By Kastam in Mata, Refraksi on 24-06-2009 | view : 974 kali |
Tags: akomodasi, binokuler, patologis, penglihatan, sistem, vergensi
Pada artikel kali ini saya belum menyampaikan mengenai hubungan otak, bagaimana objek yang dilihat oleh satu mata masing-masing, namun yang kita lihat hanya satu, betul tidak. Itu adalah ‘misteri Illahi’… kayak judul acara TV aja yaaa…, memang andaikan tiap satu mata kita melihat suatu objek adalah satu maka tentunya akan terlihat dua dan itu akan membingungkan bukan…?
Baiklah kali ini, kita bicarakan Sistem Penglihatan Binokuler dan bagaimana pengaturannya sehingga bisa mencapai binokuler single vision, yaitu:
- Diagnosa dan penanggulangan dari kelainan penglihatan Binokuler merupakan suatu hal yang cukup kompleks
- Satu bagian dari sistim penglihatan Binokuler bergantung pada bagaian lainnya untuk suatu fungsi tertentu
- Masalah pada satu area dari sistim utama akan mengurangi fungsi dari area yang fungsinya lebih kecil dari sistim utama
- Pendeteksian pada satu kelainan saja tidak cukup untuk membuat satu diagnosa
- Perlu dicari sumber penyebabnya
Terus, hal-hal apakah yang mempengaruhi terbentuknya Penglihatan Binokuler itu…?
Berbagai komponen yang membentuk penglihatan binokuler ternyata mempunyai besaran rentang normal dan besaran tidak normal. Oleh karena itu penanganan kelainan penglihatan binokuler memerlukan :
- Keterampilan
- Pemahaman yang memadai mengenai :
- Teknis pemeriksaan
- Penafsiran hasil pemeriksaan
- Methoda pemeriksaan dan pemilihan jenis peralatan yang tepat dapat membantu praktisi untuk menafsirkan nilai hasil pemeriksaan dan tata laksana dengan memadai
- Sehingga pada akhirnya tata laksana akan berhasil dengan baik
Berikut adalah faktor-faktornya:
- Kelainan Refraksi yang tidak dikoreksi dengan Optimal
- Kelainan posisi bolamata (Deviasi Manifes)
- Perbedaan Magnifikasi pada Retina akibat pemberian lensa koreksi berupa kacamata
- Kelainan fungsi Vergensi
- Kelainan Akomodasi
- Kelainan Patologis
Gangguan penglihatan binokuler bisa timbul bila salah satu syarat diatas tidak terpenuhi
Melihat dari faktor – faktor diatas maka hal yang menjadi Syarat Terbentuknya Penglihatan Binokuler adalah:
- Visus ODS harus sama/mendekati sama
- Tidak terdapat kelainan posisi bolamata (Deviasi Manifes)
- Tidak terjadi perbedaan Magnifikasi pada Retina akibat pemberian lensa koreksi berupa kacamata (Aniseikonia)
- Tidak terdapat kelainan fungsi Vergensi
- Tidak terdapat kelainan Akomodasi
- Tidak terdapat kelainan Patologis
Dikarenakan adanya Anisometropia, maka salah satu mata akan melihat dengan jelas dan yang lain melihat buram, maka bayangan yang terbentuk di kedua Retina tidak sama, sehingga sulit untuk dapat di-Fusikan/gabungkan.
Anisometropia dapat menyebabkan terjadinya :
- Amblyopia, ditandai dengan Visus yang tidak optimal ditinjau dari perkembangan usia dan intelegensi, meskipun telah dilakukan koreksi refraksi anomalinya. Ambliopia = reversable kalau di terapi saat usia perkembangan. Selain penurunan Visus, karakteristik dari Amblyopia lainnya adalah, akan diikuti adanya: “Eksentrik Fiksasi”
- Strabismus
- Uncorrected Miopia dapat menyebabkan Esophoria
- Uncorrected Hipermetropia dapat menyebabkan Exophoria
- Distorted space perception
- Asthenopia
- Aniseikonia, Anisometropia 2.50 D akan mengakibatkan Aniseikonia
Popularity: 5% [?]











