Hypermetropia dan Presbyopia
Ada pertanyaan lanjutan dan karena banyak sekali sekalian bisa sebagai keyword di Google maka lebih baik saya posting saja:
Dear Pak Kastam,
Pertama tama saya mengucapkan banyak terimakasih atas balasan dari email saya tgl 22 Mei 2009 Jam 11 Malam. Sungguh sangat bearti bagi saya atas perbedaan Hipermetrop dengan Presbiop.
Hipermetrop adlaah rabun dekat, sehingga diperlukan lensa Plus, akan tetapi presbiop/baca juga dapat dikategorikan rabun dekat karena tidak mungkin orang membaca koran dengan jarak jauh, bukankah begitu ? Apakah orang yg rabun dekat/hipermetrop bisa dipakai untuk jalan alias memakai kacamata hipermetrop dengan bawa mobil atau jalan kemana aja ? Sebab kalau presbiop sudah pasti tidak dapat bawa jalan kan ? Dan apakah seseorang dapat direfraksi dengan trial lens untuk kategori hipermetrop, bagaimana cara ukur dengan trial lens tsb ?
Juga hal penentuan lensa/paset/di Lab, sebagai contoh :
Sph – 200 Presbiopnya +200 =====> Maksud saya di lensa kan tidak ada ukuran tsb, apakah benar kita pergunakan lensa Sph -200 Add 0 ?
Sph +300 Presbiopnya +100 =====> Apa dengan lensa Sph + 300 Add 400 ????
Sph + 200 Presbiopnya +300 =====> Apa dengan lensa Sph +200 Add 500 ????Sph -200 presbiopnya +400 =====> Apa dengan lensa Sph -200 Add berapa ya apa Add 200 ????
Bingungggg ??????
Menurut rekan rekan saya yg buka optik, katanya pengukuran mata dengan kompputer tidak lah akurat alias kurang pas. Apakah benar ???
dan biasanya persentase kurang pas kira kiara brp persen ??? Dan apakah bisa bantu rekomendasikan merk komputer apa yg bisa pas untuk rerfaksi, sehingga tingkat kekurangan dapat diminimize.
Sekali lagi saya sangat memerlukan penjelasan Bapak yg sejelas jelasnya, sebab cuma hal hal yg diatas saja yg saya bingungkan.
terimaksih atas penjelasan Bapak, semoga Tuhan yang dapat membalas kebaikan Bapak. Dan bila saya ke Jakarta, saya ingin ketemu dengan BApak, bila diijinkan.
Baiklah, satu persatu yaaa… sebenarnya saya sangat senang menjawab pertanyaan ini sehingga saya bisa menulis suatu topik. Jadi terima kasih atas ide topiknya, walaupun kalau mau dibuka semua halaman blog saya ini sudah ada jawabannya.
Seorang presbyopia tidaklah sama dengan seorang hypermetropia, yang kelihatannya sama itu hanya ukuran lensa kacamatanya, dan itu kalau yang dibutuhkan sama, padahal seorang hypermetropia itu pasti perlu lensa plus dan itu bisa untuk jalan, setir mobil, lihat TV dan sebagainya layaknya kacamata minus seorang myopia. Sedang seorang presbyopia itu BELUM TENTU dia perlu kacamata plus, sekali lagi seorang presbyopia itu BELUM TENTU perlu kacamata plus. Mohon untuk dibedakan antara Seorang Presbyopia dengan Kacamata baca PLUS. Artinya bisa jadi seorang presbyopia TIDAK PERLU KACAMATA PLUS sama sekali. Coba perhatikan contoh kasus dibawah.
- Si A umur 40 tahun (umumnya perlu ADD +1.00) untuk kondisi presbyopianya.
- Jika untuk melihat jauh si A ini NORMAL (tidak pakai kacamata), maka saat BACA perlu kacamata BACA ODS: S+1.00 D (kasus ini gampang dicerna).
- Jika untuk melihat jauh si A ini adalah Hypermetropia (memakai kacamata misal ODS: S + 0.50 D), maka saat BACA perlu kacamata dengan pilihan:
- Kacamata BACA saja : ODS: S +0.50 + (+1.00) >>> S + 1.50 D , jadi untuk seorang hypeprmetropia yang presbyopia untuk baca perlu ukuran plus yang lebih besar.
- Kacamata Bifokal atau double fokus atau progressive : maka resepnya menjadi ODS : S+0.50 Add +1.00 artinya kacamata ini bisa untuk jalan dan bisa juga untuk membaca sekalugus, untuk pembuatannya nanti dulu yaaa.
- Jika untuk melihat jauh si A adalah Myopia (memakai kacamata misal ODS: S -1.00 D), maka saat membaca bisa jadi:
- TIDAK memakai kacamata, lho kok bisa …? begini…, Saat baca yang diperlukan seorang myopia yang presbyopia ini adalah: ODS: S -1.00 + (+1.00) = S 0.00 D jadi normal alias TIDAK PERLU
- Namun demikian agar tidak repot saat pergantian lihat jauh dan dekat maka ada pilihan berupa kacamata bifokal atau progressive dengan resep : ODS: S-1.00 Add +1.00, serahkan lab pasti jadi.
Kalimat pertanyaan diatas yang perlu diluruskan lagi adalah “Sebab kalau presbiop sudah pasti tidak dapat bawa jalan kan ?”, tolong sekali lagi dibedakan bahwa tidak ada istilah lensa presbyopia, karena presbyopia itu nama keadaan atau ‘kelainan refraksi’ walaupun bisa jadi bukan temasuk itu dan yang pasti bukan lensa, perkara lensa itu nantinya plus itu hanya sebagai TAMBAHAN dari Kondisi koreksi untuk JAUHNYA saja, maka ditulisnya kalau orang itu presbyopia pada resepnya adalah ADD yang atinya tambahan/tambah.
Topik selanjutnya, apakah hypermetropia bisa diperiksa dengan trial lens, sangat bisa dan memang harus diperiksa dengan trial lens kalau tidak punya phoroptor, bagaimana cara memeriksanya …, sama dengan cara memeriksa myopia hanya jalanya ke arah plus dan beberapa penduan lain yang sudah saya tulis di pemeriksaan hypermetropia, coba diklik dan dibaca dulu, yaa…
Lanjut…
“Sph – 200 Presbiopnya +200 =====> Maksud saya di lensa kan tidak ada ukuran tsb, apakah benar kita pergunakan lensa Sph -200 Add 0 ?
Sph +300 Presbiopnya +100 =====> Apa dengan lensa Sph + 300 Add 400 ????
Sph + 200 Presbiopnya +300 =====> Apa dengan lensa Sph +200 Add 500 ????
Sph -200 presbiopnya +400 =====> Apa dengan lensa Sph -200 Add berapa ya apa Add 200 ????
Bingungggg ?????? “
Jangan bingung
Saya berasumsi yang dimaksud presbiopnya di atas itu adalah ADD ya…, dan Add + 4.00 tidak ada. Juga perlu ditekankan bahwa kalau pesbriopia diatas ini dimaksudkan adalah untuk bacanya maka nilai presbiopia untuk hypermetropia HARUS lebih besar, karena TIDAK ada ADD itu MINUS.
Kalau misal seorang myopia S-2.00 dan umur 50 tahun , maka umumnya resepnya adalah untuk jauh S -2.00 dan untuk Addnya sekitar +2.00 maka lensanya bukannya tidak ada, tapi bisa dibuat dengan pilihan seperti jawaban diatas yaaa. Pesen lensa ke labnya adalah S-2.00 Add +2.00 pasti jadi (misal bifokal atau progressive). Jadi lensanya bukan Sph -2.00 add 0, karena add paling kecil umumnya +1.00 kalau 0 yaaa namanya tidak add, khan berarti tidak ditambah apa-apa.
Kalau s +3.00 add +1.00 maka bukan s+3.00 add 4.00, melainkan yaaa S+3.00 Add +1.00 , nah kalau kacamata bacanya = +4.00, lihat urain contoh diatas yaa…
Untuk soal : Sph -200 presbiopnya +400 =====> Apa dengan lensa Sph -200 Add berapa ya apa Add 200 ???? saya menanggapi bagaimana yaaa…, karena resep jenis itu tidak ada artinya add lebih dari +3.00, kalau presbiopia dianggap total bacanya maka seolah ADDnya + 6.00 itu juga tidak ada….
Gimana masih bingung…. he he he dibaca pelan-pelan yaaa… atau kayaknya mending ketemuan deh… ntar acara 5-7 juni 2009 di RSCM jakarta ada seminar tuh..
Alat komputer/ autoref itu sebenarnya dicipatakan untuk refraksi dan harusnya bisa langsung diaplikasikan, namun demikian alat itu kategori pemeriksaan objektif yang tanpa dipengaruhi perasaan manusia/pasien, sedang melihat itu subjektif, jadi walaupun ada autoref/komputer tetap dilakukan pemeriksaan dengan phoroptor atau trial lens. Paling tidak hasil komputer itu sudah mendekati. yang 100 % kayaknya belum ada, jadi yaa wajib di lakukan pemeriksaan subjektif . Kalau yang mendekati tentu merk terkenal lah, ada harga ada rupa da teknologinya. misal Nikon, canon, Topcon dll.
Kalau saya di klinik pakai topcon hampir 98% akurat. he he promosi nih…
Sepertinya sudah semua yaaa… kalau masih ada yang perlu ditambahkan nanti di komentar…..
Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:
rabun sph-0 50 (2), kacamata baca presbiopia miopia (1), maksud myopia hypermetropia (1), persentase kasus miopia (1)Artikel Berikut berkaitan, So Pasti anda perlu tahu juga loh...:
- RABUN DEKAT ALIAS HYPERMETROPIA/HYPEROPIA
- Presbyopia
- Menentukan Add untuk Presbyopia
- Hypermetropia
- Presbyopia TANPA KACAMATA dengan KAMRA – Corneal Inlay








