Dapatkan Voucher Diskon Lasik di SINI...
Powered by MaxBlogPress 

 

Pengukuran Beban Akomodasi

0

By Kastam in Mata on 30-06-2009 | view : 785 kali | share on facebook

Tags: , , , , , , , , ,

Kini sebagai kelanjutan dari artikel Akomodasi yang saya sudah posting kemarin, maka saya lanjutkan untuk menyampaikan materi yaitu Bagaimana cara mengukur atau mengetahui BEBAN AKOMODASI seseorang.

Seperti kemarin bahwa cara pengukuran Beban Akomodasi itu ada beberapa cara atau metode, yaitu:


  • Tes Tutup Berganti
  • Plus to Blur
  • Tes Disosiasi Prisma
  • Tes Duo-Chrome Disosiasi Prisma
  • Tes Silinder Silang Statis Disosiasi

Kita bahas yang pertama dahulu yaaaa…

Pengujian Beban Akomodasi dgn : “Tes Tutup berganti”

Pengujian ini dilakukan bila : Visus terbaik pada kedua mata adalah sama

Dasar pemeriksaan dari tes ini:

  • Obyek pemeriksaan : “Optotype”
  • Klien/ pasien diminta membandingkan target yang dilihat dengan mata kanan dan mata kiri
  • Target dilihat berganti-ganti dengan cara menutup mata secara bergantian

Cara ini dahulu saya lakukan untuk mengetahui dominan mata, ternyata itu salah karena tes dominan mata bukan begini, kecuali yang dimaksud adalah untuk mengetahui mata mana yang lebih baik dan ini bukan dominan secara aslinya.

Dari tes ini kita tahu mata mana yang lebih perlu melihat objek dengan masih berakomodasi, tentu jawabannya adalah subjektif karena pasien yang mengetahui keadaannya.

Kedua, Pengujian Beban Akomodasi dengan : “Plus to blur”

Pengujian ini dilakukan bila : Visus terbaik pada kedua mata adalah sama

Dasar pemeriksaan dari tes ini adalah:

  • Tes ini ditujukan bila kita mencurigai akan adanya ketidakseimbangan Akomodasi
  • Obyek pemeriksaan : “Optotype”
  • Kedua mata diberi Fogging yang sama besarnya misalkan: S+050, maka penurunan Visus yang terjadi pada kedua mata harusnya juga sederajat atau sama
  • Bila penurunan Visus tidak sama, maka kemungkinan besar terjadi “ketidakseimbangan Akomodasi”.
  • Harus diseimbangkan. Bila salah satu mata terlihat lebih jelas, maka mata tersebut perlu ditambahkan S+025 hingga menjadi sama.
  • Perlu diperhatikan bahwa kondisi visus sama masih akan diperhatikan karena ini biasanya juga hanya beda sedikit

Selanjutnya ketiga, Pengujian Beban Akomodasi dengan : “Tes Silinder Silang Statis Disosiasi”

Dasar pemeriksaan

  • Dianjurkan menggunakan CC ± 050 dengan º diposisikan pd 90º (tanpa dilakukan flip)
  • Obyek yg digunakan :
    • Cross Grid/ Astigmatic Cross
    • T – Chart
  • Pemeriksaan dilakukan tanpa Fogging
  • Ruangan tidak perlu digelapkan
  • Bila pada salah satu mata melihat garis Horizontal lebih jelas dari pada garis Vertikal, maka pada mata tersebut harus ditambah dengan S +025
  • Bila garis Vertikal terlihat sama hitam/jelasnya dengan garis Horizontal “Titik Akhir Pemeriksaan Refraksi Monokuler” sudah tercapai

Popularity: 3% [?]

Melihat tanpa kacamata

Tidak ingin ketinggalan artikel baru, .

Cara Mudah bantu saya. Kunjungi link di bawah.


Katakan dengan tulisan... di sini

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes


Semua tulisan yang ada dalam situs ini hanya sebagai informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya, kecuali tugas RO. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit, kecuali memang sama dengan saran dokter. Jika anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda. Semua pendapat komentar oleh selain saya, adalah tanggung jawab sang pemberi komentar. Sedang komentar saya bersifat informatif, tentang kebenaran informasi itu mohon di cross check lagi sebagai bahan second opinion. Selengkapnya di Disclaimer Optik Online dot Info