Isi Pulsa dengan Handphone anda sendiri!!!
Powered by MaxBlogPress 

 

Bentuk-Bentuk Riya’

2

By Kastam in Religius on 04-05-2009 | view : 663 kali | share on facebook

Tags: , , , , ,

infaq, sedekah, amal Tulisan ini adalah rangkuman dari ceramah dhuha pada minggu pertama bulan April 2009 di Masjid Agung Sunda Kelapa dengan pembicara Syeckh Ali Shaleh Muhammad Ali Jabir al-Madani.

Topik yang dibawakan adalah Bentuk-Bentuk Riya’  yang bisa saja terjadi pada diri kita bahkan bisa dipastikan pernah terjadi pada diri kita dimana hal itu termasuk penyakit hati yang bisa merusak pahala amal kita bahkan menjadikan amal kita tidak diterima oleh Allah SWT.

Ibadah kita antara zahir dan bathin masih sangat jauh. Kebanyakan ibadah kita itu hanya zahirnya saja, baik sholat, puasa, sedekah dan sebagainya. Kita belum bisa atau belum tahu cara menyambungkannya dengan aspek batin. Intinya yang diharapkan adalah ketika zahir kita beribadah maka batin kita juga ikut beribadah.

Salah satu bentuk ibadah hati adalah ikhlas, dan yang mengganggu ikhlas adalah riya’. Tetapi sebenarnya itu bukan dari batin kita, melainkan dari luar. Selama kita masih bisa menjaga ikhlas dalam hati, kejahatan yang datang dari luar seperti riya tidak bakal masuk.

Sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya amal itu bergantung pada niatnya.” Artinya jaga niat kita saat mengerjakan sesuatu. Niat itu letaknya ada didalam hati, bukan di lisan. Ibadah yang niatnya salah tidak akan sampai kepada Allah, melainkan akan dilempar kembali ke mukanya.

Asal mulanya, hati kita itu baik. Tetapi kebaikan hati itu bisa rusak oleh hal-hal dari luar, misalnya riya’. Riya itu ada 20 macam, kalau salah satu dari 20 itu masuk ke dalam hati, maka ikhlas bisa rusak.

  1. Menceritakan amal. Menceritakan amal bisa merusak pahalanya, walaupun pada awalnya amal itu dilakukan dengan ikhlas. Misal ada orang sholat malam, siangnya di kantor dia terlihat mengantuk. Lalu saat ditanya oleh temannya, kenapa kamu mengantuk saja? Dia menjawab, tadi malam saya sholat tahajud. Nah, yang demikian itu bisa termasuk riya’ dan merusak pahala sholat malamnya. Waktu sholat malam, tidak ada yang tahu kecuali dia dan Allah. Ketika siangnya dia bercerita kepada orang lain, kemungkinan besar niatnya adalah ingin dipuji. Ingat, kita tidak boleh berharap pujian dari manusia. Hanya dari Allah kita boleh berharap pujian. Begitu juga misal kita sedang puasa senin kamis, jangan ceritakan kepada orang lain. Sabda nabi: “Aku lebih mengkhawatirkan riya daripada fitnah masihid-dajjal.” Tetapi bukan berarti kita tidak boleh menceritakan kebaikan kita kepada orang lain. Khususnya menyangkut amalan sedekah. Sebagaimana Allah berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 271. Tentu sedekah yang misalnya diumumkan itu hanya bertujuan untuk menggugah yang lain agar ikut bersedekah, namun jika minta namanya disebut maka itu termasuk riya’
  2. Mengakui sesuatu yang tidak pernah dilakukan. Misalnya, dia bercerita bahwa tadi malam dia bermimpi Nabi Muhammad SAW, padahal sebetulnya mimpi itu tidak pernah dialami. Dan cerita-cerita yang lain.
  3. Riya yang muncul setelah ikhklas. Misal dia berinfak 100 juta untuk masji, lalu dia mendengar orang-orang bercerita betapa terpujinya dia telah menyumbang uang 100 juta. Karena senang mendengar pujian orang itu maka minggu berikutnya dia menyumbang lagi 100 juta. yang pertama infaqnya ikhlas, tapi yang kedua tidak ikhlas.
  4. Mirip yang ketiga, yaitu awalnya ikhlas, muncul riya, lalu dihentikan perbuatan itu. Ini bisa jatuh syirik. Meninggalkan suatu kebaikan karena manusia, itu riya’. Melakukan sesuatu karena manusia itu syirik. Sedang ikhlas itu ketika kita selamat dari riya dan syirik. Kita melakukan kebaikan bukan karena manusia, tak perduli ada manusia atau tidak, kita tetap berbuat baik.
  5. Menunjukkan ibadah dengan cara tidak langsung. Bagaimana itu..? Misal saya duduk di masjid dan berdikir pelan sekali, ketika itu cuman sendirian, terus ada orang datang, lalu saya mengeraskan dzikir saya agar terdengar oleh yang baru datang, maka itu termasuk riya’.
  6. Mendemonstrasikan tawadu’. Tawadu itu sebenarnya baik, yaitu meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat di dunia.jadi bukan menghina diri, Kalau kita mampu, Allah suka meihat tanda-tanda bekas nikmat-Nya pada diri kita. misal dalam berpakain, pakailah pakaian yang sesuai jenisnya, pantas dan tidak berlebihan. Yang riya misal dia sebenarnya orang mampu dan kaya, namun agar dipandang zuhud dan tawadu, dia berpakaian tidak rapi atau memakai pakaian yang tidak pantas. Berpura-pura tawadu itu juga riya’.
  7. Suka membuka aib orang lain. Sabda Nabi: “Barangsiapa berusaha membuka aib seorang muslim, Allah akan membuka aibnya walaupun didalam rumahnya sendiri.
  8. Untuk selanjutnya sampai yang ke – 20 belum sempat disampaikan karena sangat panjang sekali dan waktunya tidak cukup…, silakan dicari sendiri yaaa…

Setan tidak pernah membiarkan kita khusyuk dalam ibadah. Dalam hal ini, setan akan membiarkan kita khusyuk. Saat kita menonton sinetron kita syik dan khusyuk dalam sinetron itu, tapi saat sholat pikiran kita melayang kemana-mana.

Semoga bermanfaat.  :)

Popularity: 4%

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

macam riya (6), macam-macam riya (6), contoh riya (4), bentuk riya (4), 2 macam riya (3), ARTIKEL RIYA (3), contoh riya niat (2), macam-macam riya dalam islam (2), cerita tentang riya (2), cerita riya (2)

Mungkin anda juga tertarik dengan kata kunci Populer dari mesin pencari berikut?


tes buta warna (651), penyakit mata (515), cara mempercepat koneksi internet (399), anatomi mata (389), contoh surat perjanjian kerjasama (362), cara mempercepat akses internet (310), contoh surat perjanjian (310), surat perjanjian kerjasama (299), pterigium (175), tes buta warna online (166), anatomi mata (139), contoh proposal kerjasama (104), cara mendidik anak yang baik (102), contoh surat kerjasama (101), mempercepat akses internet (84), penyakit pada mata (84), proposal kerjasama (83), test buta warna (82), mata manusia (78), contoh surat permohonan kerjasama (74), mata merah (65), Pengertian Akomodasi (60), hukum donders (60), software mempercepat koneksi internet (54), keratitis (53), frame kacamata (50), cara mendidik anak dengan baik (46), kornea (45), anamnesa (45), wallpaper handphone (44), contoh surat perjanjian kerjasama bisnis (44), fungsi kacamata (44), contoh perjanjian kerjasama (42), surat perjanjian kerjasama usaha (42), contoh surat perjanjian bisnis (40), surat kerjasama bisnis (39), lensa kacamata (38), obat tradisional katarak (37), free wallpaper hp (36), alat tes buta warna (36), artikel alat optik (36), contoh surat proposal (35), pterigium adalah (35), contoh tes buta warna (34), contoh surat kerjasama usaha (34), contoh proposal kerjasama dengan perusahaan (34), contoh surat perjanjian kerja sama (33), test buta warna online (33), buku tes buta warna (32), Harga 1 day acuvue moist (32), contoh surat izin kerja (30), contoh Proposal (29), acuvue moist (28), lapisan kornea (28), tes buta warna online gratis (27), hordeolum (27), free download wallpaper handphone (26), lensa kacamata (26), proposal kerjasama perusahaan (26), FRAME KACAMATA TERBARU (26), BAGIAN KACAMATA (26), proposal kerja (26), pengertian daya akomodasi (25), contoh surat permohonan kerjasama (25), operasi lasik (24), buta warna tes (24), proposal kerja sama (24), astigmatisme (24), harga lensa kacamata (24), jual kacamata online (23), contoh surat kerjasama bisnis (23), surat izin kerja (23), gerak bola mata menurut hukum donders (23), handphone cina (22), ablatio retina (22), obat katarak tradisional (22), harga acuvue moist (22), lensa polarized (22), periksa mata (21), surat ijin kerja (21), ablasio retina (21), akomodasi adalah (21), surat permohonan kerjasama (20), buku buta warna (20), pinguekula (20), harga lensa essilor (20), ulkus kornea (20), bagian bingkai kacamata (20), softlens harian (19), soal tes buta warna (18), lensa essilor (18), jabatan fungsional pns (18), surat perjanjian bisnis (18), gerak bola mata menurut hukum donders (18), penggosokan lensa (17), perjanjian kerjasama bisnis (17), contoh surat proposal kerjasama (17), alat optik (17), contoh perjanjian kerjasama usaha (17), jual kacamata (17)

Melihat tanpa kacamata

Tidak ingin ketinggalan artikel baru, .

Cara Mudah bantu saya. Kunjungi link di bawah.


2 Komentar pada “Bentuk-Bentuk Riya’”

Bahan renungan yg sangat bermanfaat. Dari beberapa jenis kemusyrikan, riya’=syirik kecil. Sekecil apapun kemusyrikan itu tetap saja intinya men-2-kan ALLAH SWT. Ujung2nya tau sendiri khan? Naudzubillah…

Tanggapi Komentar ini

setidaknya menginggatkan kita bahwa ihklas itu tak mudah….! ad 3 tahapan, sebelum, saat dan sesudah, yg smuanya butuh tadribat trus menerus.

Tanggapi Komentar ini

Katakan dengan tulisan... di sini

[+] kaskus emoticons nartzco



Semua tulisan yang ada dalam situs ini hanya sebagai informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya, kecuali tugas RO. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit, kecuali memang sama dengan saran dokter. Jika anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda. Semua pendapat komentar oleh selain saya, adalah tanggung jawab sang pemberi komentar. Sedang komentar saya bersifat informatif, tentang kebenaran informasi itu mohon di cross check lagi sebagai bahan second opinion. Selengkapnya di Disclaimer Optik Online dot Info

Switch to our mobile site