Hampir di pastikan setiap kita akan memakai kacamata di saat umur 40 tahun keatas, dimana presbyopia akan menghampiri kita. Buat para RO adalah tugasnya untuk menentukan berapa besarnya Add atau Tambahan untuk bisa melihat dekat setelah jauhnya di koreksi.
Ada aturan baku yang gampang dan ini hampir di lakukan oleh para Ro dan juga Dokter Mata dan memang ini secara umum benar. Namun dalam kondisi tertentu bisa jadi salah kalau menggunakan cara ini. Cara yang di maksud adalah penentuan ADD berdasarkan umur. Dimana aturannya adalah umur 40: +1.00, umur 50:+2.00 dan umur 60:+3.00, untuk umur diantaranya maka ADDnya yaa di antaranya misal umur 45 maka ADDnya +1.50, umur 55 maka ADDnya +2.50 dan seterusnya. Umumnya ADD mata kanan dan kiri itu sama, kecuali misal salah satu matanya post operasi katarak dimana lensa matanya di ambil dan di ganti lensa tanam (IOL), maka biasanya Add untuk mata tersebut adalah +3.00, meskipun kadang ada juga +2.75, nah jika orang itu baru umur 50 tahun maka kemungkinan addnya adalah satu +2.00 dan satunya +3.00.
Selain cara di atas yang paling tepat adalah dengan menggunakan Cross Grid dan tentunya di gabung dengaan tabel umur. Pemeriksaa Cross Grid menggunakan objek garis-garis silang dan memakai lensa cross cyl +-0.50 D.
Cross cylinder adalah lensa yang mempunya kekuatan yang berbeda tanda namun nominalnya sama antara meridian yang saling tegak lurus. Maksudnya taruh kata pada meridian 90: +0.50 dan pada meridian 180: -0.50. maka nilai lensa itu adalah +0.50-1.00×90, betul nggak, coba lihat di sini caranya.
Bagaimana cara pemeriksaanya:
- pemeriksaan pertama dilakukan monocular dan pasangkan CC ± 0.50, set PD dekat
- turunkan alat untuk pemeriksaan dekat
- atur jarak target di 40 cm ( reading chart )
- redupkan lampu ruangan (remang-remang)
- target garis-garis vertical dan horizontal
- masukkan lensa spheris plus sesuai table usia
- pasien disuruh melihat target cross grid
- tanyakan, GARIS VERICAL DAN HORIZONTAL MANA YANG LEBIH JELAS / HITAM ?
- Jika garis vertical lebih jelas, berarti power kelebihan, maka kurangi power 0.25 D sampai target sama jelas. Jika tidak bisa sama jelas ambil keputusan horizontal lebih jelas sedikit.
- ika garis horizontal lebih jelas, berarti power kurang, maka tambahkan power plus 0.25 D sampai target sama jelas. Jika tidak bisa sama jelas ambil keputusan horizontal lebih jelas sedikit.
- selanjutnya periksa mata yang satunya
PEMERIKSAAN PRESBYOPIA SECARA BINOCULAR
- setelah selesai pemeriksaan monocular
- buka kedua mata ( posisi open )
- pindah target cross grid ke target huruf
- pasien disuruh membaca ( sesuai kemampuan visus jauh )
- atur target maju mundur berkisar dari jarak 40 cm ke 30 cm, dari 40 cm ke 45 cm.
- jika jarak baca sudah sesuai dengan hasil pemeriksaan, maka itulah hasil akhir ADDnya
- jika pasien menginginkan jarak baca / kerja yang lebih dekat, maka tambahkan spheris plus 0.25 secara bersamaan
- jika pasien menginginkan jarak kerja / baca lebih jauh dari standart, kurangkan lensa spheris plus 0.25 secara bersamaan
- hasil yang terbaik adalah hasil yang sudah di sepakati oleh pasien dan praktisi (jarak kerja)
Dan yang paling penting dari semua adalah dengan menggunakan trial frame dan lens di coba untuk membaca reading chart sesuai jarak baca yang biasa pasien lakukan sehari-hari.
Ada cara lain…?
Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:
add kacamata baca untuk umur (1), sofware periksa mata (1), ukuran mata usia 50 tahun (1)4 Responses to “Menentukan Add untuk Presbyopia”
Leave a Reply
Komentar ke FB
Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas
























pa kenapa pas test cross grid, yang jadi patokan garis yang horizontal? apa pengaruh garis horizontal terhadap ADD?
@ahmad syidad,
Begini, lensa test yang di gunakan pada cross grid adalah +- 0.50 dimana nilai – 0.50 ada di Horisontal, sedang nilai + 0.50 ada di vertikal:
Lensa itu akan berkekuatan: +0.50-1.00x
18090Kita perhatikan power plus pada horisontal saja.
Kondisi awal seorang presbyopia adalah ketika membaca, sinar jatuh di belakang retina, dan ketika di pasang lensa CC +- 0.50 maka bayangan untuk arah hosrisontal akan jatuh lebih depan sehingga mendekati retina, dibanding jatuhnya sinar pada axis 90 yang berukuran minus -100 akan jatuh jauh di belakang.
Bisa bayangkan..?
Sifat lensa + itu kumpul, sehingga jatuh lebih deket, sedang minus itu sebar, jadi jatuhnya jauh.
Yang jatuhnya deket dengan retina maka akan terlihat lebih jelas.
Setelah di berikan lensa + untuk ADD maka semua bayangan yang tadinya ada di belakang retina di bawa ke depan, menuju retina bareng, karena lensa yang di berikan Spheris.
nah, ketika lensa plus untuk men’COUNTER’ nilai CC apalagi yang minus itu menemukan jarak yang sama dengan menuju retina maka garis horisontal dan vertikal akan terlihat sama.
Wah , sepertinya saya cukup susah menjelaskannya..
Mungkin ada temen Ro lain yang bisa nih lebih detail nih
TKS
Di Revisi merujuk koment mas Anggoro (31/05/2012)
Numpang nimbrung lagi ya Mas Kastam, lama banget gak maen di marih.
Sepertinya ada yg kebalik deh Mas posisi axisnya. CC+- 0.50 D digabung target cross grid untuk nge-cek presbiop, posisi axis (tanda merahnya) berada di 90 derajat. Jadi notasi spherocylinder-nya +0.50 C-1.00 x 90.
Coba dibayangkan/di gambar sendiri posisi tadi. Ini spt kondisi ast. mixtus dg posisi masing2 garis horizontal di depan retina dan garis vertikal di belakangnya.
Saat cross grid didekatkan, spt pada jarak baca dekat +/- 30-40 cm, maka manakala Px butuh ADD, garis horizontal akan terdorong ke belakang. Artinya garis horizontal tadi semakin mendekati retina dan yg vertikal akan semakin jauh. Akhirnya Px melihat cross grid horizontal-lah yg paling jelas.
Langkah berikutnya saya rasa udah pada bisa.
Tq.
@Mas Anggoro:
Oh yaaa mas..
Terima kasih sekali….
Tks