Barusan dapat wall (apa tuh) itu dinding atau coretan dinding atau apalah pokoknya ada yang mencoret dinding saya sehingga saya harus membacanya (maksudnya wall-to-wall on Facebokk)
Memang kadang saya bingung mau nulis apa yaaaa, dan kadang juga kalau udah ada yang nanya salah sutu topik saya sendiri tidak cukup untuk menulisnya maka juga gak di tulis… untuk itu saya mengharapkan para RO atau yang punya artikel yang sesuai dengan blog ini silakan kirim ke saya, nanti saya posting seperti yang telah dilakukan teman kita Anggoro.
Kebetulan ada pertanyaan didinding saya maka saya buat sebagai topik aja…, begini coretannya:
Reza Diaz Kusuma p kastam.bleh tanya tentang.kekurangan dan klbihan kcmata rimles?
Baiklah saya balik menjawabnya yaaa, yaitu kelebihan baru ntar kekurangannya…
Mungkin dari pengunjung lain masih ada yang belum paham kacamata rimless, maka boleh saya tulis sedikit. Kacamata rimless adalah Kacamata dimana tidak ada bingkai yang melingkupi lensa yang terpasang. Jadi lensanya dipegang langsung dengan cara diskrup atau boleh disebut kacamata tanpa bingkai.
Kelebihan kacamata rimless:
- Tentu bingkai sendiri punya berat, apalagi yang model tebal, metal dan sebagainya sehingga dengan rimless, kacamata lebih ringan.
- Secara kosmetik lebih bersih, cool and clean serta elegan
- cara membersihkan mudah
- Serasa tidak memakai kacamata , apalagi dengan multicoating yang sangat bagus
- Bisa dimodel sesuai selera pasien, misal pingin lebih kecil, lebih besar, lebih panjang, bahkan kanan dan kiri beda juga bisa … (udah ada belum yaaa…
- Dll
Kekurangan kacamata rimless:
- Tidak bisa dipasang dengan lensa kaca/glass (umumnya), walaupun saya sendiri sering membuatkan ke pasien kala di melawai jaman dulu, namun itu tergantung kemampuan labnya. Dan pada dasarnya resikonya lebih besar dengan 2 tempat yang harus dibor maka kemungkina berhasil bisa 50 % pecah.
- Perlu hati-hati dalam memakai dan melepas kacamatanya, karena kekuatan utama di skrup, dengan melepas satu tangan maka kemungkinan pecah atau retak lensanya lebih tinggi
- Sering kendor atau longgar di daerah sekrupnya, sehingga sering menyetel
- Proses penyetelan untuk merapikan jika pernah kena benturan lebih sulit untuk membuat simetris, kecuali kepada yang sudah ahlinya.
- Bagian pinggir lensa harus cukup tebalnya, misal minimal 2 mm atau lebih, dan ini sangat tidak cocok untuk ukuran plus dengan diameter kacamata yang besar.
- Tidak cocok untuk lensa yang melengkung, karena posisi temple akan semakin ke dalam (tapi tergantung bagaimana bentuk tautan endpiece dengan lensa)
- Lensa akan terlihat lebih tebal, karena tidak ada yang menutupinya.
- Dalam hal pasien tertentu, jika pinggir lensa dipoles maka akan merasa silau
- Tidak semua bahan plastik kuat, jadi ada bahan yang direkomendaikan artinya ulet untuk bor ini (silakan tanyakan ke optik)
- Tidak boleh menaruh kacamata sembarangan apalagi didalam kantong, bisa dibayangkan khan…
- Dll
Mungkin masih banyak kelebihan dan kekurangan menurut anda, silakan tambahkan di komentar…
Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:
jenis mesin faset briot (10), kelebihan dan kekurangan kacamata rimless (3), kelebihan dan kekurangan kaca mata (2), minus 4 kacamata rimless (1), kelemahan kacamata minus (1), kelemahan dan kelebihan usaha optik (1), kelebihan dan kekurangan memaki kacamata (1), alat - alat optik beserta kekurangan dan kelebihan (1), kelebihan alat optik (1), kacamata frameless murah (1), tanya frameless batas ketebalan lensa (1)7 Responses to “Kelebihan dan Kekurangan Kacamata Rimless”
Leave a Reply
Komentar ke FB
Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas





















bagian frame yang berfungsi utk memegang lensa adalah rim,jadi kalo kacamata ato frame yang lensanya di bor disebutnya rimless
@ahmad syidad,

Bukan rimless kalee, tapi frame less
@bhor,
Kelihatannya maksudnya sih sama, namun jika kita cari di google dengan kwyword “Rimless” maka jutaan halaman di temukan dan sepertinya mengarah kepada bentuk kacamata yang tanpa bingkai. Memang bingkai itu Frame dan kalau tanpa bingkai itu berarti Frameless.
Sedang kalau kita cari di google dengan keyword “Frame less” walaupun ada ratusan juta namun tidak mengarah ke kacamata melainkan ke arah bangunan kayak jendela dan sebagainya…
Begitu juga jika “Frameless” isinya mengenai jendela, partisi dan sejenisnya dari sekitar jutaan aja.
So……?
jadi….
@pak kastam,
thx a/paparannya,pastinya sgt membantu,,,terus terang sebenarnya hal ini sering saya temui,krn rasa penasaran saya..tetapi karena efeknya yang mungkin bisa di kompensasi dgn penyetelan dan dlm hal ini customer bisa berkompromi dgn lensa spt tsb d atas,sehingga hal ini tidak mengemuka,,,,
setuju pa’,,,,besar atw kecil optik,otomatis ataupun manual kuncinya adalah sdm,,,,GBU thx
aloo pak kastam,,,
tentang profil pak kastam,,,mungkin sy sdh tahu banyak….
sy ingin menanyakan tentang lensa progressiff,,,,terkadang saya menemukan km,,dimana marking merk pada bagian nasal, terkadang beda antara Lensa R dan L(ada marking yang lebih dekat dgn Rim) padahal mpd yang diorder sama,,,,,apakah hal tersebut bisa berpengaruh banyak pada pemakaian km tsb??(KM di order di optik besar dgn edging otomatis),,yang kedua apa konsekuensinya jika lensa progressif yang di order di edging secara manual,,,,hal2 apa yang harus di perhatikan untuk memotong/edging lensa progressif secara manual,,,,thx
@david,
Kalau memang MPD itu sama maka semestinya jaraknya juga sama. Maka jika ternyata terpotong beda itu ibarat fokus yang di dapat tidak tepat atau lurus dengan fokus mata pemakai dan tentu akibatnya kalau lensa itu progressive antara lain, ada daerah yang terasa sempit terutama daerah baca atau sedangnya.
Untuk daerah baca misalnya tergeser ke dalam dibanding seharusnya maka akan enak jika kacamata itu di geser ke luar atau pasien akan merasa enak kalau agak melirik ke dalam.
Walaupun mesin otomatis kalau ngeblok lensanya salah juga salah ataupun saat memasukkan datanya salah maka juga salah.
Kalaupun manual jika data disesuaikan yaa jadinya benar.
Yang harus diperhatikan saat edging progressive antara lain:
Perhatikan lensa itu R atau L karena dari pabrik udah dibuat beda.
Perhatikan MPD pasien
Perhatikan PV pasien.
selebihnya sama dengan potong lensa single.
Semoga membantu.