Berikut tulisan dari teman kita Deni Oktavianto sebagai GUEST WRITER blog ini.
Seringkali sebagai praktisi akan menemui kasus dimana resep kacamata yang anda berikan tidak nyaman bagi pasien. Banyak hal yang mempengaruhi meski mungkin anda telah menerapkan standar kerja dan melakukannya dengan penuh ketelitian atau bahkan anda adalah seorang yang mumpuni dalam hal melakukan pemeriksaan.Anda tidak salah dan pasien tidak salah adalah sebuah pilihan bila merasa bahwa perlu adanya introspeksi bagi diri anda. Profesi dan etika menuntut untuk mengambil perspektif ini sebagai langkah pendewasaan diri.
Banyak pertimbangan yang dapat dijadikan sebagai referensi, namun marilah kita menilik beberapa hal yang mungkin perlu anda masukkan ke saku sebagai buku panduan. Kenapa tidak? Manusia adalah mahluk UNIK dimana tiada 1 standar apapun yang dapat diberlakukan secara mengikat Tingkat kepuasan dan pengharapan yang berbeda membentuk ekses positif sebagai pengingat apabila menuntut ilmu walau gelar keprofesionalan lebih panjang dari nama sendiri.
Setidak-tidaknya beberapa opsi di bawah ini dapat anda sisipkan ketika akan menulis resep pada pasien dengan asumsi seluruh proses pemeriksaan telah dilakukan secara benar dan menyeluruh, yakni:
- PERBANDINGAN UKURAN LAMA DAN BARU
- SIMULASI UKURAN
- LENSA
- DOMINANSI
- PEKERJAAN DAN ANATOMI LENGAN
- KOMUNIKASI
- SERVICE AFTER SALE
Ada beberapa batasan yang dilakukan oleh setiap ahli,akan tetapi kebanyakan dari mereka berasumsi untuk ukuran Sph 1 dioptri,cylinder 0.50 dioptri, axis 15 derajat.
Biasakan anda melakukan proses simulasi hasil pemeriksaan dengan meminta pasien untuk memakai trial frame( baca frame ujicoba ) yang telah di beri lensa sesuai dengan ukuran terakhir yang didapat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasien.
Trial lens( baca lensa uji coba) yang digunakan tidak mengandung lapisan anti refleksi/MC. Lapisan MC seperti dilansir beberapa tinjauan banyak ahli menyumbang andil dalam memberikan efek kejernihan dalam implementasinya pada lensa kacamata.
Cobalah untuk tidak memindahkan kebiasaan mata yang lebih dominan antara resep baru dan lama. Dominansi memiliki sejarah panjang sebagaimana kebiasaan anda menggunakan tangan kanan untuk melakukan segala aktivitas sebagai contohnya.
Hal ini berkaitan dengan penambahan addisi, karena seseorang yang postur tubuh seseorang menggambarkan jangkauannya. Semakin panjang jangkauan akan mempengaruhi jarak baca, sedangkan semakin jauh jarak baca akan memicu addisi yang lebih rendah. Motivasi akibat desakan pekerjaan memberikan rangsangan bagi praktisi untuk mempertimbangkan nilai addisi seperti profesi pianis(saat membaca chord)
Komunikasi yang lebih intens akan menambah tingkat kepercayaan pasien pada praktisi. Sugesti yang anda tanamkan akan berbuah sangat manis meski dalam beberapa hal insturmen dan pengalaman anda minim.
Berikanlah rasa nyaman, apabila pasien menemui permasalahan dikemudian hari dapat datang kembali pada anda. Meski kadang permasalahan yang akan anda temui tidak semata-mata karena ukuran.
Kebanyakan pasien meragukan setiap orang lain karena tidak memiliki ikatan emosional dengan praktisi. PR besar bagi para praktisi adalah memberikan sebuah nilai lebih yang mungkin belum pernah ditemukan oleh pasien. Bagi praktisi, bangunlah dari tidurmu dalam persepsi anda adalah selalu BENAR.
Diambil dari beberapa jurnal dan wawancara dengan beberapa praktisi.
Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:
ilmu kacamata periksa ukuran (1)2 Responses to “TIPS MEMODIFIKASI HASIL PEMERIKSAAN MATA (UKURAN KACAMATA)”




















terkadang kita dihadapkan dengan situasi dimana kita RO tidak boleh merubah resef yang dibawa oleh pasien. walaupun kita tahu ada masalah. dan ini perlu komunikasi dengan pasien tersebut untuk mencoba me-refraksi ulang dan mencobanya hingga Pasien merasa nyaman dengan ukuran yang terbaru.
@Amin Siregar,
Sip pak Amin.