Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

clip_image002

Era PAL (Progressive Addition Lens) telah berkembang ke arah teknologi “Individual Lens”. Ya, ini saatnya PAL yang beradaptasi dengan mata, bukan sebaliknya. Sebut saja vendor-vendor besar seperti Hoya Lens dengan Hoyalux iD dan fD-nya, Essilor dengan Varilux Ipseo dan Physio-nya, Rodenstock dengan Impression dan Multigressiv MyView serta ILT-nya, SOLA dengan SOLAOne-nya, Carl Zeiss Vision dengan Gradal Individual dan Short-nya, Nikon dengan Nikon W Aberration Filter-nya dll senantiasa berlomba-lomba menggusur area “unwanted radial astigmatism” (lazim disebut daerah distorsi) yang kerap menjadi musuh utama pemakai PAL.

Bagi rekan-rekan RO atau asisten RO yang telah mengantongi jam terbang tinggi tentu tak asing lagi menghadapi keluhan pasien yang merasa ‘PAL-nya koq masih kurang nyaman dipakai’. Trik dan tips penyetelan maupun trouble-shouting-nya mungkin sudah pernah diposting oleh mas Kastam via blog ini. Jadi anggaplah artikel ini sebagai pelengkap dari materi sejenis yang sudah pernah tayang, karena PAL, bagaimanapun adalah lensa yang unik, inovatif dan tak kan pernah habis untuk diulas.

Berikut ini beberapa tips fitting PAL yang sempat saya rangkum berdasarkan pengamatan, pengalaman, saran dari para senior, literature serta seminar terkait. Bila ada tambahan, monggo di-komen saja.

  1. Lensanya:
    • Batasi pilihan PAL yang anda tawarkan, cukup pilih 3 atau 4 jenis saja yang benar2 anda kuasai dan terbukti “ampuh” bisa dipakai oleh hampir setiap orang. Ini penting untuk mengatasi masalah bila ada keluhan di kemudian hari.
    • Buat klasifikasi PAL berdasarkan ‘kelasnya’, misalnya ditinjau dari aspek disainnya (spt. free form/individual PAL; PAL yang dibuat khusus untuk jarak menengah-baca; atau PAL yang disainnya standar), panjang-pendeknya koridor/umbilical line-nya (short, medium atw long?), kebutuhan pasiennya (mis.: banyak baca dekat atw untuk di luar ruangan?) dll. Masing-masing PAL tentu punya karakter sendiri2, setuju?
    • Harga. Wah, yang ini agak2 sensitif rupanya. Bicara harga, buat pembeli tentu inginnya mendapatkan barang yang semurah mungkin tapi kualitasnya ok. Memang banyak PAL yang beredar dengan harga ekonomis di pasaran sekarang, tapi bagaimana dengan kualitasnya? Ingat, sekali gagal, pasien biasanya akan berpikir 1001x untuk mencoba lagi. Kasus seperti ini sering terjadi dan akhirnya pasien beralih ke bifokal lagi (yaaah…degradasi deh!). Jadi jangan ambil resiko! Penjelasan yang logis plus negosiasi yang fleksibel mudah2an bisa mendongkrak motivasi pasien dalam memilih PAL yang cocok; ya mutu – ya harga.
  2. Framenya:
    • Frame yang dimaksud adalah semua jenis frame yang termasuk ke dalam kategori ideal untuk pemasangan PAL, terutama ‘dimensi B’-nya (vertical frame). Sesuaikan dengan batas tinggi minimum vertical frame seperti yang direkomendasikan oleh masing2 produsen PAL. Caranya sangat mudah; ukur jarak vertical frame kemudian letakkan frame pada cetakan gambar contour plot/remarking chart sesuai dengan jenis PAL-nya. Perhatikan bagian2 yang kritis seperti titik rujukan utama untuk area penglihatan jauh dan dekat. Usahakan bagian2 tersebut tidak terpotong atau berkurang areanya.
    • Pilih frame yang mudah di-stel terutama di bagian nosepad dan endpiece-nya, mengapa? Karena pengaturan tinggi-rendahnya PV (Point of Vertical) maupun luas lapang pandang (via sudut panthoskopik) acapkali di-stel pada bagian tersebut.
    • Stel frame terlebih dahulu dan sesuaikan dengan anatomi pemakainya. Ini yang disebut dengan penyetelan penyesuaian. Langkah ini sangat dianjurkan sebelum frame terlanjur masuk lab. untuk proses edging. Poin2 yang wajib diperhatikan antara lain jarak vertex, sudut panthoskopik, sudut faceform, MPD (Monocular Pupil Distance) dan PV. Saya pribadi sedang membiasakan diri dalam pengukuran MPD dibanding PD:2. Monggo, simak kembali postingan mas Kastam tentang pengukuran PD dan MPD.
  3. Pabrikan/lab. optiknya :
    • Berhubung fitting PAL memerlukan tingkat akurasi yang tinggi maka sebaiknya kita memilih lab. optik yang benar2 terjamin mutunya. Jaminan kualitas tersebut bisa kita lihat dari hasil proses pembuatan lensa (surfacing), proses pemasangan (edging), sampai dengan garansi purna jualnya.
    • Verifikasi semua data yang telah kita berikan dengan hasil output dari lab. Gunakan lensmeter, PD meter penggaris dan remarking chart untuk memastikan bahwa semua data yang diberikan sudah sesuai pesanan. Perhatikan pula kondisi lapisan lensanya. Jangan sungkan untuk mengembalikan PAL yang tidak sesuai pesanan ke lab. yang bersangkutan sebelum kita dikomplain oleh pasien.
  4. Pasiennya:
    • Komunikasi. Mungkin ini kata kuncinya. Dapati sebanyak2nya informasi mengenai kebutuhan pasien akan lensa ini. Perhatikan apakah pasien tersebut termasuk ke dalam kandidat PAL yang pro atau kontra-indikasi. Input yang menjadi dasar pertimbangan pemakaian PAL biasanya ditinjau dari : hasil refraksi dan analisisnya, riwayat pemakaian PAL sebelumnya (bila sudah pernah pakai), profesi, hobi,kebutuhan akomodasi pada jarak kerja yang didominasi oleh penglihatan jarak dekat serta pengalaman ketidakpraktisan saat memakai lensa bifokal maupun SV. Usia? Tentu saja.
    • Simulasi. Kurang afdhol rasanya bila penjelasan mengenai PAL ke pasien hanya sekedar “bla bla bla” belaka alias omong doang. Sedikit kreativitas boleh jadi membantu anda dalam memberikan pemahaman kepada pasien yang masih awam tentang lensa ini. Kita bisa gunakan alat peraga seperti gambar, brosur, sampel lensa atau sarana multimedia yang lain untuk memperkuat penjelasan PAL yang ditawarkan. Perlu dicatat, bahwasannya efek visualisasi/image ternyata lebih cepat dicerna ketimbang kata-kata.
    • Ekspektasi. Bagaimanapun PAL bukannya tanpa cela. Memberikan harapan yang terlalu melambung bakalan jadi bumerang buat kita. Perjelas dan pertegas hakikat PAL kepada pasien akan segala kelebihan dan kekurangannya (spt. adanya swimming effect, korelasi antara gerak rotasi mata dengan gerakan kepala, dll). Teknik perbandingan ‘apple to apple’ akan sangat membantu pasien menentukan pilihan PAL yang sesuai. Melalui teknik ini pasien kita ajak membandingkan PAL yang pernah dipakai sebelumnya dengan disain PAL terbaru yang kita tawarkan. Itu bagi yang sudah pernah mencobanya. Buat pasien pemula mungkin bisa melalui teknik perbandingan ‘apple to rambutan’ misalnya (ini istilah saya sendiri…), maksudnya head to head antara PAL vs bifokal atau SV. Masih ingatkan plus-minus dan karakteristik ketiga lensa tersebut?
  5. Pemasangnya :
    • SDM. Sebaik apapun PAL-nya, tanpa sentuhan seorang RO atau asisten RO yang mumpuni niscaya hasilnya akan kurang maksimal. Agar bisa maksimal diperlukan pengetahuan dan kemampuan dasar, seperti mampu menganalisis hasil refraksi, mengetahui seluk-beluk PAL dan menguasai dasar2 teknik fitting/penyetelan serta permasalahannya. Selebihnya adalah jam terbang yang membuat seorang RO atau asisten RO makin berpengalaman. Oh ya…jangan lupa ‘Practice makes Perfect’.

Semoga bermanfaat.

Di tulis asli by anggoro…. sebagai Guest Writer on www.optikonline.info

Anda punya artikel dan mau menjadi Guest writer di sini?. Kirim tulisan anda dan email ke : Kastamonline[at]Gmail.com.

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

ciri varilux asli (1), kiat kiat sukses di optik (1), lensa zeiss/sola di jakarta (1)

Belum punya Paypal... Daftar/Klik logo bawah... Free

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

9 Responses to “Tips Sukses Fitting Lensa Progressive (PAL)”

  1. Wahyu Raharja says:

    Tulisannya menarik dan sangat aflikatif. Kalau boleh saya tambahkan bagaimana kalau setiap pasien ada kemungkinan memakai lebih dari satu jenis lensa progressive, tergantung akfifitasnya apakah kerja atau rekreasi. Karena pengihatan jelas pada semua juga dibutuhkan pada aktifitas rekreasi. Misalnya tuk melihat waktu jam, membaca sms, komputer, bbman, face book an.

  2. mw tanya tentang progresif untuk anak. yg bisa menghambat pertumbuhan miopia..bisa di posting ga???
    makasih.

  3. widie says:

    Thx buat infonya, ditunggu info info lainnya

  4. wah
    sangat bermanfaat
    =)

  5. wah…
    saluuuttt bwt pak kastam,,infonya bs bwt referensi sy..

  6. makasih banget tips suksesnya pak, hal ini sangat bermanfaat tidak hanya bagi customer tapi juga bagi tenaga optik. kami tunggu tips sukses berikutnya…

  7. Soegeng Ibrahim says:

    Mas Anggoro.

    Appreciate….!! sarat dengan makna.
    Kembali ke manusianya.

    Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco