Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

Merah Hijau Kuning Melihat judul artikel itu kelihatannya masih ada relevansinya antara topik blog ini dan juga ada hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari.

Dalam konteks blog ini khususnya di bidang refraksi maka sinar atau warna atau background merah dan hijau selalu dipakai dalam proses pemeriksaan. Apa yang kita kenal dengan duochrome test atau Red-Green Test atau Tes Merah-Hijau. Warna ini dipakai dalam bidang refraksi setelah dilihat bahwa panjang gelombang atau jarak antara kedua warna itu ke retina adalah sama panjangnya, sehingga dengan demikian untuk merujuk seseorang itu normal atau tidak dalam konteks perlu tidaknya lensa spheris plus atau minus atau boleh dikatakan apakah orang itu myopia atau hypermetropia atau normal adalah dengan melihat bagaimana seseorang itu melihat objek yang ada di dasar warna merah aatau hijau tersebut.

Warna Merah di biaskan lebih jauh dibelakang retina dan warna hijau dibiaskan di depan retina atau tepatnya kondisi orang normal jika jarak antara biasan warna merah yang ada dibelakang retina itu sama dengan jatuhnya warna hijau yang ada di depan retina.

Beberapa diantara anda mungkin ada yang menyangkal, lho bukannya warna merah didepan retina…? seperti halnya orang minus itu jatuhnya didepan retina. Begitu juga sebaliknya warna hijau.

Kelihatannya pendapat itu benar, namun ternyata kurang tepat, coba kita periksa kondisinya…

Seseorang bisa melihat jika objek itu memancarkan sinarnya ke mata kita dan jatuh di retina, atau kalau tidak diretina maka yang paling dekat dengan retina itu yang paling jelas, benar bukan….?

Nah, kembali kita ke pemeriksaan myopia… (coba dibuka lagi), nah apa yang dilihat oleh orang myopia itu jika dilakukan pemeriksaan red-green test…? maka dia akan melihat objek yang ada di merah itu lebih jelas, bukan. Padahal seorang myopia itu sinar jatuhnya ada didepan retina sehingga sinar (yang mengandung warna dalam hal ini kita ambil merah dan hijaunya saja) itu akan berada di depan retina juga…., Nah, kala berada di depan retina agar warna apa yang dekat dengan retina itu, agar objek di merah tampak (seorang myopia), tentu sinar merah. Sehingga kalau diurutkan dari depan maka warna merah ada di belakang, dan karena orang myopia itu jatuh sinarnya di depan maka yang dekat dengan retina adalah sinar merah. Begitu juga dengan warna atau sinar hijau…, coba bayangkan dengan orang yang hypermetropia.

Sekarang dalam kehidupan kita sehari-hari, setiap hari saya melihat dan melewatinya mungkin ada 7 lebih, apa itu …? adalah lampu merah dan hijau (ditambah kuning) lampu pengatur lalu lintas di persimpangan. Ada yang tahu kenapa pakai warna merah dan hijau serta kuning….? Saya sendiri tidak tahu sejarahnya, tapi yang pasti warna itu dianalgikan bahwa merah itu berhenti/bahaya, Hijau itu jalan atau aman sedang kuning perlu perhatian atau pelan-pelan.

Yang perlu disikapi dengan adanya lampu itu adalah meskipun itu adalah lampu kita wajib patuh dan taat agar keselamatan dalam perjalanan kita bisa terwujud. Saya seringkali melihat ketidak sabaran seorang pengendara terutama pengendara sepeda motor, dimana padahal kalau harus menunggu itu paling lama adalah 120 detik atau 2 menit saja, namun seolah udah ditunggu di depan sana mau dapat apa gitu…., dan ada juga pernah saya lihat adalah tabrakan…. jeeeeddddeeeeerrrr… duuuubrack…., kalau sudah begitu cuman bisa meringis saja dan tinggal menyesali. E e e menyesalkan dia…. ternyata itu juga sudah terjadi kebiasaan dan wataknya selalu maju didepan garis stop sampai menghalangi pengendara di sisi lainnya yang mau belok, karena setengah jalan di perempatan ditempati pasukan pengendara sepeda motor yang menjorok kedepan dan ingin segera tancap gas layaknya balapan cross motogp yang harus menggeber motornya agar sampai lebih cepat. Tanpa disadari bahwa posisi dan waktu tenggang lampu merah ke hijau ada sebentar warna kuning itu untuk memberi kesempatan yang hijau terakhir agar rapi sampai bersih dan ini diatur juga waktu dan jarak garis stopnya agar tidak terjadi bentrokan ditengah.

Pesan singkatnya: Sabarlah untuk menunggu lampu berganti sesuai waktunya, paling lama 2 menit, Mulai jalan jika sudah hijau atau pastikan jalan didepan udah bersih dari kendaraan yang dari arah lain, ikuti perintah polisi pengatur lalu lintas. Siap berhenti dan kurangi kecepatan jika sudah mendekati lampu stopan, karena keadaan gawatnya adalah saat lampu kuning ke hijau atau merah ke kuning, dimana di sisi lain juga pada mau jalan semua sehingga kecelakaan bisa dihindari.

Semoga bermanfaat…  :)

Belum punya Paypal... Daftar/Klik logo bawah... Free

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Komentar ke FB

Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas