Apakah Kacamata Baca Sama dengan Hypermetrop?
Pukul 11.30 PM (malam) saya dapat email dari bapak kita yang berada di jauh sana di wilayah barat Indonesia. Bapak yang satu ini memang ingin sekali mengetahui lebih jauh dan lengkap mengenai dunia perkacamataan dan seputarnya, sayangnya di sekitar beliau belum ada kampus ARO dan untuk pergi ke daerah yang ada kampus AROnya tidak bisa meninggalkan kesibukan sehari-hari.
Karena saya pikir, bisa jadi ada yang masih perlu penjelasan serupa maka email saya jawab via posting aja, biar bagi yang belum paham betul bisa lebih paham dan bagi rekan yang sudah tahu atau ada ilmu yang lebih bisa menambahkan di komentar nanti. Inti pertanyaannya adalah antara kacamata baca dan ADD serta rabun dekat, juga bagaimana meentukannya. Isi emailnya adalah sebagai berikut:
Mohon petunjuk apakah Kacamata baca sama dengan hipermetrop ?
Sebab saya bingung, ada lensa disebut dengan istilah ADD yg artinya untuk lensa baca saja, apa itu disedut dengan rabun dekat ?
Bgm menentukan lensa untuk Sph – dan ada Add nya ?
Mohon penjelasan,
Trims
Cukup panjang sebenarnya kalau di jawab semua, namun saya yakin hampir semua pertanyaan itu sudah saya posting dan sampai saat ini sudah ada hampir 287 judul artikel, 16 halaman dalam 40 kategori dan 701 tag serta 1.411 komentar, dari semua itu ada kata-kata atau kalimat yang mambahas dari pertanyaan di atas.
Tapi bolehlah biar langsung di fokusnya yaaa… saya harap semua tulisan warna merah di bawah dikunjungi , karena itu adalah bagian dari penjelasannya atau merupakan link ke penjelasannya.
Apakah kacamata baca sama dengan hypermetrop (Hypermetropia)? . Untuk menjawab ini sebenarnya adalah dua hal yang berbeda, maksudnya dalam kontek membandingkan hampir beda aliran, namun memang hampir juga satu aliran.
Gini, kita harus mulai dengan pengertian kelainan refraksi, selanjutnya kita harus bahas refraksi/periksanya, kemudian kita harus bahas mengenai jenis kacamata yang akan dibuat untuk hasil refraksi itu. Karena sekali lagi terlau panjang maka intinya… (iki kok mbulet aja yaaa
).
Jawabnya beda, hypermetropia itu kelainan refraksi sedang kacamata baca itu di berikan untuk orang yang Presbyopia. Kebetulan ada kalanya seorang hypermetrop dan sudah presbyopia, maka dia bisa jadi memakai kacamata baca yang ukurannya plus saja atau jadinya kayak kacamata baca saja. Namun orang normalpun bisa juga pakai kacamata baca saja dengan ukuran plus juga dan untuk orang myopia bisa jadi memakai kacamata baca saja dengan ukuran plus atau minus, tergantung besarnya ukuran jauhnya.
Jadi Hypermetropia koreksinya memang selalu plus sedang kacamata baca tidak selalu plus. Orang hypermetropia meskipun disebut rabun dekat namun sebenarnya dalam pemeriksaannya juga menggunakan target jauh, namun akan semakin mempunyai keluhan yang hebat (susah baca) jika seorang hypermetropia sudah kena presbyopia misal umur diatas 40 tahun. Sedang kacamata baca hampir selalu plus, namun ada juga yang minus, ini terjadi jika koreksi sorang myopia lebih besar dari ADD yang diperlukan dan bisa jadi di kacamata baca ada nilai cylindernya bagi orang astigmat yang sudah presbyopia.
Untuk pertanyaan baris kedua…, ADD itu bukan lensa baca saja, karena sebenarnya lensa baca saja adalah gabungan dari koreksi jauh ditambah ADD (yang besarnya, umumnya sejalan dengan usia) dan itu bukan diistilahkan rabun dekat, meskipun orang yang memerlukan kacamata yang berADD itu untuk melihat dekatnya adalah rabun, karena istilah rabun dekat itu sama dengan Hypermetropia.
Jadi ADD (english) itu adalah Tambahan (Indonesia), yang artinya sebagai tambahan atas kacamata pada koreksi untuk melihat jauhnya, walaupun jauhnya normal.
Pertanyaan ketiga…, terlalu panjang lho pak…, tapi bapak bisa baca untuk memeriksa dan mencari atau sampai menemukan Sph - . atau juga memeriksa dan sampai menemukan SPH +
Juga untuk mencari dan menentukan ADD nya sudah pernah saya bahas. Tapi kalau maksud pertanyaannya adalah menentukan lensa (bukan resepnya) maka itu akan dibuat olehlab dengan model bifokal taua progressive dan semua juga sudahsaya bahas.. silakan di cari di kotak pencarian di kanan atas, ketik aja : misa: add, progressive, bifokal dan sebagainya satu kata- satu kata.
Semoga bermanfaat bagi penanya dan kalau masih belum jelas di komentar saja yaaaa…
Terima kasih
Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:
penyakit mata hypermetrop (14), Kacamata baca (8), KACA MATA BACA (1), kaca mata baca plus (1), kacamata b aca (1)Artikel Berikut berkaitan, So Pasti anda perlu tahu juga loh...:
- Pakai Progressive Tidak Bisa Baca
- Susah Baca saat Umur 40 Tahun
- Mencuci Kacamata dengan Optosonic
- Contoh Proposal Kerja Sama dengan Rumah Sakit
- Mengapa Ukuran Sama tapi Beda Jelasnya









jadi, presbyopia tidak sama dengan hypermetropia..
thanks..
Anda benar mas, jadi bukan setahu saya atau anda, jadi harus yakin memang begitu.
Sengaja saya tidak menjelaskan pengertiannya, karena saya sudah posting di berbagai artikel sebelumnya. Setiap link warna merah itu adalah linknya.
memang kacamata minus untuk melihat jauh, namun karena anda mungkin kalau tidak pakai kacamata ada objek yang anda paksa ingin tahu sehingga membuat lelah mata dan berimbas jadi pusing.
Karena pusing dan lelah dalam berhubungan dengan kacamata ada istilah astenopia, itu karena ada ukuran kecil yang tidak dikoreksi.