Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

Mel 80 Carl Zeiss JermanKali ini saya ingin mulai menyampaikan informasi berkenaan mesin lasik yang ada di sekitar kita. Dan untuk yang pertama ini saya mulai dengan Mesin Lasik : Mel 80 dari Carl Zeiss Jerman. Tidak ada Financial Interest pada tulisan ini (kayak seminar para dokter suka nulis begitu artinya tidak ada titipan dari sponsor dan tidak ada duitnya atas tulisan ini… syukur kalau ada cipratannya yaaa di terima… MAU…?).

Baiklah..

Dunia kedokteran khususnya yang sebidang dengan kita yaitu mata berkembang sangat cepat dan pesat. Indonesia sendiri di tahun 1990 an mungkin baru ada 3 lasik atau sekitar itu lah, namun sekarang sudah menjamur mulai dan dari pulau sumatera dan jawa. Jakarta saja sudah ada 9 lasik center dan akan tambah lagi. Di Sumatera selain Medan juga Palembang kalau gak salah akan di install mesin baru. Bandung juga ada 3 lasik center, Semarang ada 1 lasik center sedang Surabaya ada 2 lasik center. Menyusul kabarnya di wilayah Kalimantan tepatnya di Samarinda juga akan ada 1 lasik center. Ada lagi yang belum di sebut… oh yaaa di Wilayah Kerawang ada juga 1 lasik center.

Pendek kata, walaupun harga mesin lasik nih.. dalam hitungan ‘M’ ternyata para pengusaha dan dokter sangat antusias untuk menerapkan teknologi tersebut.

Untuk saat ini populasi mesin lasik yang banyak adalah mesin Mel 80 dari Carl Zeiss Jerman. Untuk itu saya ingin tulis mesin ini sebagai pertama, disamping saya sendiri setiap saat bisa melihat atau menyentuh dan menekan tombolnya mesin ini dari dekat.

Di dunia optik/lensa, nama Carl Zeiss tentu tak asing lagi, sudah mulai berkibar di era 1800 an.  Dan pada tahun 1980 an sebagai perusahaan peroptikan/lensa yang sangat pioner. Banyak lensa designnya yang di pakai di bidang lain, seperti kamera, Handphone, mikroskop,  alat kedokteran dan sebagainya dan tentunya lensa untuk kacamata dan yang paling canggihnya adalah lensa yang ditempatkan di mesin lasiknya dimana dengan lensa ini laser bisa dikirim – ‘deliver’ untuk bisa menjadi energi yang bisa di pancarkan dan bisa mengoreksi atau menghilangkan kelainan refraksi seperti myopia, hypermetropia dan astigmatism.

Sejarah panjang sampai adanya Mel-80 dan sudah dilepas di pasar pada tahun 2003, sedang di Indonesia ada diakhir tahun 2005 sebagai launching pertamanya di Asia, bahkan di Singapore beberapa center masih menggunakan Mel versi sebelumnya.

Nama Mel dalam Mel 80 itu singkatan dari Meditec Eximer Laser, Meditec adalah nama perusahaan dan Mesin lasik memang menggunakan jenis Excimer Laser – Laser dingin.

Pertama kali Mel dengan seri 50, yaitu Mel 50 dan pertama kali di perkenalkan pada kongres di Roma 1986 dan dipergunakan/didesign untuk RK (Radial Keratotomy)

Kedua Mel 60 sudah dikembangkan dan dan digunakan untuk PRK (PhotoRefractive Keratectomy) ini untuk orang myopia. Sedangkan digunakan untuk LASIK – Laser in situ keratomileusis pada tahun 1990.

Ketiga Mel 70, ini diperkenalkan pada tahun 1997 dengan lengkap dan dengan kontrol laser tembak (flying spot) jadi lebih cepat, karena sekali tembak langsung banyak, menyebar.

CRS MasterDan terakhir (saat ditulis) adalah Mel 80, dimana sudah merupakan teknologi full function. Dengan kecepatan lasernya 250 Hz dan dilengkapi eyetracker dengan kecepatan yang sama, bahkan untuk tahun 2010 ini konon eyetracker yang dibenamkan mempunyai kecepatan lebih cepat lagi ditas 1 KHz, artinya kemanapun mata bergerak akan di deteksi oleh mesin pelacak ini, sehingga salah tembak bisa dihindarkan. Ini penting karena ternyata tidak semua mata bisa fiksasi diam sejenak, banyak sekali yang selama tindakan mata bergulir ke sana kemari.

Mesin ini biasanya sudah satupaket dengan alat pemeriksaan prelasiknya seperti gambar diatas dan software yang terintegrasi sehingga semua data yang didapat diolah dan di kirim ke mesin untuk menentukan berapa laser yang diperlukan dan bagaimana polanya.

Disamping itu mesin ini di lengkapi Eye Registration pada pre lasik dan dilanjutkan eye recognation pada mesinnya sehingga bisa mendeteksi iris pupil dan limbus.

Mel 80 sudah di approve oleh FDA pada tahun 2006 dan sudah digunakan pada jutaan pasien di seluruh dunia.

Beberapa profile ablasi yang tersdia dalam mesin Mel 80 antara lain:

  • ASA – Abberation Smart Ablation, ini memungkinkan feature ablasi yang bisa menghilangkan abberasi pasca lasik yang banyak dijumpai pasca lasik seperti kelihatan silau dll.
  • Tissue Saving, ini memungkinkan kita bisa menghemat jaringan kornea kita dengan jumlah ablasi yang lebih kecil, untuk kornea kurang tebal sedangkan minusnya lumayan tinggi.
  • Topography Guided Lasik, ini merupakan profile yang diambil dari data pemeriksaan corneal topography. Di samping lebih hemat jaringan juga untuk kornea dengan tingkat irregularitas tinggi atau dengan astigmat kornea yang tinggi
  • Wavefront Lasik, ini di gunakan jika pasien berindikasi mempunyai High order Abberation, dimana keluhan penglihatannya tidak bisa tajam.

Jenis ablasi yang digunakan adalah lasik dan PRK atau Epilasik. Lasik dengan flap tebal 140/110 mikron dan epilasik dengan tebal flap 60-100 dan biasanya di buang flapnya.

Beberapa keunggulan lainnya dari mesin Mel-80 dari Carl Zeiss :

  • Mesin lasik Mel-80 Carl Zeiss adalah buatan Jerman (Jerman terkenal unggul dalam hal teknologi, bahkan kamera Sony dan HP Nokia pun menggunakan optik dari Carl Zeiss, padahal Jepang terkenal dengan standar kualitas yang sangat tinggi sebelum memilih merk/produk apa yang akan dipakai).
  • Mesin lasik yang berkecepatan sangat tinggi 250 hertz.
  • Memiliki eye-tracker (berfungsi untuk melacak gerakan mata) yang berkecepatan 250 hertz juga (sinkron dengan kecepatan mesin lasiknya).
  • Memiliki Gaussian beam 0.70 mm, yaitu jenis laser yang paling kecil sehingga permukaan mata yang dilaser akan lebih halus dan lebih cepat sembuh. Sedangkan Gaussian beam pada mesin lasik lainnya berkisar 1 s/d 4 mm sehingga permukaan mata yang dilaser akan lebih kasar.
  • Memiliki Iris recognition yang bisa mencegah resiko terjadinya kesalahan dalam pengenalan kornea mata serta mencegah adanya siklotorsi karena perbedaan data saat diagnostic (duduk) dan terapi (berbaring).

Sampai dengan saat tulisan ini, yang sudah menggunakan mesin ini di Indonesia adalah : i Care lasik jakarta, Bandung Eye Center, Semarang Eye Center dan akan ada di Sriwijaya Eye Center dan kalau jadi di Kalimantan.

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

kelebihan lensa carl zeiss (1), toko lensa mikroskop (1)

Belum punya Paypal... Daftar/Klik logo bawah... Free

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

4 Responses to “Mesin Lasik : Mel 80 Carl Zeiss Jerman”

  1. Budi Kurniawan says:

    dimana saya bisa order Mesin Lasik Mel 80 Carl Zeiss? apa di Indonesia sudah ada agen penjualannya? Harganya berapa? trmksh infonya

  2. arsya noorsby says:

    saya sangat tertarik dengan informasi yg bapak berikan,kalo boleh tahu ke nomor berapa saya bisa menghubungi bapak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Komentar ke FB

Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas