Semenjak bahan polycarbonate dilepas ke pasaran untuk aplikasi lensa opthalmik pasca tahun 1970-an, sambutannya begitu menggembirakan. Berkat daya tahan terhadap benturan dan radiasi ultra-violetnya, bahan ini menjadi standar pembuatan lensa opthalmik untuk tujuan keselamatan, keamanan dan kacamata anak-anak.
Namun ‘tak ada gading yang tak retak’, seiring waktu berjalan ternyata lensa ini pun mempunyai sejumlah kelemahan, diantaranya : aberasi kromatisnya cukup besar karena abbe value-nya kecil (lih.tabel 1), muncul retak-retak di sekitar lubang lensa (seperti sarang laba-laba) pada saat edging untuk frame rimless/bor , mudah rusak oleh cairan kimia seperti aseton, dan lain-lain. Tentu saja hal ini mengurangi kualitas optik dan penampilan lensa polycarb secara keseluruhan.
Sampai akhirnya di tahun 2001, kembali sebuah perusahaan raksasa pembuat lensa opthalmik ,PPG Industries, memanfaatkan penemuan monomer terbaru yang bernama Trivex untuk memenuhi kebutuhan pengguna kacamata selain polycarb. Dinamakan Trivex mengingat ada 3 fitur unggulan dari bahan ini yaitu keunggulan kualitas optikalnya, super-ringan dan super-kuat di kelasnya.
Lalu apa perbedaan antara lensa Polycarb dan Trivex? Agar lebih mudah dan jelas, mari kita perhatikan tabel perbandingan kedua lensa tersebut berdasarkan parameter lensa opthalmik di bawah ini :
Tabel 1
| POLYCARBONATE | TRIVEX | |
| Monomer | Urethane | Urethane-based pre-polymer |
| Proses pembuatan | Thermoplastic | Kombinasi thermoset-plastic |
| Indeks bias | 1.589 | 1.53 |
| ABBE value | 29 – 30 | 43 – 45 |
| Tensile strength/daya regang | 44.9 kgf | 61.2 kgf |
| Density/bobot lensa di udara | 1.20 g/cm3 | 1.11 g/cm3 |
| Transmisi cahaya | 90.1% | 91.4% |
| Daya tahan thd cairan kimia (aseton) | Sensitif | Tidak mudah terpengaruh |
| Drop ball test/impact strength | 18x pecah | 18x retak |
| UV cutoff | 385 nm | 380 nm |
POLYCARBONATE TRIVEX
Gambar 1. Efek Cairan Kimia (Aseton)
Gambar 2. Drop Ball Test (Ki-ka : CR-39, Polycarbonate, Trivex)
Gambar 3. Aberasi Kromatis
Bahan lensa Trivex dipasarkan dengan nama Phoenix dan Trilogy. Phoenix adalah merek dagang yang dikeluarkan oleh Hoya Lens, sedangkan Trilogy oleh Younger Optic.
Singkat kata, kedua bahan ini, yaitu polycarbonate dan trivex, adalah pilihan terbaik bagi pengguna kacamata yang sadar akan fungsi keselamatan selain kosmetik serta kacamata koreksi. Prioritas pilihan tentu tergantung dari kebutuhan pemakainya.
Di tulis asli oleh sdr. Anggoro (dari berbagai sumber)
Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:
kelemahan polycarbonate (2), proses pembuatan lensa kacamata (2), harga pasaran polycarbonat di surabaya (1), lensa kacamata sekelas essilor (1), pengertian lensa polycarbonat (1)14 Responses to “Polycarbonate atau Trivex?”
Leave a Reply
Komentar ke FB
Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas





















@mas Soegeng… mungkin yang di maksud adalah merk lensa Carl Seis yang dipunyai optik tertentu yang ada di majalah tempo beberapa waktu lalau saay kayaknya jug asempet sekilas lihat… mungkin optik tunggal.. cari cari indo di sana yaa mas nazir…
Mas Nasir, yang anda pertanyakan mungkin tidak tepat, Trilogy adalah nama bahan lensa sedangkan Carl Zeiss adalah salah satu nama perusahaan industri lensa kacamata. Salam
mana lebih bagus Lensa Trilogy vs Carl Zeis ?
yang pasti Trivex lebih baik di banding Polycarb, terlebih lagi untuk impact resistant nya jauh lebih kuat vs polycarb..
Tks
Ben.
@refi, AIRWEAR (dr Essilor) maupun LITE AIR (dr Polycore) keduanya berbahan dasar Polycarbonate. Kesimpulannya (bila dibandingkan dg Phoenix) :silahkan lihat kembali tabel/gambar yg ada di atas.
tq
setelah saya baca tulisan d atas,saya mau tanya ne
Lensa airwear yg merek dagang Essilor,apakan sama kualitasnya dgn lensa phoenix yg merek dagang hoya?
@refi,
Mestinya beda…
@refi,
antara phoenix jelas berbeda karena airwear bahan dasarnya polycarb, sedangkan untuk Phoenix dari HOYA itu berasal dari bahan Trivex dari PPG. Jikalau pun mau disejajarkan Phoenix sekelas dengan Trilogy dari Younger Optics karena materialnya sama yaitu sama – sama Trivex.
Tks Mas Kastam, saya Widie ARO LEPRINDO angk 96 mungkin jika yang menulis adalah sdr Anggoro Digdo saya teman beliau, n saya nggak punya Trivex karena yang punya PPG………….
Polycarbonate dan Trivex adalah material yang tahan bentur dimana berarti kedua material ini safety tetapi karena polycarbonate memiliki abbe number yang rendah untuk ukuran tinggi biasanya bermasalah juga bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan material CR 39 dimana abbe number CR adalah 58 jadi Trivex tetap akan memberikan kualitas penglihatan yang lebih baik……
@widiastuti eko w,

mantap….
Kayaknya yang punya trivex nich… kenalan dong…
Dear all,
Meniadakan antara pro dan kontra anatara PC (Polycarbonate) atau Trivex(R) TVX(R) Trilogy(R)Phoenix(R) R3(R) semua kembali kepada kebutuhannya.
PC tidak dapat dipungkiri bahan Abbe yang rendah dapat diredesain dengan lensa Aspheris dan serta diberikan lapisan Anti Refleksi, bahkan sekarang juga sudah tersedia PC yang tahan terhadap solvent (Acetone). Paper terakhir yang dipublikasikan menununjukkan tidak adanya korelasi antara Abbe Number yang rendah dengan kualitas penglihatan.
Bagaimana denga lensa gelas hi index yang dulu dan sampai sekarang masih dipergunakan: rata-rata mempunyai Abbe Number 22-28 ?
Trivex adalah klasifikasi material baru, karena ini bukan turunan dari PC (yang ini perlu diketahui bagi semuanya). Trivex dibuat untuk memperbaiki karakteristik2 yang kurang dari bahan-bahan yang sebelumnya pernah dibuat antara lain dan tetap mempertahankan yang ada + yang lebih baik:
Lebih ringan bahkanlebih ringan dari PC
Abbe Number yang lebih baik dibandingkan PC
Dapat diberi warna
Tahan bentur
UV cut off
Kekurangannya:
Low Index (1.53)
Lensa lebih tebal
Harga masih mahal
Harga yang mahal karena belum semua produsen lensa kacamata memasarkan material ini, prinsip ekonomi: demand yang tinggi akan membuat semua menjadi lebih efisien dan terjangkau.
Tanggapan ini menjawab dan melengkapai posting dari: Widi Refi Beny
Salam:
Soegeng Ibrahim
Nikkei Indonesia
@Soegeng Ibrahim,
Ini info baru dan harus di bahas nih…
bahwa Paper terakhir yang dipublikasikan menununjukkan tidak adanya korelasi antara Abbe Number yang rendah dengan kualitas penglihatan.
@Kastam, salah satu parameter optis yang mempengaruhi kualitas lensa kan abbe number.kalo emang kualitas PC bisa ditingkatkan dengan di redesain aspheric dan coating yang bagus,itu menunjukan bahwa abbe number berpengaruh terhadap kualitas lensa.betul ga pa kastam?