Yah… sekali-kali coba pakai bahasa yang sering saya dengar dari para pakar marketing di sekitar saya. Istilah ‘words of mouth’ tentu gampang saja di terjemahkan yaitu kata-kata yang keluar dari mulut….. he he he bener nggak atau emangnya kata-kata itu keluarnya dari mana sih kalau tidak dari mulut (umumnya..).
Nah, apa konteksnya di dalam dunia optik..?
Mungkin buat anda seorang pengusaha atau marketingnya sebuah optik hal ini harus menjadi perhatian jika selama ini kurang menjadi perhatian anda. Dengan mengambil sebuah cerita singkat dari sebuah optik dimana suatu hari telah melayani seorang konsumen. Konsumen atau pelanggan itu disambut dengan sangat ramah oleh staf optik yang mungkin adalah pramuniaganya atau salesnya atau Refraksionisnya atau bahkan supervisor optik tersebut. Dengan ucapan selamat atau greeting dan dipersilahkannya duduk sales itu mengekspresikan semua kemampuan verbalnya dalam menyambut seorang tamu bak pejabat negara.
Selanjutnya ditanya maksud kedatangannya dengan bahasa yang sangat santun, dan ditawarkankannya bantuan atas kesediaannya seorang sales untuk melayani secara all out. Mulai mau mendengarkan dengan seksama dari keluhan yang selama ini di alami untuk mencari solusi yang tepat, hobby yang menyertainya dalam keseharian sampai akhirnya mencari dan memilihkan sebuah produk yang bisa menyelesaikan masalah dari konsumen itu sehingga kepuasaan bisa dicapai oleh konsumen tersebut.
Tak panjang lebar akhirnya produk yang dicari oleh konsumen telah didapatkan yaitu sebuah sunglass dengan model melengkung ‘wrap’ yang melingkupi wajahnya dan dengan lensa yang bisa diganti-ganti serta dengan design yang sangat bagus sekali.
Konsumen itu sangat puas dengan sunglass yang baru dibelinya, e e e ternyata oh ternyata konsumen itu adalah ketua dari sebuah perkumpulan yang ada di kota besar ini yaitu yang sering berkeliling mengendarai sepeda. Ya,,, ternyata keluhan selama ini , dia silau oleh sinar matahari dan adanya debu yang menhantam matanya.
Maka si sales telah bisa memberikan solusinya dengan tepat…., karena konsumen itu adalah ketua sebuah perkumpulan pengendara sepeda, maka ketika dipakai spontan seluruh anggotanya menatapnya dan menayakan perihal sunglass yang di pakainya.
Wal hasil… konsumen tadi bercerita panjang mengenai proses perburuan sunglass itu dan karena ketertarikan dari cerita yang diberikan sanga ketua itu maka spontan semua anggotanya ikut mau memakai sunglass serupa dan tak pelak lagi maka mereka berangkat ke optik di mana sang ketua tadi beli.
Pembelian sunglass dengan masalpun terjadi dan tentu ini berkat cerita satu konsumen yang di layani dengan sepenuh hati dan bisa memberikan solusi bagi konsumennya, maka hasilnya akan bercerita ke setiap orang, apalagi jika konsumen itu adalah orang yang punya ‘massa’ atau pengaruh tertentu… tentu akan sangat efektif lagi.
Ibarat promosi yang kita lakukan sekali namun bisa berantai tak putus asal hasil promosi kita itu baik dan menarik. Istilah lain adalah dari mulut ke mulut.
Namun begitu juga jika hal jelek yang kita suguhkan ke konsumen… coba apa yang terjadi…?



















