By Kastam in Happening on 26-02-2009 | view : 414 kali |
Tags: kecelakaan, sepeda motor
Siapa sih yang mau celaka, kalau setiap orang di tanya pasti jawabannya cuman satu, TIDAK MAU.
Begitu juga saya, yang pada hari sabtu lalu enak – enak jalan dengan kendaraan motor MegaPro ku yang udah 5 tahun lebih itu menemani saya, eeeee membuat saya terluka dan kesleo.
Begini ceritanya…
Sabtu itu pulang dari klinik saya memang langsung pulang, karena di rumah juga menunggu keluarga, cie i lah….
Kecepatan motor saya sangat konvensional, maksudnya pelan dan agak sedang… yaa cuman 40 Km/jam – 60 Km/jam. Itu pasti anda katakan saya kayak banci yaaaa…, naik motornya pelan sekali… tentu tidak sama, kadang banci aja naik motornya lebih kenceng lagi. Bahkan banyak sekali cewek yang naik motornya jago dan kenceng banget.
Sesampainya di markas Komando Kepolisian Brimob di Kwitang sebrang depannya toko buku Wali songo, saya memang ambil di jalur busway, karena yang di jalur lambat memang lambat banget,karena menumpuk ke arah lampu merah.
Di ujung jalur busway saya harus ambil kanan untuk selanjutnya belok ke kanan di perempatan atau simpang tujuh yaa Senen itu mau ke arah Kramat atau matraman, kebayang tempatnya. Jadi saya dari arah Tugu Tani ke Senen mau ke Salemba.
pas,melihat lampu masih hijau dan di depan sisi kanan sepi, saya mulai gasss… dan nyalain sign kanan terus sedikit-demi sedikit belok kanan,
Ternyata,… di sisi kanan saya ada sebuah motor bebek honda dengan membawa karung besar di bonceng yang tanpa di ikat mungkin berisi pakaian atau sejenisnya dan mungkin dari tanah abang, mau ke arah Pulo gadung.
Karena mau ke Pulau gadung dan ada di sisi kanan saya maka dia harus ke kiri dan sialnya, ke kirinya lewat depan saya, dimana saya sedang tancap gas mau ke kanan.
Kecepatan motor bebek itu memang lebih cepat sehingga bisa “memotong” jalan di depan saya, dan karena kurang dikit kencengnya itu sih motor bebek, maka karung yang di belakang menyenggol Stir stang saya,
Olenglah saya dan “Gedubrackkkkkk…..” Motor terjatuh dengan posisi miring ke kanan dan meluncur ke depan mengikuti gaya apa yaaa, dimana benda yang bergerak maka jika di hentikan akan tetap bergerak terus yang akhirnya berhenti tuh…, saya pun demikian terlepas dari motor saya dan berada di belakang ikut meluncur dengan tumpuan jempol kaki kanan, kedua lutut, kedua telapak tangan dan helm yang tembus ke janggut saya.
Maka daerah yang menumpu itulah yang terluka, karena spontan saya sebut Ya Allah……xxxx, maka gigi saya mengginggit langit dan bibir atas kiri saya dan berdarah, juga rasanya 2 giri taring atas kiri saya agak ngilu yang berujung ke rahang kanan juga sakit.
Kedua lutut berdarah dan sayapun berludahkan darah,.. saya duduk dan melihat ada mobil dan kendaraan di belakang saya, sambil saya da da da da untuk meminggirkannya. Saat itu di bantu 3 atau 4 orang yang ada di samping jalan membawa motor saya ke pinggir dan menghentikan pengendara motor bebek itu dan mengatur lalu lintas. Gak di kejarpun yaaa berhenti, lha wong karungnya jatuh di jalan.
Saya minta di belikan aqua…, kumur…kumur dah duduk dulu… tenangkan pikiran. Terus coba pulang dengan kendaraan yang ternyata list lampu depan boncel, strir miring, injakan kanan mleot dan dikit lecet.
Ok, jalan pulang pelan-pelang…., sampai di rumah jalan pincang di kira istri saya bercanda, trus saya buka tuh celana e e e , maksudnya di gulung ke atas, kasih tahu itu luka di dengkul… baru tahu.
Istri belikan obat di apotik bersama adik dan malamnya saya pijat urut di bapak Yudi.
Sekarang dah baikan, 2 hari mbolos kerja istirahat.
Untuk itu perlu perhatian, jalan di jalan yang benar, taati rambu, nayalakan alat bantu sign, lihat samping dan belakang dengan spion, konsenstrasi dan jangan buru-buru pingin pulang, karena bisa jadi tidak pulang ke rumah… lha pulang ke mana?
Popularity: 2%











