Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

operasi Lasik Sudah maklum di telinga kita saat ini, bahwa teknologi lasik sudah sangat maju pesat. Terakhir dengan adanya lasik tanpa pisau yang didahului dengan kedatangan iLasik dan selanjutnya yang masih gress adalah Z-Lasik. Tanpa pisau di sini adalah dimana dalam proses lasik sendiri ada 2 tahapan yang harus di lalui oleh pasien, yaitu permbuatan ‘flap’ atau lapisan tipis dari kornea dengan tebal antara 110 mikron sampai 140 mikron untuk selanjutnya dilakukan laser dibawah ‘flap’ tersebut atau tepatnya di lapisan kornea bagian stroma.

Operasi RLE-KatarakPada awalnya flap dibuat dengan pisau mekanik dan sampai sekarang juga masih di gunakan namun untuk beberapa pasien merasa takut karena ada pisau bedah di atas mata kita, walaupun tentunya juga sangat aman. Nah, dengan kedatangan No Blade lasik ini lebih membuat  calon pasien merasa berani dan memang lebih aman serta kemungkinan untuk terjadi komplikasi lebih sedikit dibanding dengan menggunakan mikrokeratome atau pisau bedah.


Lain dari bahasan di atas, tenyata tidak serta merta adanya teknologi lasik ini bisa menjawab permasalahan dunia mata kita, khususnya bagi penderita myopia yang sangat tinggi, misal diatas -13.00D dan bahkan bagaimana solusinya untuk orang yang mempunyai minus sampai -20.00D lebih. Tentu prosedur lasik tidak atau belum direkomendasikan untuk itu. Kalaupun mesin lasernya sanggup untuk mengoreksi ukuran sebesar itu, maka ketebalan kornea kitalah yang tidak cukup untuk itu. karena umunya tebal kornea kita berkisar 500 – 600 mikron dan tentu jika ukurannya di atas -13.00D perlu sekitar 130 mikron keatas atau tergantung besar pupilnya. Sehingga lasik tidak direkomendasikan.

Ada alternatif lain untuk penderita myopia tinggi, salah satunya yaitu RLE (Refractive Lens Exchange). Seperti yang pernah saya bahas di artikel sebelumnya, bahwa proses tindakannya sama persis dengan tindakan operasi katarak. Mulai dari pemeriksaan dan proses pengangkatan lensa dan penanaman kembali lensanya hampir sama, hanya biasanya karena lensanya masih bening dan lentur maka lebih mudah dalam proses pengambilannya, jadi tidak sekompleks kalau katarak.

Nah, yang jadi masalah dan tetep diperhatikan dari kedua jenis tindakan tersebut (Lasik dan RLE) adalah: Prediksi hasil atau outcome dari operasi sangat beda. Lasik lebih prediktible, target yang ingin dicapai jauh lebih realistis, karena semua dikerjakan komputerisasi dan dengan sedikit daerah mata yang diintervensi memungkinkan tidak memberi dampak atau pengaruh ke sana – kemari.

Ini sangat beda dengan RLE, dimana pertama yang mesti terjadi dari hasil tindakan itu adalah kehilangan daya akomodasi mata pada lensa, karena lensa diganti dengan IOL yang notabene tidak bisa berkembang-kempis untuk melakukan gerakan akomodasi, sehingga selesai operasi ada masalah di saat baca dekat. Untuk itu harus diperlukan koreksi kacamata baca sekitar +2.50D s/d + 3.00 D.

Selain itu,  jika ternyata koreksi atau kelainan awalnya ada astigmatismanya dan cukup besar maka hasil dari RLE ini masih menyisakan astigamtismenya atau cylindernya dan itu tentu perlu dikoreksi dengan kacamata, belum lagi adanya intervensi terhadap insisi di kornea dan jahitan jika diperlukan sehingga ada tarikan ke bagian tertentu dari korneanya yang memungkinkan akan terbentuknya cylinder baru yang lumayan besar.

Sedangkan nilai spheris atau minusnya sendiri secara umum masih bisa bias sekitar +- 1.50 D dari target yang ditetapkan di awal.

Ini semua banyak faktor yang mempengaruhi, disamping banyak intervensi ke daerah media refraksi yang lebih kompleks, proses juga yang lebih panjang dan teknologi yang ada saat ini maka RLE tentu akan terus berkembang baik dan walau demikian pada kisaran 95% pasien akan puas dan bisa terbantu untuk kembali mendekati penglihatan normal.

Jadi memang lasik mempunyai prediksi yang hampir sempurna dibanding dengan RLE, namun sebagai suatu alternatif untuk penderita myopia tinggi maka RLE adalah suatu pilihan yang masih layak dan dianjurkan saat ini. Melihat gejala kebanyakan dari kita pada usia 60 an tahun banyak mengalami katarak maka dengan lasik hal itu masih mungkin terjadi, sedang untuk pasien pasca RLE tidak terjadi katarak lagi karena lensanya sudah diambil, kecuali ada masalah pada lensa IOLnya, walaupun itu sangat kecil kemungkinannya.

Satu solusi lagi adalah Bioptics yaitu gabungan antara RLE dan lasik dan sangat cocok untuk penderita myopia tinggi dan ada astigmatimanya… semoga bisa dibahas di lain waktu…

Gambar:

http://blog.visivite.com

http://www.cataract.com.ph

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

pemeriksaan astigmatisma (1), tes sederhana astigmatisma (1)

Belum punya Paypal... Daftar/Klik logo bawah... Free

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

One Response to “Prediksi Hasil Lasik vs RLE”

  1. @Pak Kas..tambahan lagi yah pak..(bisanya cuma nambahin ajah heheh)
    * Sebenarnya sekarang jg sudah ada IOL Toric. Jd untuk mereka yg memiliki cylinder tinggi dan hanya bisa dilakukan tindakan RLE bisa kok cylindernya di koreksi. Tapi (nah ada tapinya lagi) power IOL-nya memang terbatas dan harganya agak mahal. Atau ada jg teknologi insisi kornea (sepeti radial keratectomy) utk mengurangi cylinder pd pasien yg melakukan RLE.
    *Untuk mereka yg telah melakukan RLE dan kelak timbul katarak ( ini disebut secondary cataract) tidak perlu melakukan operasi penggantian IOL cukup dengan melakukan YAG Laser untuk menghilangkan katarak sekundernya.

    Itu dulu pak tambahannya..nanti boleh nambah lg yah.. :ngakak

Trackbacks/Pingbacks

  1. kastam posted a blog entry | Lasik Vision Institute - [...] Prediksi Hasil Lasik vs RLE Sudah maklum di telinga kita saat ini, bahwa teknologi lasik sudah sangat maju pesat. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Komentar ke FB

Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas