Ini blog memang hampir lari dari topik, tapi gak papa, soalnya blog ini juga hampir jadi blog pribadi saya, maksudnya sekalian cerita tentang sebagian saya…, biar gak tegang dengan ilmu optik terus, meskipun ilmu optiknya juga disampaikan dengan gaya santai aja.
Kunjungan pertama ke dokter gigi di CRLS memang di diagnosis lubang pada nomer 7 bawah dan undah ditambal pada kunjungan ke-3. Kirain urusan gigi dah beres, nggak ngilu dsbnya, ternyata hari sabtu minggu kemarin, sakit banget…., dan pergi kemana-mana gak ada dokter gigi (maksudnya ke RS, bukan mall atau pasar). Terus akhirnya ke klinik 24 jam gitu di beri obat anti nyerinya, dan malem harinya baru ke dokter gigi yang di RS THMR, ternyata oh ternyata ada gigi yang di atas kiri saya atau kanan anda nomer 8, (inget iklan partai di TV, Pojok Kanan ataS, nomer 8 aja), lubangnya besar dan bukan hanya lubang tapi ‘krowak’ bahasa jawa mode on.
sehingga dokter cewek ini drg. L, sarankan HARUS di cabut, nggak bisa di TAMBAL. Karena kayaknya ini akan susah kali maka di rujuk ke suaminya yang juga dokter gigi yaitu drg. AF, e e ebener beliau memang berbadan besar dan kelihatannya kuat gitu
Hari kamis kemarin telah tiba, saya pulang dari kantor jam 18.15 an dan sampai rumah langsung makan malam dulu, karena pesan drg. L harus makan dulu,berarti habis di cabut gak bisa makan apa-apa dong, betul.
Saya berangkat sendiri, karena istri masih tugas, jam 19.00 jalan dan sampai sana jam 19.15, daftar dan tunggu, karena dokternya masih ada pasien, saya nomer urut 2, tapi bukan partai lho.
Begitu masuk ruangan, saya lepas jaket dan ngobrol dulu, malem dok greeting saya, dokter meriksa status saya yang dulu dengan catatan mesti diCABUT, saya nawar…, gak bisa di tambal aja dok..? , kemudian kata dokter, Gak bisa nih, nih di status kata dokter kemarin mesti di Cabut, jadi…, coba saya lihat dulu….
Saya tidur di tempat kursi yang periksa, ditidurkan tapi bukan di tiduri…, lampu dinyalakan dan alat panjang dan bulat masuk ke mulut saya, ha ha ha…. Apa kata dokter..? MESTI CABUT…., serem gak ya…., saya masih nawar…. tambal aja dok. debat dokter lagi…: Percuma pak, kalao ditambal ntar lepas-lepas dan susah posisinya. Jadi ok yaa di cabut… dengan terpaksa saya bilang ok deh dok……..
Langsung seorang suster mengambil papan jalan berisi form informed concern, persetujuan untuk operasi atau tindkan medis, saya isi data dan gak sempet baca, gimana sempet udah di atas kursi operasi. Saya tanya… ini tindakannya di isi apa dok ( karena rupanya itu dibuat masal untuk semua tindakan di RS itu) kata dokter lewatkan saja nanti saya yang ngisi…., nah kalau ntar di tindak yang tidak sesuai gimana…? ( secara legalnya gitu) tapi biarkan dan percaya aja deh.
Greeeeeng…. mulailah operasi di lakukan, jam di atas dinding saya lihat 19.30 an, lampu kembali di nyalakan handscone udah dipakai dokternya, jarum suntik saya udah di pegang, dokter bercakap-cakap sejenak dengan suster assistennya…, mulailah di lap semua ruang gigi dengan kapas yang udah ada antisepticnya, mungkin betadine, disuntik sekitar 5 tempat untuk anestesi atau biusnya biar baal. Mulut perlahan – lahan mulai tebal dan saya pegang pipi saya juga hampir gak kerasa, dokter berhenti intervensi sejenak biar obat bekerja dengan sempurna. Setelah itu di tes dengan di tekan, ini sakit pak, saya diam, lha wong mulutnya di pegang suruh ngomong, khan susah, trus di tekan lagi daerah yang gak di bius, aaaauuugh…, sakit… berarti udah baal daerah biusnya.
Dokter bawa semacam obeng…, air liur di ‘suction’ oleh suster…, mulai di congkel itu gigi yang ada di atas belakang…, huuuuuuuck… gak bisa, keras sus, kata dokter… saya di suruh tenang, rileks pak, kalau tegang ototnya megang trus jadi susah…, saya lemaskan badannya, tapi memang kayaknya badan saya udah lemas, kepala dan sekitar mulut tegang.
Pakai alat lain,… di congkel lagi kayak mau ambil paku dalam beton dan ngeluarkannya dengan di congkel…, masih gak bisa, padahal itu udah pakai tenaga dokter yang beratnya kira-kira 80 kg dan tentu tenaganya kuat, masih gak bisa, apalagi dokter cewek yaaaa…
Akhirnya sepertinya pakai tang, di tarik, …. klothak…, bunyinya mbreset, di ulang lagi…. (dalam hati wah bandel banget tuh…. gigi, makanya mestinya jangan di cabut…. pikir saya). Ada yang jatuh mau masuk di tenggorokan saya rupanya, sehingga saya hhhhuuuueeeeckk… hhhuuwwweeekkk, mau muntah.
Mungkin 5 kali tarikan dan akhirnya bisa lepas, pas mau lepas, handphone di saku bunyi sms dengan nada dering surat Adh-dhuha, tangan saya coba mencet sembarang tombol biar berhenti, tapi susah, akhirnya sampai akhir ayat itu berbunyi selesai dan gigipun udah di cabut.
Sebelum gigi diambil saya sempet mau buang air ludah, saya kira belum bisa dicabut, dokter bilang….. tunggu pak, udah lepas nih, tinggal di ambil aja…. Dhelllllll…. udah deh, bolong tuh ruangannya.
Selesai sudah jam 19.50 an selesai dan daerah gigi yang dicabut di beri kapas, e e e ternyata bukan kapas tapi kasa dan saya di beri cadangan 5 bundel kecil untuk gantinya. Gigit kapasnya yaaa pak, 1 jam di lepas semua, jangan ada kapas lagi.
Nah, sekarang saatnya mikir dompet…, keluar ruang operasi maunya ludah melulu, tapi katanya jangan sering meludah, padahal darahnya keluar terus. Map Merah berisi rincian biaya saya intip dikit, saya lihat dan kaget….. ha muuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaahaaaaaaaaal (versi saya, khan saya gak di kasih apa-apa, malah barang saya hilang lagi, kok mesti bayar mahal). Total dengan obat antibiotik dan administrasi dll adalah 1 jeti lebih dikiiiiit. Untug dompet itu ada isinya, kirain bangsa 300 ribuan…… Maklum gak pernah cabut gigi dan padahal saya dah bilang untuk di bayar pribadi bukan asuransi. Yaaa udah di bayar aja ach.. memang mau lari…
Ok, dah beres karena saya susah ngomong, saya nanya ke apotiknya pakai tulisan, sampai di rumah saya ludah terus dan ganti kasanya, itu gigi saya yang lubang saya bawa pulang dan saya foto di hp dan saya tunjuukkan pada anak saya, dia hhhuuuuuuuuuuwwweck, mau muntah…… ha hah ha jorok yaaa…., saya cerita ini agar anak saya rajin sikat gigi, biar gak bolong…….. kayak ayahnya…….., mungkin juga untuk anda….. ha ha ha akhirnya tidur….
Udah… capek, ini tulisan terpanjang…… kayaknya… silakan yang pernah cabut gigi atau tambal gigi, komentar di bawah…
Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:
apakah sakit suntik cabut gigi (1), tambal gigi sakit ga (1), tambal gigi lubang gede (1), tambal gigi dirumah sakit berapa harga nya (1), proposal pengadaan barang kursi gigi (1), Menambal gigi bolong di suntik tidak? (1), harga cabut gigi (1), dokter gigi untuk cabut gigi dengan operasi di surabaya (1), dokter gigi anak di carolus (1), cabut gigi tu sakit gak sih (1), cabut gigi l8 atas (1), CABUT GIGI ITU SAKIT GAK (1), cabut gigi dengan semprot (1), cabut gigi dengan operasi di surabaya (1), biaya mencabut gigi berlubang surabaya (1), biaya cabut gigi malang (1), biaya cabut gigi area malang (1), tarif pemasangan dan tambal gigi di rs carolus (1)11 Responses to “Cabut Gigi, Sakit nggak?”
Leave a Reply
Komentar ke FB
Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas





















Sakit gak di suntik dan di tambal ?????
@Rita,
Yaaa awal saja terasa tebal- karena suntiknya agak ke dalam, rasanya agak sesak.
kalau di tambal sih gak ada sakitnya… cuman ngilu kalau memang sarafnya masih hidup.
saya ada 2 lubang
mulut sy jd bau krna berlubang
ada gx yg di cabut tp tdk di suntik
atau sesudah di suntik rasanya gmn
saya ada 2 lubang
mulut sy jd bau krna berlubang
ada gx yg di cabut tp tdk di suntik
atwdisuntik rasanya kya gmn sesudah di suntiknya
@dini: cuman sebentar kok… bikin baal nya aja… heheheh
Gigi berlubang tp blm saya cabut. Alasan utama saya ada trauma dengan jarum suntik (dulu sakit disuntik,sakit,(maaf) pantat kaku jd jarum susah ditarik). Sejak itu saya benar2 menjauhi jarum suntik.Ada gak ya cabut gigi sebelum disuntik digunakan anestesi spray dulu?? Biaya?? Thanks atas jawabannya
@Egasia,
kayaknya kalau di gigi di suntik deh.
biaya hampir satu juta tapi tergantung tempat juga sih
hmm, sakitan mana sih, tambal gigi or cabut gigi???
@angel,
kalau tambal gigi kayaknya nggak sakit sama sekali, cuman agak ngilu saat di bersihkan dengan air semprot kayaknya dingin gitu.
Kalau cabut yaaa dicabut, apalagi jika masih kuat akarnya menancap wah.. lumayan tuh dokternya pakai tenaga dalamnya untuk mencabutnya.
Cuman kalau habis di cabut selesai urusan, kalau ditambal bisa jadi lepas lagi dan lubang lagi.
Itu dia alasan saya sampai saat ini belum juga ke dokter gigi padahal sudah ada 4 lobang yg gede2 en bau mulut terus. Ternyata pergi ke dokter gigi itu : pertama TAKUT, kedua …. ya itu MUAHAAAL. Mohon advisnya apa masih ada dokter gigi yg terjangkau biayanya dan dimana prakteknya (saya di daerah TMII )
@Nano Djuhana,
Tapi mas dan jug auntuk yang lain…
Setelah cabut gigi, derita.. ngilu, senut-senut, theng-theng dll hilang…..
Jadi kalau emang udah lubang gede itu kuman tumbuh dan kotor juga bikin bau…
Kalau ke dokter yag di RS besar pasti mahal…

Saya yang pertama bersihin karang gigi di Carolus itu Murah…, tapi bukan RS Carolusnya, melainkan di BKMnya yaitu BKM Paseban…, Balai Kesehatan Masyarakat Paseban.. kerja sama dengan Carolus.. ada praktek dokter giginya…, ada 3 kursi untukperiksa gigi dan pasti lebih murah….,
Coba deh… konsul sekali dan tanya harganya.. pasti lebih murah…