By Kastam in Mata on 30-06-2009 | view : 785 kali |
Tags: akomodasi, beban, blur, disosiasi, Mata, pengukuran, Plus, prisma, tes, tutup
Kini sebagai kelanjutan dari artikel Akomodasi yang saya sudah posting kemarin, maka saya lanjutkan untuk menyampaikan materi yaitu Bagaimana cara mengukur atau mengetahui BEBAN AKOMODASI seseorang.
Seperti kemarin bahwa cara pengukuran Beban Akomodasi itu ada beberapa cara atau metode, yaitu:
- Tes Tutup Berganti
- Plus to Blur
- Tes Disosiasi Prisma
- Tes Duo-Chrome Disosiasi Prisma
- Tes Silinder Silang Statis Disosiasi
Kita bahas yang pertama dahulu yaaaa…
Pengujian Beban Akomodasi dgn : “Tes Tutup berganti”
Pengujian ini dilakukan bila : Visus terbaik pada kedua mata adalah sama
Dasar pemeriksaan dari tes ini:
- Obyek pemeriksaan : “Optotype”
- Klien/ pasien diminta membandingkan target yang dilihat dengan mata kanan dan mata kiri
- Target dilihat berganti-ganti dengan cara menutup mata secara bergantian
Cara ini dahulu saya lakukan untuk mengetahui dominan mata, ternyata itu salah karena tes dominan mata bukan begini, kecuali yang dimaksud adalah untuk mengetahui mata mana yang lebih baik dan ini bukan dominan secara aslinya.
Dari tes ini kita tahu mata mana yang lebih perlu melihat objek dengan masih berakomodasi, tentu jawabannya adalah subjektif karena pasien yang mengetahui keadaannya.
Kedua, Pengujian Beban Akomodasi dengan : “Plus to blur”
Pengujian ini dilakukan bila : Visus terbaik pada kedua mata adalah sama
Dasar pemeriksaan dari tes ini adalah:
- Tes ini ditujukan bila kita mencurigai akan adanya ketidakseimbangan Akomodasi
- Obyek pemeriksaan : “Optotype”
- Kedua mata diberi Fogging yang sama besarnya misalkan: S+050, maka penurunan Visus yang terjadi pada kedua mata harusnya juga sederajat atau sama
- Bila penurunan Visus tidak sama, maka kemungkinan besar terjadi “ketidakseimbangan Akomodasi”.
- Harus diseimbangkan. Bila salah satu mata terlihat lebih jelas, maka mata tersebut perlu ditambahkan S+025 hingga menjadi sama.
- Perlu diperhatikan bahwa kondisi visus sama masih akan diperhatikan karena ini biasanya juga hanya beda sedikit
Selanjutnya ketiga, Pengujian Beban Akomodasi dengan : “Tes Silinder Silang Statis Disosiasi”
Dasar pemeriksaan
- Dianjurkan menggunakan CC ± 050 dengan º diposisikan pd 90º (tanpa dilakukan flip)
- Obyek yg digunakan :
- Cross Grid/ Astigmatic Cross
- T – Chart
- Pemeriksaan dilakukan tanpa Fogging
- Ruangan tidak perlu digelapkan
- Bila pada salah satu mata melihat garis Horizontal lebih jelas dari pada garis Vertikal, maka pada mata tersebut harus ditambah dengan S +025
- Bila garis Vertikal terlihat sama hitam/jelasnya dengan garis Horizontal “Titik Akhir Pemeriksaan Refraksi Monokuler” sudah tercapai
Popularity: 3% [?]











