>
<p> <span id="more-378"></span>
<p>Seorang murid menjawab: &quot;Yang paling dekat dengan kita ialah orang tua kita&quot;. Murid yang lain menjawab: &quot;Guru&quot;, ada juga yang menjawab &quot;Sahabat&quot; dan lainnya juga menjawab : &quot;Kerabat&quot;</p>
<p>Nah, akhirnya Imam Ghazali berkata, jawaban kalian semua <strong>tidak salah,</strong> namun Yang paling dekat dengan kita adalah MATI.</p>
<p>Yaaa.., mati, siapa yang bisa menyangka kalo ketika anda sedang pergi ke suatu tempat, mungkin kita sudah dikawal oleh malaikat izrail, untuk itu jangan pergi ke tempat yang dilarang oleh agama, tentu anda tahu maksud saya. Meskipun kita tidak ingin dan tidak siap, tetap saja akan terjadi karena janji Allah bahwa setiap yang bernyawa akan mati. Hikmahnya selalulah berdzikir kepada Allah SWt dengan mengingat Allah dan mohon ampun atas segala dosa kita.</p>
<p><strong>Pertanyaan Kedua:</strong></p>
<p>Apa yang paling <strong>JAUH</strong> dari kita di dunia ini?</p>
<p>Seorang murid menjawab: &quot;Yang paling jauh dengan kita ialah Negeri Cina&quot; Mungkin memang dari dulu cina dah banyak disebut sebagai contoh juga yaaa, seperti belajarlah kamu walaupun sampai negeri cina, berarti dianggap jauh yaaa. Murid yang lain menjawab: &quot;Bulan&quot; - rupanya murid yang ini melihat bulan yang letaknya di langit yang jauh, ada juga yang menjawab &quot;Matahari&quot; dan lainnya juga menjawab : &quot;Bintang-bintang&quot;, Hampir semua murid ini mempunyai pemikiran yang sama tentang jauh menurut mereka.</p>
<p>Nah, akhirnya Imam Ghazali berkata, jawaban kalian semua <strong>tidak salah</strong>, namun Yang paling jauh dengan kita adalah MASA LALU.</p>
<p>Kenapa masa lalu?, karena masa lalu itu dah lewat dan kita tidak akan mungkin bisa melewati atau samapai padanya lagi sehingga sejauh apapun kalau tempat masih bisa kita jangkai, misal cina dengan pesawat bisa, ke bulan sudah ada, bintang sudah ada, kalau matahari&#8230;, wah ngapain matahari yaaa&#8230; bisa meleleh ha ha ha. Tapi semua itu masih bisa terukur jaraknya yang berarti suatu ketika &quot;mungkin&quot; bisa di jangkau. Jadi setelah lama kita tinggalkan masa lalu maka yang ada hanyalah semakin JAUH saja dan tidak mungkin kita temui. Ini sungguh renungan yang sangat mendalam, maka hikmah yang bisa kita ambil adalah manfaatkan hari ini sebaik-baiknya agar lebih baik dari yang kemarin. Kalau anda pengusaha optik sedang menghutung laba, maka kalau kayak saya yang bukan pedagang atau pengusaha mari menghitung - hitung apa yang telah kita lakukan, terutama amal ibadah kita.</p>
<p><strong>Pertanyaan Ketiga:</strong></p>
<p>Apa yang paling <strong>BESAR</strong> di dunia ini?</p>
<p>Seorang murid menjawab: &quot;Yang besar adalah Gunung&quot;. Murid yang lain menjawab: &quot;Gajah&quot;, ada juga yang menjawab &quot;bumi&quot;.</p>
<p>Nah, akhirnya Imam Ghazali berkata, jawaban kalian semua <strong>tidak salah,</strong> namun Yang paling Besar&#160; adalah HAWA NAFSU.</p>
<p>Memang hawa nafsu itu sangat besar bahayanya jika kita bisa mengendalikannya, oleh karena itu kita harus bisa mengendalikannya, karena contoh hawa nafsu adalah marah, begitu marah pintu setan terbuka, kalau setan lewat mata, maka akan melotot, kalau lewat mulut, maka akan mengeluarkan kata-kata kotor atau semua penghuni kebon binatang, kalau lewat tangan bisa jadi menampar atau melempar, dan sebagaianya. Ingat korupsi di negeri kita itu adalah salah satu adanya pengaruh hawa nafsu sesorang.</p>
<p><strong>Pertanyaan Keempat:</strong></p>
<p>Apa yang paling <strong>RINGAN </strong>di dunia ini?</p>
<p>Seorang murid menjawab: &quot;Yang paling ringan ialah kapas&quot;. Murid yang lain menjawab: &quot;angin&quot;, ada juga yang menjawab &quot;debu&quot; dan lainnya juga menjawab : &quot;daun kering&quot;</p>
<p>Nah, akhirnya Imam Ghazali berkata, jawaban kalian semua <strong>tidak salah,</strong> namun Yang paling ringan adalah MENINGGALKAN SHOLAT.</p>
<p>Mau contoh, misal pekerjaan kantor kita tanggung, capek dari perjalanan, ntar aja, dan semuanya akan begitu gampangnya atau ringannya untuk bisa meninggalkan kewajiban utama kita yaitu sholat. Padahal sholat itu barometer tujuan kita di akhirat nanti, karena jika sholatnya bagus maka InsyaAllah yang lain ikut bagus.</p>
<p>Ada hal yang memang udah di firmankan Allah &quot; bahwa harta dan anak-anakmui itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah lah pahala yang besar&quot;. Jangan sampai karena mengurus harta juga mengurus anak kita lupa dan meninggalkan kewajiban kita. Sudahkah anda sholat saat ini, lihat Jadwal sholat di samping kiri, klik kota anda dan cocokan dengan jam tangan anda (kalo punya) kalo nggak yaaa cocokkan dengan jam komputer anda, sudahkan masuk waktu sholat, silakan sholat dulu, ntar lanjutkan baca artikel ini, jika dah selesai sholat. Karena sholat di awal waktu masuk sholat itu lebih utama.</p>
<p>Gimana, udah pada sholat?&#160; Ok, kita lanjutkan&#8230;</p>
<p><strong>Pertanyaan Kelima:</strong></p>
<p>Apa yang paling <strong>BERAT </strong>di dunia ini?</p>
<p>Seorang murid menjawab: &quot;Yang paling berat ialah Gunung&quot;. Murid yang lain menjawab: &quot;batu&quot;, ada juga yang menjawab &quot;besi&quot; dan lainnya juga menjawab : &quot;baja&quot;</p>
<p>Nah, akhirnya Imam Ghazali berkata, jawaban kalian semua <strong>tidak salah,</strong> namun Yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAT.</p>
<p>Yaaa.., namun mungkin saat ini, di negeri ini, kalao kita lihat disepanjang jalan dan gang rumah kita sudah terpampang spanduk dimana para calon ini minta diberi amanat, yaaa anda tidak salah terka dia adalah calon DPR, dan sebagainya. Entah mereka sebenarnya tidak tahu atau pura-pura tidak tahu atau memang ingin menjalankan amanat dengan sunguh-sungguh (semoga), tapi yang pasti saat kampanye atau dalam spanduknya berpromosi dan menjanjikan sesuatu amanat kepada calon pemilihnya, dan setelah di pilih tentu harus ditepati itu janjinya. Bukankah JAnJI itu HutanG? yang akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT.</p>
<p>Nah, buat kita yang bukan calon anggota DPR dan sebagainya, tentu kita juga ada yang sebagai orang tua, yaaa khan, itu juga punya amanah, yaitu anak kita, sebagai contoh kita menyuruh anak kita sholat di masjid dan menagji sementara kita nonton sinetron, nonton bola dan sebagainya. Semoga saya diberi kekuatan untuk bisa menjaga amanah berupa 2 anak laki-laki saya.</p>
<p>E e e udah capek nulisnya, bacanya juga capek, yaaa udah ini yang terakhir yaaa&#8230;., memang begitu sih, kalo mengaji kita agak ogah dan males, tapi kalao baca yang l&quot;ain&quot;, semangat dan kalaupun dah selesai pasti bilang e e cuman segitu doang&#8230;. he he he .</p>
<p><strong>Pertanyaan Keenam atau terakhir:</strong></p>
<p>Apa yang paling <strong>TAJAM</strong> di dunia ini?</p>
<p>Kali ini sepertinya ada skenarionya sehingga Semua murid serempak menjawab: &quot;Yang paling tajam ialah PEDANG&quot;.</p>
<p>Nah, akhirnya Imam Ghazali berkata, jawaban kalian semua <strong>tidak salah,</strong> namun Yang paling tajam dengan kita adalah LIDAH MANUSIA.</p>
<p>Lidah bisa melukai seseorang dan lebih sakit dari lukanya pedang, karena lidah dalam kontek fitnah, bisa jadi tidak hanya satu orang yang terkena imbasnya, melainkan banyak orang, sehingga bisa terjadi perselisihan, permusuhan, bertengkar dan saling menyakiti. Untuk itu jika di blog ini ada kata-kata saya yang kurang atau tidak berkenan karena awalnya tulisan ini juga dari lidah e e e bukan yaaa, dari hati tapi juga bisa disampaikan lewat lidah, mohon di bukakan pintu ma&#8217;af yang sebesar-besarnya. Oleh karena itu marilah menjaga lidah kita agar tidak melukai orang lain.</p>
<p>Yaa Allah berilah kekuatan untuk menjalankan semua perintahMU dan menjauhi semua laranganMU.</p>
<p>Adakah pertanyaan yang ketujuh, kedepan dan seterusnya, silakan di komentar yaaaa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://optikonline.info/2009/01/04/pesan-pesan-hijrah.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Blog Setelah 1 Tahun</title>
		<link>http://optikonline.info/2009/01/02/evaluasi-blog-setelah-1-tahun.html</link>
		<comments>http://optikonline.info/2009/01/02/evaluasi-blog-setelah-1-tahun.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 06:59:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kastam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<category><![CDATA[blog]]></category>

		<category><![CDATA[pengunjung]]></category>

		<category><![CDATA[ramai]]></category>

		<category><![CDATA[visitor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://optikonline.info/2009/01/02/evaluasi-blog-setelah-1-tahun.html</guid>
		<description><![CDATA[Blog ini ternyata sudah 1 tahun umurnya, umur yang relatif sudah bisa dibuat evaluasi. kalau seorang bayi biasanya umur 1 tahun dah bisa berjalan, orang tuanya senag sekali dan orang disekelilingnyapun senag sekali, begitu lucunya, sejak mulai berlatih berjalan, jatuh bangun, namun tidak pernah putus asa itu anak, selalu bangun lagi walaupun nantinya akan jatuh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Blog ini ternyata sudah 1 tahun umurnya, umur yang relatif sudah bisa dibuat evaluasi. kalau seorang bayi biasanya umur 1 tahun dah bisa berjalan, orang tuanya senag sekali dan orang disekelilingnyapun senag sekali, begitu lucunya, sejak mulai berlatih berjalan, jatuh bangun, namun tidak pernah putus asa itu anak, selalu bangun lagi walaupun nantinya akan jatuh lagi.</p>
<p><a href="http://optikonline.info/wp-content/uploads/2009/01/1tahun-blog.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="228" alt="1tahun blog" src="http://optikonline.info/wp-content/uploads/2009/01/1tahun-blog-thumb.jpg" width="244" align="left" border="0"></a> Anda bisa lihat gambar disamping, ini adalah tracker yang saya pasang untuk memonitor blog tercinta saya ini, memang hampir setiap sekian bulang saya posting perkembangan blog ini, dan akhirnya setelah 1 tahun berdiri dan publish, blog ini mencapai unique visitor 4005 atau di atas 4000. Dan dari perkembangannya kita bisa lihat meskipun tidak dibuat grafik, posisinya selalu naik, kecuali pada agustus dan september dimana saya jarang posting, namun di bulan oktober juga tembus 3000 unique visitor, ingat ini unique visitor bukan page views dimana setiap satu komputer dihitung 1, eskipun buka 10 halaman akan hanya di hitung 1.</p>
<p> <span id="more-377"></span>
<p>Semoga dengan rajinnya anda berkunjung di blog ini dan saling berkomentar menambah ramainya blog ini dan semoga menjadikan blog ini satu-satunya blog indonesia yang membahas tentang mata, peroptikan dan sekitarnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://optikonline.info/2009/01/02/evaluasi-blog-setelah-1-tahun.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tahun Baru, Perilaku Baru, Saatnya Berubah</title>
		<link>http://optikonline.info/2009/01/02/tahun-baru-perilaku-baru-saatnya-berubah.html</link>
		<comments>http://optikonline.info/2009/01/02/tahun-baru-perilaku-baru-saatnya-berubah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2009 06:08:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kastam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Religius]]></category>

		<category><![CDATA[perilaku berubah]]></category>

		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://optikonline.info/2009/01/02/tahun-baru-perilaku-baru-saatnya-berubah.html</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Barang siapa yang hari ini sama saja dengan kemarin, merugilah dia. Jika hari ini lebih buruk dari kemarin, dia celaka. Dan beruntunglah bila hari ini lebih baik dari kemarin.&#8221; (Hadist)
Pesan dari hadist diatas sangat jelas, yaitu setiap hari kita harus berubah, berubah dari kebaikan ke kebaikan yang lebih baik lagi, berubah dari melalukan perbuatan dosa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>&#8220;Barang siapa yang hari ini sama saja dengan kemarin, merugilah dia. Jika hari ini lebih buruk dari kemarin, dia celaka. Dan beruntunglah bila hari ini lebih baik dari kemarin.&#8221;</em></strong> (Hadist)</p>
<p>Pesan dari hadist diatas sangat jelas, yaitu setiap hari kita harus berubah, berubah dari kebaikan ke kebaikan yang lebih baik lagi, berubah dari melalukan perbuatan dosa ke perbuatan baik. Seberapa besar perubahan yang dilakukan disitulah letaknya kualitas iman seseorang. Yang paling penting harus selalu ada perubahan, sekecil apapun bentuknya.<br />Perubahan yang kita alami tentunya melalui banyak peran dan media. Mungkin melalui kajian buku-buku, melalui media elektonik, melalui koran dan majalah, atau langsung dari para ulama dan ustadz, atau mungkin juga orang-orang biasa disekitar kita sehari-hari. Untuk itulah kita patut bersyukur dan bertekad untuk menjadi bagian dari mereka, menyampaikan pesan agama ini kepada siapa saja walau hanya satu kalimat atau satu ayat.</p>
<p><strong><em>Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.</em></strong> [QS. 103:1-3]</p>
<p><span id="more-374"></span>
<p>Sangat jelas dari ayat-ayat diatas, bahwa setiap manusia, bukan hanya para ulama, harus saling nasehat menasihati apabila ingin terhindar dari kerugian. Nasehat bisa berbentuk pesan kata-kata, tulisan, keteladanan dsb. Dan perbuatan ini tidak hanya sebatas pernah dilakukan, tetapi harus menjadi kebiasaan yang terus menerus dijalani seumur hidup. Apabila berhenti melakukannya, maka kita jatuh kembali berada dalam kerugian.Peran yang kita ambil, tentunya disesuaikan dengan kondisi atau kedudukan kita dalam kehidupan ini, sehingga tidak ada alasan bahwa tidak mampu melakoninya. </p>
<p>Barangkali anda pernah ke Mekah atau Madina atau mendengar, di dalam mesjid Al haram dan Nabawi, banyak jamaah yang mengantar air zamzam dalam gelas kecil kepada orang-orang yang sedang tawaf atau itikaf, atau membagi-bagi mushaf quran untuk dibaca, atau bagaimana para penjaga mesjid merapikan sandal dan sepatu orang yang sedang shalat, seperti di mesjidnya Aa Gym. Semua mereka lakukan dengan suka rela. Bukankah membantu orang yang sedang melakukan kebaikan akan terimbas juga berkah dan pahalanya kepada kita?</p>
<p>Pembaca yang budiman, mungkin masih ada yang bingung peran apa yang akan diambilnya. Kalau demikian ayo jangan buang-buang waktu, mari kita memperbanyak <strong><em>serial buletin ini,</em></strong> satu dua lembar, untuk diberikan ke teman, tetangga, mesjid, kantor, atau kemana saja, siapa tahu melalui usaha kita, ada orang-orang yang merasa putus asa bangkit kembali. </p>
<p>Orang yang putus hubungan tersambung kembali. Hati yang beku kembali melunak. Hati yang lalai ingat kembali kepada Sang Maha Kekasih. Saudaraku, pergantian tahun hijriah yang lalu, mungkin telah mambawa perubahan kepada kita, tetapi pergantian tahun ini harus lebih bermakna lagi. Targetkanlah bahwa pergantian tahun depan tidak akan menyapa kita lagi. Kita perlu amal pamungkas (khusunul khatimah)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://optikonline.info/2009/01/02/tahun-baru-perilaku-baru-saatnya-berubah.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Mengukur Pupil Distance (PD)</title>
		<link>http://optikonline.info/2009/01/01/cara-mengukur-pupil-distance-pd.html</link>
		<comments>http://optikonline.info/2009/01/01/cara-mengukur-pupil-distance-pd.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 08:13:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kastam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Mata]]></category>

		<category><![CDATA[RO]]></category>

		<category><![CDATA[Kornea]]></category>

		<category><![CDATA[limbus]]></category>

		<category><![CDATA[PD]]></category>

		<category><![CDATA[PD Rule]]></category>

		<category><![CDATA[Pupil]]></category>

		<category><![CDATA[Pupil Distance]]></category>

		<category><![CDATA[reflek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://optikonline.info/2009/01/01/cara-mengukur-pupil-distance-pd.html</guid>
		<description><![CDATA[Selamat Tahun Baru 1430 H dan 2009 M, wah saya tanggal 1 Januari 2009 tidak ada yang online di blog saya, e e malah ada pertanyaan dari Sdri. Ucha yang sedang Coass stase mata, katanya. Menanyakan tentang pengukuran PD. Yang bingung cara mengukur PD, untuk saya jawab lewat postingan aja, karena sepertinya pertanyaannya banyak, meskipoun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat Tahun Baru 1430 H dan 2009 M, wah saya tanggal 1 Januari 2009 tidak ada yang online di blog saya, e e malah ada pertanyaan dari Sdri. Ucha yang sedang Coass stase mata, katanya. Menanyakan tentang <a href="http://optikonline.info/2008/04/29/apa-itu-pd-dan-mpd.html#comment-812">pengukuran PD</a>. Yang bingung cara mengukur PD, untuk saya jawab lewat postingan aja, karena sepertinya pertanyaannya banyak, meskipoun pada artikel itu sudah saya bahas panjang lebar (kata M&#8217; Aprilia), tapi memang masih ada yang kurang.</p>
<p>OK, kalau kita mengukur menggunakan PD Rule atau penggaris maka kita perlu bantuan sinar terutama pada kondisi pasien dimana iris pada matanya relatif gelap. Sinar di sini diperlukan untuk mendapatkan reflek dari retina yang bisa kita lihat di kornea. Kalau kita ukur dengan kira-kira di tengah pupil kemungkinan tidak pas benar sebagai reflek dari retina, karena seperti yang pernah saya sampaikan bahwa reflek retina itu tidak selalu pas di tengah.</p>
<p>Hal yang perlu diperhatikan saat mengukur PD dengan PD Rule adalah:</p>
<p> <span id="more-373"></span>
<ul>
<li>Usahakan posisi pasien dan pemeriksa sejajar, baik secara horisontal maupun secara vertikal, tinggi pasien dan pemeriksa harus sama. </li>
<li>Gunakan senter atau sumber cahaya yang cukup terang </li>
<li>Sebagaimana pertanyaan M&#8217; Ucha, berapa jarak pasien dan pemeriksa, jaraknya adalah senyaman kita artinya sepanjang tangan kita bisa menjangkau atau sampai di muka pasien dengan membawa PD Rule itu. </li>
<li>Berikan cahaya ke mata pasien, namun jangan dari arah lurus mata pasien, namundari arah tengah sedikit ke atas atau ke bawah, dan yang harus diperhatikan adalah pandangan pasien, jangan melihat sumber cahaya itu, karena jarak itu dianggap jarak dekat yang akan mempengaruhi jarak PDnya, sehingga suruh pasien melihat jarak jauh di belakang kita atau, </li>
<li>Pegang lampu senter dengan tangan kiri, sementara tangan kanan kita memegang PD Rule </li>
<li>Posisikan angka nol di salah satu mata pasien misal mata kanan pasien, sementara pasien di suruh melihat di belakang kita yang berjarak jauh </li>
<li>Dengan melihat reflek pada mata kanan dan kiri pasien secara bergantian dan cepat, silakan dibaca skala pada PD Rule tersebut, angka yang didapat itulah PD Jauhnya. </li>
<li>Untuk PD dekatnya pasien suruh lihat hidung kita atau pegang lampu di depan kita dan pasein melihat lampu itu, maka PD yang kita ukur akan sebagai PD dekat. </li>
</ul>
<p><a href="http://optikonline.info/wp-content/uploads/2009/01/pd.gif"><img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-right-width: 0px" height="104" alt="pd" src="http://optikonline.info/wp-content/uploads/2009/01/pd-thumb.gif" width="204" align="left" border="0" /></a> Jadi yang di ukur adalah jarak sinar yang jatuh, bukan jarak pupil nya. Dikatakan M&#8217; Ucha bahwa pernah dengar bahwa mengukur PD dengan mengukur bagian lateral salah satu kornea matanya&#160; dan bagian medial mata yang lainnya, apa itu benar?</p>
<p>Mungkin yang dimaksud adalah cara pengukuran limbus to limbus, itu juga bisa, yaitu caranya menempatkan skala nol pada limbus mata kanan bagian lateral, kemudian membaca skala PD rule yang di mata kiri pada posisi limbus bagian medial atau nasal. Atau sebaliknya untuk mata kanan menempatkan skala nol pada limbus nasal atau medial dan membaca skala lainya pada limbus bagian lateral atau temporal. Dan cara ini juga benar, jadi bisa juga dilakukan. namun demikian untuk tingkat ketelitian dan kestabilan posisi mata pasien pengukuran dengan cara di atas masih ada kelemahan, karena bisa jadi saat kita membaca skala pada yang kiri atau pada angka besarnya, titik point yang nol tidak tepat karena pasien bergerak matanya, nah untuk itu perlu keahlian khusus artinya baca dengan cepat dan lakukan tidak hanya sekali namun minimal 3 kali, jika hasil beda cari rata-ratanya.</p>
<p>Jadi yang paling bagus adalah dengan menggunakan Pupilometer Digital, kalau gak punya, yaaa gunakan cara diatas saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://optikonline.info/2009/01/01/cara-mengukur-pupil-distance-pd.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tebalkah Lensa Kacamata Saya?</title>
		<link>http://optikonline.info/2008/12/31/tebalkah-lensa-kacamata-saya.html</link>
		<comments>http://optikonline.info/2008/12/31/tebalkah-lensa-kacamata-saya.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 05:19:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kastam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<category><![CDATA[axis]]></category>

		<category><![CDATA[frame]]></category>

		<category><![CDATA[index]]></category>

		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>

		<category><![CDATA[Minus]]></category>

		<category><![CDATA[nasal]]></category>

		<category><![CDATA[PD]]></category>

		<category><![CDATA[spheris]]></category>

		<category><![CDATA[tebal]]></category>

		<category><![CDATA[temporal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://optikonline.info/2008/12/31/tebalkah-lensa-kacamata-saya.html</guid>
		<description><![CDATA[Di lihat dari judul ini, kelihatannya pertanyaan ini muncul dari customer. Memang, karena kalau seorang Ro atau praktisi paling tidak bisa memberi gambaran apakah lensa yang akan dipesan nanti bisa tipis atau malah lebih tebal.
Topik ini berawal dari seorang customer yang akan membuat kacamata baru&#160; untuk saudaranya dengan membawa resep dari dokter. Kacamata yang di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di lihat dari judul ini, kelihatannya pertanyaan ini muncul dari customer. Memang, karena kalau seorang Ro atau praktisi paling tidak bisa memberi gambaran apakah lensa yang akan dipesan nanti bisa tipis atau malah lebih tebal.</p>
<p>Topik ini berawal dari seorang customer yang akan membuat kacamata baru&#160; untuk saudaranya dengan membawa resep dari dokter. Kacamata yang di pakai oleh customer itu terlihat tipis dan harapannya kacamata milik saudaranya yang akan dibuat itu bisa tipis kayak miliknya.</p>
<p>Kemudian sedikit petugas itu menceritakan secara teknis perihal sebuah lensa jika dipasang pada sebuah&#160; bingkai, apakah nanti terlihat tebal atau tidak.</p>
<p>Tebal atau tipis sebenarnya adalah relatif artinya, bagi sebagaian orang yang mempunyai ukuran tinggi, tebal pada kacamatanya adalah biasa, namun bagi sebagian yang lain adalah hal yang menakutkan.</p>
<p>Kita samakan persepsi dalam pembahasan di sini, adalah lensa minus, baik ada cylinder atau tidak, tebal yang di maskud adalah bagian temporal atau pinggir. Beberapa hal yang mempengaruhi tebal tidaknya lensa adalah:</p>
<ul>
<li>Besarnya ukuran atau resep </li>
<li>Besarnya bingkai atau frame </li>
<li>Jarak pupil Distance </li>
<li>Jenis Lensa </li>
<li>Bentuk bingkai atau frame </li>
<li>Ada lagi&#8230; ? </li>
</ul>
<p>Baiklah, kita kupas satu persatu yaaaa, (rupanya RO ini sangat tahu teknik lensa sehingga menjelaskan lensa dengan begitu banyaknya, dan si customer mau mendengarkan dengan sabar). Begini penjelasannya.</p>
<p> <span id="more-370"></span>
<p><strong>Besar kecilnya ukuran atau Resep.</strong></p>
<p>Ini sangat masuk akal karena semakin besar ukuran resep kacamata maka untuk lensa minus akan lebih tebal bagian pinggirnya, ingat sifat lensa minus yang udah pernah saya bahas di postingan terdahulu. Permasalahan yang mungkin muncul adalah adanya sebuah resep dengan hanya beda sedikit namun bisa menimbulkan perbedaan yang besar. Perhatikan resep berikut:</p>
<p>OD: -5.00 C-2.00&#215;180</p>
<p>OS: -5.00 C-2.00&#215;90</p>
<p>Meskipun resep ini mungkin bisa saja tidak ada, namun untuk contoh saja agar pemahaman lebih mengena. Menurut anda jika lensa itu di pasang di bingkai yang sama, dengan jarak PD yang sama, apakah sama Tebalnya pada bagian temporalnya?</p>
<p>Sekilas mungkin anda akan menjawab YAAAA&#8230;, memang kelihatannya sama. Misal ODS: -5.00 C-2.00&#215;180, maka lensa ini akan mempunyai tebal yang sama antara OD dan OS. Namun untuk lensa contoh di atas dimana ada perbedaan axis yang tegak lurus dan hal ini akan mengakibatkan tebal lensa di bagian temporal atau pinggir adalah BEDA. Perhatikan pada OD axisnya 180, berarti kekuatan lensa pada arah 180 di mana ini ada pada garis lurus dan pas di bagian temporal atau pinggir adalah S-5.00 D (ingat tentang pembahasan lensa terdahulu), sedang pada bagian axis 90 adalah S -7.00 D, berasal dari -5.00 + (-2.00) = S -7.00 D, tapi ada pada posisi 90, dimana jarak sebuah bingkai secara vertikal itu lebih kecil daripada hosrisontalnya, sehingga jarak titik fokus ke tapi lebih pendek juga, yang berakibat lebih tipis. Ok, inti di sini adalah pada&#160; <strong>180 ukurannya S -5.00 D</strong>.</p>
<p>Perhatikan lensa OS, dimana pada posisi 90 atau vertikal powernya adalah -5.00 D, sedang pada posisi tegak lurusnya yaitu <strong>180 adalah -7.00 D</strong>, penjelasannya seperti di atas.</p>
<p>Kesimpulannya adalah OS akan lebih TEBAL dibanding OD, karena pada posisi horisontal atau 180 power <strong>OS :S -7.00 D</strong>, sedang&#160; posisi 180 pada <strong>OD : S -5.00 D</strong>.</p>
<p><strong>Jenis Lensa</strong> </p>
<p>Jenis lensa paling utama mempengaruhi tebal atau tipisnya lensa, lensa plastik akan lebih tebal di banding lensa kaca (pada umumnya), hal ini dikarenakan index bias lensa itu dan tebal lensa tengah lensa plastik. Lensa akan terlihat tipis jika punya index yang lebih tinggi dan CT atau tebal tengah bisa dibuat setipis mungkin.</p>
<p><strong>Besarnya bingkai atau frame </strong></p>
<p>Untuk besarnya bingkai atau frame ini mudah dipahami, karena semakin besar bingkai maka lensa yang di pakai semakin besar, dimana lensa minus pada bagian pinggirnya adalah tertebal, dan jika di pasang di bigkai yang besar maka hasilnya akan tebal pula.</p>
<p><strong>Jarak pupil Distance </strong></p>
<p>Mengapa jarak PD mempengaruhi tebal lensa terpasang?, Tentu, lensa minus semakin ke pinggir semakin tebal, sedang lensa dipasang mengikuti jarak PD untuk penempatan OC atau center lensa atau fokus lensa sehingga berhimpit dengan posisi pupil. Jika jarak PD semakin lebar atau besar maka jarak OC lensa ke tepi lensa terpasang akan lebih pendek, sehingga hasilnya akan lebih tipis, karena bagian tengah lensa minus adalah tertipis.</p>
<p><strong>Bentuk bingkai atau frame </strong></p>
<p>Bentuk Frame juga mempengaruhi tebal lensa, antar bulat dan panjang atau kotak akan beda, jika bulat atau elipse maka bagian yang biasa ditempati tebalnya lensa yaitu dibagian luar bawah, akan terbuang, dibanding dengan kotak, dimana sudut bagian bawah luar adalah jarak terjauh dengan OC atau titik fokus lensa terpasang.</p>
<p><strong>Ada lagi&#8230;?</strong></p>
<p><strong>Silakan tambahkan di komentar yaaaa&#8230;.</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://optikonline.info/2008/12/31/tebalkah-lensa-kacamata-saya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Ukuran Lensa Cylinder</title>
		<link>http://optikonline.info/2008/12/30/mencari-ukuran-lensa-cylinder.html</link>
		<comments>http://optikonline.info/2008/12/30/mencari-ukuran-lensa-cylinder.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 16:59:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kastam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<category><![CDATA[axis]]></category>

		<category><![CDATA[cylinder]]></category>

		<category><![CDATA[lensometer]]></category>

		<category><![CDATA[meredian]]></category>

		<category><![CDATA[obyek]]></category>

		<category><![CDATA[searah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://optikonline.info/2008/12/30/mencari-ukuran-lensa-cylinder.html</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung artikel sebelumnya bahwa untuk mencari lensa spheris pada lensa kacamata, dimana kita tidak mempunyai lensometer, maka kita bisa mengukur lensa dengan bantuan trial lensa dan obyek palang.
Nah, sekarang alat itu masih kita pakai lagi untuk mengukur lensa cylinder. Namun tentu caranya lebih komplek, mesti disimak dengan seksama.
Kelihatannya teknik ini di jaman sekarang yaa udah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung artikel sebelumnya bahwa untuk mencari lensa spheris pada lensa kacamata, dimana kita tidak mempunyai lensometer, maka kita bisa mengukur lensa dengan bantuan trial lensa dan obyek palang.</p>
<p>Nah, sekarang alat itu masih kita pakai lagi untuk mengukur lensa cylinder. Namun tentu caranya lebih komplek, mesti disimak dengan seksama.</p>
<p>Kelihatannya teknik ini di jaman sekarang yaa udah gak mungkin lagi, karena hampir setiap optik udah punya alat lensometer, ini juga untuk saya sampaikan pada posting sebelumnya. Namun, bisa jadi ada aja hal yang tidak kita duga bisa mengakibatkan teknik ini harus terpaksa digunakan. Apa yang mengakibatkan kita dipaksa untuk menggunakannya, misal, listrik mati, bagi yang menggunakan baterai, baterainya habis tiba-tiba, atau lampunya mati mendadak, atau rusak mendadak dan sebagainya&#8230; sisanya pikir sendiri yaaa, pokoknya alat tidak bisa dipakai lagi.</p>
<p>Ok, let&#8217;s practice&#8230;</p>
<p>Alat yang di pakai sama dengan yang lalu. Dan saat ini kita menganggap lensa kacamatanya adalah cylinder. Tentu dengan teknik yang pernah kita bahas.</p>
<p> <span id="more-369"></span>
<ol>
<li>Langkah pertama, kita cari meredian terkuat dan tegak lurusnya, caranya arahkan lensa ke obyek garis palang itu dengan posisi ada bagian garis palang yang berada di dalam lensa dan ada garis palang yang ada di dalam lensa kacamata itu. Gimana bingung? Atau anda bisa menggunakan tepi tiang dimana tiang itu lurus rapi rata, Nah, terawanglah lensa itu ke arah tiang itu.</li>
<li>Perhatikan dengan posisi kacamta lurus secara horisontal apakah bayangan tiang yang ada di dalam lensa itu menyambung lurus dengan tiang aslinya (yang dilihat dari luar lensa kacamta)?</li>
<li>Jika yaaa, maka salah satu meredian lensa itu adalah 90 derajat, dan tegak lurusnya adalah 180 derajat. Selanjutnya kita tinggal menghitung kekuatan masing-masing.</li>
<li><a href="http://optikonline.info/wp-content/uploads/2008/12/cylinder.gif"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 0px 0px 10px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="104" alt="cylinder" src="http://optikonline.info/wp-content/uploads/2008/12/cylinder-thumb.gif" width="104" align="right" border="0" /></a>&#160; Andai ternyata garis tiang atau obyek kita itu tidak segaris, berarti meredian atau axis yang akan di dapat ada pada arah itu. Nah, perhatikan ini contoh untuk lensa kanan, 0 derajat itu ada di posisi dekat hidung atau nasal dan 180 ada di temporal, sebaliknya untuk lensa kiri. </li>
<li>Untuk obyek yang terlihat disamping itu maka jika itu lensa kanan, maka axis atau meredian itu tidak berada di 90 atau 180, misal 60 derajat, anda bisa menggunakan garis busur atau di buat axis garis.</li>
<li>Putar lensa itu sehingga garis tiang atau obyek menjadi lurus antara bayangan dalam lensa dan objek asli diluar lensa, dan garislah dengan spidol, untuk selanjutnya bisa kita lihat axisnya.</li>
<li>Ok, untuk memudahkan kita, kita anggap meredian lensa itu 90 dan 180 derajat.</li>
<li>Dengan obyek palang itu, kita gerakkan lensa ke arah atas dan bawah atau arah 90 derajat, ingat sifat lensa spheris, nah untuk mencari ukuran lensa cylinder itu sama dengan lensa spheris tapi di lakukan 2 kali, yaitu arah meredian dan meredian satunya lagi.</li>
<li>Gerakkan ke arah atas atau 90 derajat, jika arahnya mengikuti gerakan kita maka lensa arah itu adalah minus, maka langkah selanjutnya adalah menetralisasikan seperti pada posting sebelumnya, misal ternyata bayangan objek itu searah, maka berikan lensa plus, sampai tidak ada gerakan lagi. Misal ketemunya adalah S+2.00 D, maka lensa arah 90 adalah S-2.00 D</li>
<li>Selanjutnya kita ukur/netralkan&#160; pada lensa dengan arah horisontal atau 180 derajat sebagai tegak lurusnya 90 derajat. Misal arah bayangan itu juga searah dan beri lensa netralnya, misalnya sampai netral adalah S+3.00. Maka lensa itu pada arah 180 adalah S-3.00 D</li>
<li>Sekarang kita udah punya dua ukuran pada meredian yang saling tegak lurus, selanjutnya kita pakai rumus untuk menentukan kekuatan lensa pada meredian, BUKAN pada lensometer, dimana kalau pada meredian punya aturan:</li>
<ul>
<li>Spheris adalah aljabar terbesar</li>
<li>Cylinder dengan tanda -, selisih dari kedua kekuatan pada meredian itu</li>
<li>Axis terletak pada aljabar terbesar</li>
<li>Sehingga kekuatan lensa itu adalah S-2.00 C-1.00 x 90</li>
</ul>
</ol>
<p>OK, selesai sudah, gampang&#8230;.</p>
<p>Mungkin ada bahasa yang mbulet, silakan tanyakan di komentar yaaa, dan mungikin juga ada yang perlu di koreksi. Semoga bermanfaat&#8230; AMin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://optikonline.info/2008/12/30/mencari-ukuran-lensa-cylinder.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Ukuran Lensa Spheris</title>
		<link>http://optikonline.info/2008/12/30/mencari-ukuran-lensa-spheris.html</link>
		<comments>http://optikonline.info/2008/12/30/mencari-ukuran-lensa-spheris.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 13:46:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kastam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lensa]]></category>

		<category><![CDATA[berlawanan]]></category>

		<category><![CDATA[cylinder]]></category>

		<category><![CDATA[gerakan]]></category>

		<category><![CDATA[Minus]]></category>

		<category><![CDATA[normal]]></category>

		<category><![CDATA[Plus]]></category>

		<category><![CDATA[resep]]></category>

		<category><![CDATA[searah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://optikonline.info/2008/12/30/mencari-ukuran-lensa-spheris.html</guid>
		<description><![CDATA[Mencari ukuran sebuah lensa sangat penting dalam proses pemeriksaan refraksi ataupun jika anda ingin membuta lensa dan pasien menginginkan ukuran yang akan dibuat itu sama persis dengan kacamata lamanya.
Tentu tidak ada masalah jika kita mempunyai alat untuk mengukur kekuatan lensa yaitu lensometer atau lensmeter. Namun buat anda atau saya :D, yang tidak mempunyai lensometer maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencari ukuran sebuah lensa sangat penting dalam proses pemeriksaan refraksi ataupun jika anda ingin membuta lensa dan pasien menginginkan ukuran yang akan dibuat itu sama persis dengan kacamata lamanya.</p>
<p>Tentu tidak ada masalah jika kita mempunyai alat untuk mengukur kekuatan lensa yaitu lensometer atau lensmeter. Namun buat anda atau saya :D, yang tidak mempunyai lensometer maka harus melakukan beberapa hal, misal:</p>
<ul>
<li>Menanyakan ke pasiennya, berapa ukurannya</li>
<li>Menanyakan resep lama atau kartu ukuran atau kartu garansi lensa, yang biasanya ada data ukurannya</li>
<li>Mencari atau mengukur sendiri dengan cara khusus.</li>
</ul>
<p>Nah, untuk point 1 dan 2 jika pasien ingat atau punya, maka jika tidak ingat atau tidak punya kartu ukurannya, kita harus bisa mengetahui ukuran kacamata itu.</p>
<p>Dalam kasus ini saya ingin memberikan tips bagaimana cara mengetahui ukuran suatu lensa kacamata dan khususnya pada tahap pertama ini adalah lensa spheris saja dan selanjutnya pada lain kesempatan mungkin lensa cylinder. Ok, kita mulai yaaaa..</p>
<p>Yang anda harus tahu dulu adalah sifat lensa Spheris, jika lensa itu minus maka bayangan yang ada akan bergerak mengikuti arah gerakan lensa kita, sebaliknya jika lensa itu plus maka bayangan yang ada akan bergerak berlawanan arah dengan arah gerakan lensa. Untuk lensa normal maka bayangan yang ada tidak akan bergerak kemanapun, alias tetap. </p>
<p>Sementara bagaimana kita tahu bahwa lensa itu hanya spheris saja atau ada cylindernya?</p>
<p>Dengan alat sederhana di bawah ini maka kita bisa tahu apakah lensa itu spheris saja atau ada cylindernya, yaitu dengan gerakan memutar, jika lensa diputar maka obyek palang akan ikut bergerak seperti menggunting atau meleot (apa itu?), selanjutnya akan di bahas pada lensa cylinder yaaa&#8230;.</p>
<p> <span id="more-366"></span>
<p>Paham khan. Ok, kita praktekkan yaaa&#8230;</p>
<p>Alat yang kita perlukan adalah:</p>
<ul>
<li>Trial lensa</li>
<li>Obyek palang, buat palang di kertas putih dengan spidol hitam, seperti gambar di bawah.</li>
</ul>
<p>&#160;</p>
<p><a href="http://optikonline.info/wp-content/uploads/2008/12/palang.gif"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; margin: 0px 10px 0px 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="94" alt="palang" src="http://optikonline.info/wp-content/uploads/2008/12/palang-thumb.gif" width="94" align="left" border="0" /></a>Kita mulai dengan mengukur lensa kanan, kita arahkan lensa itu ke obyek palang yang kita buat, kita lihat dari arah dalam lensa, dan mulai gerakkan perlahan, ke kanan dan ke kiri, jika bayangan obyek itu mengikuti gerakan lensa kita maka lensa itu minus, Jika bayangan obyek itu berlawanan arah dengan gerakan kita maka lensa itu plus.</p>
<p>OK, kita anggap bayangan obyek&#160; itu bergerak searah dengan arah gerakan lensa kita, maka kesimpulannnya adalah lensa itu MINUS.</p>
<p>Selanjutnya MINUS berapa?</p>
<p>Kita ambil lensa plus di trial lensa kita, tempelkan di depan lensa kacamata pasien itu dan gerakan lagi, ukurannya yang kita ambil kalau bisa yang mendekati, yaaa kira - kira lah, misal +1.00 D, Kita gerakkan ke kanan dan ke kiri pelan-pelan, bagaimana bayangan obyek palang itu, Jika masih mengikuti arah gerakan kita maka masih ada sisa minusnya, maka ganti dengan ukuran plus yang lebih besar, misal +1.50 dan seterusnya.</p>
<p>Nah, kapan hasilnya bisa di katakan pas?, Kita ketahui jika ukurannya Pas jika obyek palang itu TIDAK BERGERAK sama sekali, jika lensa kacamata dan trial yang kita tempelkan itu kita gerakkan. Misal lensa yang kita tempelkan adalah lensa +2.00 D, maka ukuran lensa kacamata pasien itu adalah S - 2.00 D.</p>
<p>Ingat lensa yang kita pakai untuk menetralkan adalah S+2.00, maka lensa kacamata pasien itu adalah S -2.00 D. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://optikonline.info/2008/12/30/mencari-ukuran-lensa-spheris.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lowongan RO di Kebon Jeruk dan Rawamangun</title>
		<link>http://optikonline.info/2008/12/24/lowongan-ro-di-kebon-jeruk-dan-rawamangun.html</link>
		<comments>http://optikonline.info/2008/12/24/lowongan-ro-di-kebon-jeruk-dan-rawamangun.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 04:07:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Kastam</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lowongan Kerja]]></category>

		<category><![CDATA[RO]]></category>

		<category><![CDATA[Lowongan]]></category>

		<category><![CDATA[Optik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://optikonline.info/?p=355</guid>
		<description><![CDATA[Rekan RO atau anda yang pernah bekerja di Optik, jika anda menginginkannya, ini ada info dari Sdr. Martinus yang menulis di komentar dan saya pindah ke kolom ini.
Ada lowongan untuk RO, SASRO dan yang lainnya yang pernah bekerja di optik. Saat ini diperlukan dua orang karyawan untuk dikaryakan pada :


Klinik Mata di bilangan Kebon Jeruk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rekan RO atau anda yang pernah bekerja di Optik, jika anda menginginkannya, ini ada info dari Sdr. Martinus yang menulis di komentar dan saya pindah ke kolom ini.</p>
<p>Ada lowongan untuk RO, SASRO dan yang lainnya yang pernah bekerja di optik. Saat ini diperlukan dua orang karyawan untuk dikaryakan pada :<br />
<span id="more-355"></span></p>
<ol>
<li>Klinik Mata di bilangan Kebon Jeruk ( Maaf tdk bisa menyebut namanya karena menggunakan inisial ) dengan kriteria :
<ul>
<li>Pernah bekerja di optik, bisa faset ( diutamakan )</li>
<li>Dapat mengerjakan semua regularitas pelayanan optikal</li>
<li>Status : Segera</li>
</ul>
</li>
<li>Optik di bilangan Rawamangun.
<ul>
<li>Letak di dalam rumah sakit.</li>
<li>Diutamakan yang mempunyai sepeda motor ( ngojek dari by pass cawang - tj priuknya lumayan mahal, tdk ada angkutan dari by pass cempaka putih ke rs ).</li>
<li>Gaji perbulan ( negosiable )</li>
<li>Hari kerja senin - sabtu, hari minggu dan tanggal merah libur. shift 1 jam 08.30 - 16.30, shift 2 jam 13.00 - 21.00</li>
<li>Status optik sdh jalan beberapa bulan , karyawan yang sebelumnya untuk pengembangan optik di Bogor.</li>
<li>Status Urgent : per 1 Januari 2009</li>
</ul>
</li>
</ol>
<p>Penawaran ini berlaku hanya 1 minggu sejak tulisan ini dimuat<br />
Bagi yang berminat silahkan menghubungi :<br />
mobile : 0815 86151553</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://optikonline.info/2008/12/24/lowongan-ro-di-kebon-jeruk-dan-rawamangun.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
