subscribe: Posts | Comments | Email

TIPS CARA MEMOTONG LENSA SECARA MANUAL

7 comments
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

mesin edging - potong lensa manual otomatis murah bagusKebanyakan pemilik optikal tidak memiliki kemampuan dalam dunia op

tikal dikarenakan mereka awam dan atau mereka adalah praktisi namun berdana kecil. Kecenderungan untuk meraup untung yang sebesar-besarnya ditenggarai dilakukan dengan berbagai cara dan salah satunya adalah memotong dan memasang lensa sendiri dengan segala keterbatasan yang ada. Mungkin anda salah satunya? Tehnik dalam memotong tidaklah terlalu sulit dan rumit. Setiap orang dapat melakukannya dengan bermodalkan ketekunan belaka. Banyak ditemukan para praktisi pemotong dan pemasang lensa tidaklah kelulusan dari dunia pendidikan seputar optikal. Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat anda lakukan seraya terus berlatih dan jangan merasa berpuas diri atas kemampuan yang saat ini dimiliki.

A. Lay out

Dalam melakukan lay out banyak hal kecil yang dapat dilakukan diantaranya ;

I. Pattern ( patrun )

a.Pattern Asli

Pattern asli untuk sebagian besar merk frame akan selalu lebih besar dari aslinya ( lingkar rim ) berkisar antara 0,5 mm – 1,50mm, kecuali merk frame yang sudah terkenal dan harganya berkisar 1 juta ke atas. Alangkah baiknya untuk tetap berpikir bahwa lensa lay out selalu lebih besar dari asli meski garis lay out telah terpotong.

b. Tidak ada pattern

1. Anda dapat menggambar langsung dengan cara menahan bagian bridge tepat di tepi lensa dengan menaruh frame dibagian belakang lensa.

2. Ambil kertas atau kartun sebagai media membuat pattern

3. Gunakan mesin pembentuk pattern jika anda memilikinya

c. Menentukan Pupil Distance ( PD ) pasien

Ukur panjang horizontal rim atau biasa di sebut sebagai size rim dan bridge. Selisih antara PD Pasien dengan PD frame dan kemudian di bagi dua itulah yang akan kita ambil. contoh :

PD frame= 63

PD pasien = 65

maka, Pergeseran = PD frame – PD pasien

= 63 – 65

= -2 mm

Jadi titik fokus / PD berada ke arah temporal/tepi frame 1mm dari titik PD frame.

II. Bagian Lay out

a. Bagian depan lensa

Bila anda menggambar dari sisi depan lensa, maka lay out tersebut lebih kecil dari ukuran lensa bila terpasang di rim

b. Bagian belakang lensa

Menggambar dari sisi belakang lensa akan membuat lay out lebih besar dari ukuran lensa bila terpasang di rim

Kisaran perbedaan berkisar antara 0,75 – 1 mm dari lensa yang terpasang.

III. Spidol

Biasakan untuk menggunakan spidol jenis tinta permanen seperti Artline 70 dan merk lain terdapat tulisan permanen ink. Lebih baik jika anda menggunakan dengan besaran ujung spidol 1,0 mm. Biasanya pada bagian tutup spidol terdapat tulisan 1.0. Jenis spidol ini lebih akurat dalam menggambar, karena semakin besar ujung spidol maka bias dari tanda yang ditinggalkan oleh spidol semakin besar. Permasalahan seperti ini akan nampak terlihat bila rim frame berbentuk segi dan sudutnya lancip.

B. Proses pemotongan lensa

Saat memotong, lensa tidak perlu ditekan ke permukaan gerinda. Lensa kaca akan menimbulkan percik api dan bahkan pecah, sedangkan lensa plastik membuat putaran gerinda tertahan. Perilaku ini juga memberikan efek samping berupa permukaan gerinda yang akan cepat menipis dan mudah aus. Pastikan gerinda tersebut ada bagian kasar ( = rough ), dan halus (= fine ) dan akan lebih menguntungkan jika ada bagian dari gerinda untuk membuat bevel ( sudut ) yang kebanyak berada satu tempat dengan gerinda halus. Gerinda kasar digunakan untuk memotong lensa hingga menyentuh tepi luar garis spidol. Kemudian pindahkan ke gerinda halus hingga pertengahan garis yang dibentuk dalam lay out. Bila jenis mesin potong memiliki bagian pembuat bevel untuk full frame, anda diperkenankan untuk memulai membentuk sudut/bevel. Jenis frame half frame atau rimless tidak perlu untuk pembuatan sudut.

Bila gerinda tidak memiliki pembentuk bevel, sebaiknya anda menentukan jenis bevel yang akan dibuat sesuai dengan ketebalan lensa.contoh :

a. Bevel 1/3 : 2/3

Lakukan pemotongan dengan sudut yang mengarah ke permukaan depan lensa sebanyak 1 kali putaran dan belakang 2 kali putaran

b. Bevel 1/2 : 1/2

Pemotongan bagian depan dan belakang 1 kali putaran

c. Lensa Bolong atau tidak sesuai dengan bentuk rim

Jangan panik, lihat bagian mana yang bolong dan tandai dengan spidol. Potong secara perlahan dan sedikit bagian yang di luar tanda ( bukan keseluruhan ) atau sisi yang mengapit bagian yang bolong

d. Memegang lensa

Hal ini tergantung dari kebiasaan praktisi. Saya menyarankan bagian belakang lensa mengarah ke pemotong atau bagian kiri pemotong. Bila dilakukan sebaliknya, anda kan menemui kesulitan terutama pada saat memperkirakan apakah garis telah terpotong atau belum.

D. Bersihkan peralatan memotong

Tanpa disadari, kebiasaan membersihkan bagian luar dan dalam mesin potong akan membuat akurasi dan presisi mesin tidak berkurang. Selain itu,mesin juga kan berumur lebih panjang.

E. Memotong di bagian gerinda yang sama

Setiap mesin memiliki gerinda dengan variasi ukuran yang berbeda. Seringkali ditemukan para praktisi memotong dibagian gerinda yang sama. Misal lebarnya 10 cm,umumnya bagian yang terpakai hanya setengahnya. Padahal kita dapat memanfaatkan semua bagian. Inilah penyebab utama mengapa permukaan gerinda tidak rata yang dapat mengakibatkan akurasi pemotongan lensa jadi berkurang.

F. Pemotongan sebelum ke gerinda

Berlian, tang atau besi yang di jepit memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. 1 hal yang selayaknya anda lakukan adalah memegang sisi dalam lebih kuat agar titik momentum lensa dapat diwakili oleh jari. Semakin ke tengah, maka permukaan lensa akan semakin rapuh dan mudah pecah atau terbelah.

Semakin sering anda mencoba, keahlian anda akan meningkat. Practice make perfect.Apalagi hobi anda adalah berbau kesenian, niscaya akan mempermudah mencapai keahlian dalam memotong walau menggunakan mesin manual. Banyak orang percaya bahwa mesin automatik lebih baik daripada manual, padahal sehebat apapun mesin auto masih membutuhkan kemampuan memotong manual. Semua itu disebabkan oleh mesin yang bersifat statis alias mengikuti setting yang telah dibuat. Kekurangan mesin auto akan lebih tampak saat lensa mempunyai banyak segi dan sudutnya tajam. Manual tidak selalu identik dengan ketinggalan zaman

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

cara memotong lensa kacamata (35), faset lensa (18), alat potong lensa kacamata (2), cara bevel kaca (1), grosir frame dan lensa (1), mata potong kaca (1)
  1. Pa, saya mau tanya cara tahap tahapan pemeriksaan mata hanya dengan menggunakan trial lensa.

    Terimakasih

  2. mau tanya mas, kalo tempat beli lensa untuk sunglasses baik yg kaca atau yg plastik yg lengkap dan murah dimana ya?kl tau yg bisa dilihat websitenya kalo boleh sih?ini untuk keperluan usaha yang akan saya buat untuk memproduksi frame kacamata, jadi saya sedang survey untuk pembelian dalam jumlah banyak dan bermacam2. terima kasih sebelumnya

  3. M.ROMI says:

    Mas Kastam …. saya mau mencari Mesin edging otomatis berapa sih harganya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco