subscribe: Posts | Comments | Email

Buta Warna Total atau Deficiency Warna Merah – Hijau

5 comments
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

Tes buta warna Sebagaimana saya posting di dua judul tentang buta warna, yaitu tes buta warna dengan ishihara dan layanan tes buta warna secara online.

Nah, untuk melengkapi pemahaman tentang alat tes buta warna yang sudah sangat di kenal (walaupun ada alat lain), yaitu Tes Buta Warna Ishihara yang di di design oleh SHINOBU ISHIHARA M. D., Dr. Med. Sc. Beliau seorang professor Emeritus of The University of Tokyo (Member of the Japan Academy). Maka di sini coba saya uraikan tentang hal-hal yang berhubungan dengan buta warna dan alat tes itu.

Buku Ishihara boleh saya sebut begitu, karena bentuknya yang seperti buka ayng terdiri dari 38 halaman itu memang telah di design sebagai alat tes yag sangat cepat untuk menguji dan mengetahui apakah seseorang mempunyai kelainan deficiency warna dari lahir.

Paling banyak orang yang mengalami deficiency penglihatan warna dari lahir adalah di cirikan pada adanya deficiency warna merah dan hijau yang mana terbagi menjadi dua tipe, yaitu:

  1. Protan, bisa absolut (Protanopia) atau parsial (Protanomalia).
  2. Deutan, bisa absolut (Deuteranopia) atau Parsial (Deuteranomalia).

Pada orang Protanopia pada spektrum cahaya tampak range atau jarak warna merah lebih pendek di banding orang normal. Dan untuk orang normal melihat spektrum warna itu sebagai biru kehijauan atau hijau kebiruan maka pada orang protanopia akan terlihat sebagai warna abu-abu.

Secara keseluruhan pada spektrum cahaya tampak semua namun di bagi dalam dua bagian dan dipisahkan dengan warna abu-abu. setiap area akan tampak sebagai satu kesatuan warna dan hanya dibedakan dengan tingkat terangnya saja pada bagian-bagaian area itu. Untuk warna merah dengan sedikit semburat ungu di gabung dengan wana biru kehijauan akan tampak abu-abu juga.

Pada orang Deuteranopia, bagian warna spektrum yang tampak oleh orang normal sebagai warna hijau maka akan kelihatan warna abu-abu, dan pada range spektrum cahaya tampak dibagi dalam dua area, tiap area akan tampak sebagai satu kesatuan warna. Warna ungu-merah yang dikombinasi dengan hijau akan tampak sebagai abu-abu.

Pada Ptotanomalia dan deuteranomalia, ada bagian dari spektrum itu yang tampak sebagai abu-abu, tetapi bagian abu-abu dalam protanopia akan tampak sebagai keabu-abuan dalam protanomalia. Sedang pada abu-abu pada deuteranopia akan tampak sebagai warna yang lebih dekat dengan abu-abu sekali.

Maka bagian warna dengan warna biru dan kuning akan tampak lebih jelas dibanding dengan warna merah dan hijau. Sehingga alat tes diberikan warna-warna seperti itu.

Pada kondisi deficiency yang sejak lahir, meskipun ini jarang, ada yang benar-benar lemah warna total. Warna seperti merah dan hijau serta kuning dan biru sangat lemah sensitivitasnya, dan hanya warna yang tajam saja yang bisa dipersepsikan, tapi ini hanya pada sensitivitas warna, bukan untuk fungsi tajam penglihatan.

Selanjutnya bagaimana cara menggunakan buku tes buta warna ishihara tersebut.

Sebelum memakai pastikan digunakan pada ruangan dimana sinar yang terang seperti siang hari. Penggunaan di bawah sianr matahari secara langsung dan lampu bisa jadi ada perbedaan pada hasilnya, ini karena sedikit bayangan pada warna.

Jika pakai lampu sedapat mungkin seterang kondisi siang hari, jadi jangan pakai lampu yang redup. Posisi uku tes dengan mata pasien sekitar 75 cm dengan kemiringan yang mengarah pada lurusnya pandangan pasien ke objek itu.  Tes nomer 1 – 25 berupa angka dan semua jawaban harus diberikan dalam waktu paling lama 3 detik. Jika pasien tidak bisa membaca angka maka diberikan pilihan tes mulai nomer 26 – 38 dengan cara menelusuri lintasan mulai dari tanda X sanpai tanda X yang satunya. Setiap melalukan tracking lintasan itu diperlukan  waktu paling lama 10 detik.

Hampir setiap kasus pemeriksaan semua nomer tes itu tidak digunakan semuanya. Untuk no 22, 23, 24 adn 25 bisa diabaikan. Dan dari nomer 1 – 21 itu bisa dikelompokkan, artinya tidak semuanya harus ditanyakan. Misal dari nomer 2, 3, 4, 5 hanya satu saja. dengan group: 6 7 8 9; 10 11 12 13; 141 5 16 17; 18  19 20 21;

itu saja… mengenai kapan itu orang normal atau ada deficiency warna merah hijau atau buta warna tentu tidak bias saya sampaikan di sini, karena ntar di hapalin dan itu juga sepertinya tidak boleh.

Karena contoh satu aja yaaaa… tes nomer 5 : jika dibaca 57 maka normal dan sebagian orang ada yang baca: 35 maka orang ini ada deficiency warna merah hijau dan kalau tidak bisa membaca sama sekali maka orang in buta warna baik lemah ataupun total. Jadai saya tidak bisa menyebutkan semuanya karena itu ibarat kunci jawaban khan.. he he he

Semoga bermanfaat :)

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

tes mata minus (200), tes buta warna ishihara (67), contoh soal tes buta warna (48), alat tes mata (2), alat menentukan buta warna (1), bentuk angka 7 pada tes buta warna (1), cara pakai ishihara (1), cek mata ishihara (1), pengukur buta warna (1)
  1. Saya bisa lihat yang nomor 1 jawabannya 12. Selanjutnya tidak bisa lihat lagi, apakah saya termasuk buta warna total?

  2. Dedy brata permadi says:

    tidak bisa baca tanpa kaca mata dan sk salah menyebutkan warna

  3. Aq minta kunciny dunk,cz aq mau tes kesehtn. . .

    krmin ke jembink_setyawan@yahoo.com

    • @Jembink,
      Sebaiknya anda daftar dan jalankan tes ini aja. Gratis kok…

      Nah, ntar kalau gak ada pesan aneh maka jawaban anda itu benar.

      ma’af saya tidak bisa memberi kuncinya.
      Coba aja berulang kali bisa kok mau berkali-kali.
      :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco