Mengukur DV (Distance Vitror) Lensa Cylinder Murni
Topik lensa memang banyak dan dalam praktek sehari-hari seorang Refraksionis Optisien yang bekerja di optik tentu tidak akan tidak pernah pegang lensa. Maksudnya?… yaaa pasti pernah pegang lensa kacamata.
Nah, ada satu hal lagi yang perlu anda perhatikan, atau mungkin anda sendiri sudah mengalami atau mungkin suatu saat akan mengalami. Cerita dalam sebuah optik ada seorang customer umur 30 an dengan badan tegap dan muka lebar datang (apa maksudnya ciri-ciri itu disebut, tentara kali), mau membuat kacamata tentunya (masak mau pesan makan), Customer itu tidak bawa resep kacamata, melainkan membawa kacamata yang lama dan ingin membuat kacamata yang baru dengan ukuran yang sama persis dengan yang di bawa sekarang. Jadi tidak usah diperiksa lagi, karena yakin masih sangat enak dan saya males untuk diperiksa, kata customer tadi.
Tentu buat RO hal ini malah bikin pekerjaan tambah mudah dan enak, namun harapan dan kenyataannya berbeda. Mestinya kalau ada kacamata lama, yaaa hanya tinggal copy kacamata dengan lensometer dah beres.
Tapi setelah di ukur itu lensa kacamata di dapatkan lensa itu dengan ukuran cylinder tho’ nggak ada spherisnya nggak ada plusnya, besar lagi ukurannya. Ukurannya:
R/L: C-4.00 x 180, nah untuk bisa membuat kacamata yang baru RO ini perlu data satu lagi minimal yaitu jarak fokus kedua lensa itu atau disebut DIstance Vitror, sedikit ulasan lagi, DV itu jarak fokus lensa terpasang, sedang PD itu jarak fokus mata pasien, PD pasti dimiliki pasien, Tapi DV kacamatanya belum tentu sama dengan PD yang di minta, mengapa? banyak faktor, bisa karena pas pasang lensanya salah atau ada hal lain.
Nah, ternyata kacamata itu setelah di titik fokusnya DV tidak masuk akal, cuman 30 mm atau dibawah sekali dari orang tadi yang mukanya lebar dan tegap yang bisa jadi PDnya minimal 67 mm. Wah, coba di cari lagi tiu DV di geser ke sana kemari itu lensa e e fokusnya gak bergerak dan dimana ingin dititik di situ juga bisa, akhirnya pas di titik e e e cuman dapatnya 40mm, masih tidak masuk akal. Tahu knapa…?
Sebelumnya minta ma’af cerita tadi fiktif belaka, jika ada yang mempunyai karakter atau melakukan seperti itu, maka bukan berarti anda.
Ternyata dalam hal anda mesti perhatikan, bahwa lensa dengan cylinder Murni dengan Axis 180, walaupun di geser ke sejauh apapun asal arahnya horisontal maka fokusnya tidak bergerak, mengapa?
Karena lensa C-400×180, pada meredian 180 itu NOL atau plano, dimana kalau plano yaaaa fokusnya bisa di mana saja. Lain cerita jika axis 90 atau yang lain.
Jadi jalan keluarnya kalau mau menentukan DV pada lensa dengan ukuran cylinder Murni dengan axis 180 atau 0 maka harus diukur saja PD pasiennya atau minta kartu ukuran yang lama atau resep yang lama, atau kalau semua tidak memungkinkan misal suruhan dari jauh dan sebaginya maka buatlah DVnya pas sama dengan DV Framenya saja, karena memang juga tidak ada pengaruhnya, namun saran terakhir ini benar-benar kalo kepepet.
Hal ini juga akan terjadi jika anda menerima lensa dari Lab atau dari tempat pemotongan di mana anda sedang memeriksa hasil potongan dan hasil lab tersebut, jika model resepnya seperti itu maka abaikan saja.
Semoga bermanfaat, atau jika ada yang kurang jelas, di komentar aja yaaa…
Popularity: 17%
Cara Gampang agar blog ini tetap online dan bermanfaat:
- Kunjungi link warna biru (jika ada) di dalam artikel, atau link di sini
- Anda ingin mengetahui apakah anda termasuk Normal atau ada kelainan Deficiency warna merah dan hijau atau Buta Warna Total atau lemah. Silakan ikuti Tes Buta Warna Online di sini - Gratis....
- Lihat Semua Artikel... atau Artikel terbaru
Komentar/Saran/Kritik/Pertanyaan Anda...
2 Komentar pada artikel “Mengukur DV (Distance Vitror) Lensa Cylinder Murni”
Ada yang ingin anda sampaikan?











yah… saya kirain hal baru… ternyata… hehehehe.
Mas Kastam, alangkah baiknya kalo info yang sifatnya teknis tidak disajikan dalam web ini. Percuma aja kan ada RO kalo umum aja mengerti karna bocoran bocoran dari Mas Kastam. Apalagi, PERMENKES aja ga jalan sama sekali, ga tau nih, DEPKESnya, atau organisasi profesinya yang impotent.
hehehehe, semoga jadi kebaikan untuk kita semua…
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
January 13th, 2009 at 9:41 am
@Farouq,
Ya sih mas, semua yang ada disini adalah tidak ada yang baru (bagi yang udah tahu), untuk yang belum tahu akan menjadi baru.
Sebenarnya tentang apapun di web itu banyak sekali kok, asal mau browsing mau teknik mau teori mau trik ada semua, yang pasti ini tantangan buat RO jika gak mau menambah ‘ilmu’ nya maka pasien pun akan lebih tahu dan ini juga sangat bermanfaat bagi kemaslahatan kita semua. Saya kira begitu…
Untuk urusan undang-undang udahada yang nangani, asal sebenarnya bisa di mulai dari diri kita semua sendiri, mulai dari kecil dan mulai sekarang….
Tanggapi Komentar ini