Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

Pada topik  Orthokeratologi (tulisan saya yang sebelumnya) hanya dibahas mengenai Jenis dan bahan lensa kontak orthokeratologi tapi belum dibahas mengenai desain / bentuk lensa kontak orthokeratologi. Nah..tulisan ini merupakan kelanjutan tulisan sebelumnya, dimana disini saya akan menulis mengenai desain/ bentuk lensa kontak orthokeratologi.. cekidot yuk gan..hehehhehe..

Lensa kontak orthokeratologi memiliki desain yang dikenal dengan “reverse geometri / reverse zone”. Desain ini dikembangkan pada tahun 1980-an oleh Dr. Richard Wlodyga dan dibuat oleh Mr. Nick Stoyan. Pada saat ini banyak sekali pabrik lensa kontak yang membuat lensa kontak orthokeratologi dengan desain dan merk yang berbeda-beda tetapi pada dasarnya semuanya adalah variasi dari desain “reverse geometri”.

Disini saya akan menulis desain lensa kontak orthokeratologi secara umum, tidak menggunakan desain dari merk tertentu.

Desain lensa kontak orthokeratologi tidak sama dengan desain lensa kontak RGP pada umumnya yaitu multicurve dimana steep pada bagian sentral dan semakin flat mendekati peripher.

Desain lensa kontak orthokeratologi dapat dilihat pada gambar dibawah ini:

Desain Lensa Reverse Geometry

Dari gambar tersebut dapat dilihat desain lensa kontak orthokeratologi terdiri dari

  1. a.  dan 2. a. Base curve/ apical zone

1.   b. dan 2. b.  Reverse curve

  1. c. dan 2. c. Peripher curve

Lensa reverse geometri dibuat dengan kedua curve (reverse curve dan alignment curve) lebih steep dari pada base curvenya, dengan tujuan :

  1. untuk menunjukan ruang gerak kornea bila pusat kornea sudah menjadi flat.
  2. untuk membantu sentrasi lensa
  3. untuk membantu sirkulasi air mata

Berikut penjelasan masing-masing bagian dari desain lensa kontak orthokeratologi

1. Base Curve

Daerah base curve diharapkan dapat menimbulkan perubahan pada kornea yaitu membuat kornea menjadi lebih flat dari sebelumnya, karena base curve ini merupakan daerah yang bersentuhan langsung dengan sentral kornea. Oleh karena itu base curve harus dapat menahan pertumbuhan kornea yang akan berakibat semakin tingginya power myopia. Biasanya  radius base curve lebih flat dari pada flat K hasil keratometry kornea pasien, dengan nilai 0.50D- 0.75D lebih besar dari perubahan refraksi yang diinginkan. Misalnya pasien dengan kelainan refraksi myopia -3.00D base curve yang dipilih adalah 3.50D – 3.75D flatter than K, hasil power lensa akan menjadi +0.50D – +0.75D ( untuk penghitungan yang lebih mendetail dan lebih jelas akan dibahas sesion berikutnya yah… di  Fitting Lensa Kontak Orthokeratologi..)

Untuk diameter base curve lensa kontak orthokeratologi berbeda-beda antara merk yang satu dengan yang lain tetapi biasanya diameter yang digunakan adalah 6.0mm.

2.  Reverse Curve

Reverse curve mempunyai dua fungsi penting, pertama bagian ini merupakan penghubung antara base curve dan alignment curve tanpa mengganggu fungsi dari base curve. Fungsi kedua yaitu melalui reverse curve ini epitel pusat kornea dibentuk kembali.  Reverse curve mempunyai ukuran dan kedalam yang berbeda-beda antara merk yang satu dengan yang lain tetapi yang terpenting adalah reverse curve harus lebih steep dari base curve.

3.  Alignment Curve

Bagian ini merupakan bagian yang menghubungkan antara Reverse Curve dan Peripher Curve. Alignment curve berfungsi menahan lensa agar tetap di sentral kornea selain itu bagian ini juga berfungsi untuk mengontrol pergerakan dan posisi lensa.  Perubahan pada bagian ini meskipun kecil akan berpengaruruh besar terhadap sentrasi lensa yang dapat mempengaruhi hasil dari terapi orthokeratologi.

4.  Peripher Curve

Peripher curve pada lensa reverse geometri dibuat dengan tujuan yang sama seperti pada desain lensa RGP standar yaitu untuk membantu sirkulasi air mata. Peripher curve ini biasanya memiliki lebar 0.4mm dengan radius kira-kira 10.00mm s.d 12.00mm.

Tetapi ada desain lensa orthokeratologi yang sedikit berbeda dengan desain reverse geometri.  Lensa ini dibuat oleh Paragon Vision Sciences dimana reverse curvenya di sebut return zone dengan bentuk sigmoidal. Lebar return zone-nya tetap tetapi kedalaman sigmoidalnya yang berbeda-beda sesuai dengan perubahan fitting lensa. Sedangkan alignment zone nya disebut landing zone yang dipasang menyentuh midperipher kornea dan berfungsi untuk membantu sentrasi lensa. Metodenya biasanya dikenal dengan nama Corneal Refraktive Therapy.

Nah..rekan-rekan sekian dulu yah penjelasan mengenai desain lensa kontak orthokeratologi. Jika rekan-rekan ada informasi tambahan silahkan yah..monggo di share ilmunya biar kita sama-sama pinternya..heheheh..

Sumber :www.clspectrum.com dan www.paragoncrt.com

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

metode fitting lensa kontak (1)

Belum punya Paypal... Daftar/Klik logo bawah... Free

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Komentar ke FB

Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas