Dapatkan Voucher Diskon Lasik di SINI...
Powered by MaxBlogPress 

 

Cara Mengukur Pupil Distance (PD)

14

By Kastam in Mata, RO on 01-01-2009 | view : 3,077 kali | share on facebook

Tags: , , , , , , ,

Selamat Tahun Baru 1430 H dan 2009 M, wah saya tanggal 1 Januari 2009 tidak ada yang online di blog saya, e e malah ada pertanyaan dari Sdri. Ucha yang sedang Coass stase mata, katanya. Menanyakan tentang pengukuran PD. Yang bingung cara mengukur PD, untuk saya jawab lewat postingan aja, karena sepertinya pertanyaannya banyak, meskipoun pada artikel itu sudah saya bahas panjang lebar (kata M’ Aprilia), tapi memang masih ada yang kurang.

OK, kalau kita mengukur menggunakan PD Rule atau penggaris maka kita perlu bantuan sinar terutama pada kondisi pasien dimana iris pada matanya relatif gelap. Sinar di sini diperlukan untuk mendapatkan reflek dari retina yang bisa kita lihat di kornea. Kalau kita ukur dengan kira-kira di tengah pupil kemungkinan tidak pas benar sebagai reflek dari retina, karena seperti yang pernah saya sampaikan bahwa reflek retina itu tidak selalu pas di tengah.

Hal yang perlu diperhatikan saat mengukur PD dengan PD Rule adalah:

  • Usahakan posisi pasien dan pemeriksa sejajar, baik secara horisontal maupun secara vertikal, tinggi pasien dan pemeriksa harus sama.
  • Gunakan senter atau sumber cahaya yang cukup terang
  • Sebagaimana pertanyaan M’ Ucha, berapa jarak pasien dan pemeriksa, jaraknya adalah senyaman kita artinya sepanjang tangan kita bisa menjangkau atau sampai di muka pasien dengan membawa PD Rule itu.
  • Berikan cahaya ke mata pasien, namun jangan dari arah lurus mata pasien, namundari arah tengah sedikit ke atas atau ke bawah, dan yang harus diperhatikan adalah pandangan pasien, jangan melihat sumber cahaya itu, karena jarak itu dianggap jarak dekat yang akan mempengaruhi jarak PDnya, sehingga suruh pasien melihat jarak jauh di belakang kita atau,
  • Pegang lampu senter dengan tangan kiri, sementara tangan kanan kita memegang PD Rule
  • Posisikan angka nol di salah satu mata pasien misal mata kanan pasien, sementara pasien di suruh melihat di belakang kita yang berjarak jauh
  • Dengan melihat reflek pada mata kanan dan kiri pasien secara bergantian dan cepat, silakan dibaca skala pada PD Rule tersebut, angka yang didapat itulah PD Jauhnya.
  • Untuk PD dekatnya pasien suruh lihat hidung kita atau pegang lampu di depan kita dan pasein melihat lampu itu, maka PD yang kita ukur akan sebagai PD dekat.

pd Jadi yang di ukur adalah jarak sinar yang jatuh, bukan jarak pupil nya. Dikatakan M’ Ucha bahwa pernah dengar bahwa mengukur PD dengan mengukur bagian lateral salah satu kornea matanya  dan bagian medial mata yang lainnya, apa itu benar?

Mungkin yang dimaksud adalah cara pengukuran limbus to limbus, itu juga bisa, yaitu caranya menempatkan skala nol pada limbus mata kanan bagian lateral, kemudian membaca skala PD rule yang di mata kiri pada posisi limbus bagian medial atau nasal. Atau sebaliknya untuk mata kanan menempatkan skala nol pada limbus nasal atau medial dan membaca skala lainya pada limbus bagian lateral atau temporal. Dan cara ini juga benar, jadi bisa juga dilakukan. namun demikian untuk tingkat ketelitian dan kestabilan posisi mata pasien pengukuran dengan cara di atas masih ada kelemahan, karena bisa jadi saat kita membaca skala pada yang kiri atau pada angka besarnya, titik point yang nol tidak tepat karena pasien bergerak matanya, nah untuk itu perlu keahlian khusus artinya baca dengan cepat dan lakukan tidak hanya sekali namun minimal 3 kali, jika hasil beda cari rata-ratanya.

Jadi yang paling bagus adalah dengan menggunakan Pupilometer Digital, kalau gak punya, yaaa gunakan cara diatas saja.

Popularity: 18%

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

cara mengukur mata optik (10), gerak bola mata menurut hukum donders (7), refleks pupil (4), cara mengukur PD (4), reflek pupil (3), hukum Donders-gerak bola mata (2), apa refleks mata menurut donders itu (2), pupil distance (2), apa itu Pupillary distance (PD) (2), cara mengukur mata (2)

Mungkin anda juga tertarik dengan kata kunci Populer dari mesin pencari berikut?


tes buta warna (674), penyakit mata (541), cara mempercepat koneksi internet (422), anatomi mata (389), contoh surat perjanjian kerjasama (376), cara mempercepat akses internet (320), contoh surat perjanjian (320), surat perjanjian kerjasama (302), pterigium (178), tes buta warna online (174), anatomi mata (141), contoh proposal kerjasama (106), cara mendidik anak yang baik (105), contoh surat kerjasama (101), mempercepat akses internet (88), penyakit pada mata (88), test buta warna (85), proposal kerjasama (83), mata manusia (78), contoh surat permohonan kerjasama (76), mata merah (71), Pengertian Akomodasi (65), hukum donders (60), software mempercepat koneksi internet (56), keratitis (53), wallpaper handphone (52), frame kacamata (50), anamnesa (49), kornea (48), cara mendidik anak dengan baik (47), fungsi kacamata (46), surat perjanjian kerjasama usaha (44), contoh surat perjanjian kerjasama bisnis (44), contoh surat perjanjian bisnis (44), contoh perjanjian kerjasama (42), surat kerjasama bisnis (40), lensa kacamata (38), alat tes buta warna (37), contoh surat kerjasama usaha (37), contoh proposal kerjasama dengan perusahaan (37), obat tradisional katarak (37), free wallpaper hp (36), contoh surat proposal (36), artikel alat optik (36), contoh surat perjanjian kerja sama (35), pterigium adalah (35), contoh tes buta warna (34), test buta warna online (33), Harga 1 day acuvue moist (33), buku tes buta warna (32), contoh surat izin kerja (30), acuvue moist (29), contoh Proposal (29), hordeolum (28), lapisan kornea (28), tes buta warna online gratis (27), contoh surat permohonan kerjasama (27), operasi lasik (26), free download wallpaper handphone (26), lensa kacamata (26), proposal kerjasama perusahaan (26), FRAME KACAMATA TERBARU (26), BAGIAN KACAMATA (26), proposal kerja (26), pengertian daya akomodasi (25), astigmatisme (25), lensa polarized (25), jual kacamata online (24), contoh surat kerjasama bisnis (24), buta warna tes (24), proposal kerja sama (24), harga lensa kacamata (24), obat katarak tradisional (23), surat izin kerja (23), harga acuvue moist (23), gerak bola mata menurut hukum donders (23), handphone cina (22), ablatio retina (22), periksa mata (22), akomodasi adalah (22), harga lensa essilor (22), ulkus kornea (22), buku buta warna (21), surat ijin kerja (21), ablasio retina (21), surat permohonan kerjasama (20), softlens harian (20), pinguekula (20), bagian bingkai kacamata (20), contoh perjanjian kerjasama usaha (19), jual kacamata (19), soal tes buta warna (18), lensa essilor (18), contoh surat proposal kerjasama (18), jabatan fungsional pns (18), cara mendidik anak yang baik dan benar (18), surat perjanjian bisnis (18), gerak bola mata menurut hukum donders (18), optik online (17), penggosokan lensa (17)

Melihat tanpa kacamata

Tidak ingin ketinggalan artikel baru, .

Cara Mudah bantu saya. Kunjungi link di bawah.


14 Komentar pada “Cara Mengukur Pupil Distance (PD)”

Saya sensitif sekali dengan pupil distance. PD saya skrg 62. Pernah saya salah dikasi 64, dan akibatnya saya pusing sekali dan jalan serasa bergerak.

Sekarang ini saya baru ganti dua pasang lensa kacamata, dan sayangnya keduanya PDnya meleset. Satu pasang 61, pasang yg lain 63. Akibatnya kembali saya lumayan pusing.

Apa ada akibatnya jika PD itu tidak tepat? Efek jangka panjangnya??

Terima kasih untuk membantu

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@Sonix,
Memang secara umum, ada toleransi untuk sesorang bisa diberi PD yang tidak tepat, namun demikian ada juga yang tidak bisa terima atau sangat sensitif dan juga pernah punya pasien seperti itu, sehingga buat saya yaaa saya kembalikan ke lab (waktu itu Melawai) dan minta di buatkan yang benar-benar pas.

Gambarannya adalah, kita perlu fokus atau titik focal itu tepat, ibarat busur melesat itu lurus tepat di sasaran, nah kalau meleset maka yaa nggak tepat dan ada ada efeknya, umumnya adalah pusing, karena misal PD di buat lebih besar maka mata kita yang akan mengikuti PD kacamta itu jadinya mata kita ketarik ke luar, sedang otot mata kita tidak mau atau tidak bisa menerima atau tidak mau beradaptasi, jadinya pusing, begitu juga sebaliknya.

Efek jangka panjang yaaa kalau di buat PD lebih besar maka anda akan terbiasa dan kondisi mata akan muncul efek PRISMA kayak orang yang juling. Tentu mesti di lihat berapa pergeserannya dan berapa ukurannya.

Sevagai gambaran, jika seseorang minus 10.00 D , dengan bergeser 1 mm dari seharusnya maka seperti di beri Prisma 1.
1 Prisma itu seolah memindahkan 1mm bayangan benda yang kita lihat pada jarak 1 meter. Coba cari tentang prisma yaaa..

Ini sekalian menjawab koment anda di http://optikonline.info/konsultasi-online-2#comment-1106

Tanggapi Komentar ini

Makasi pak sarannya..

Hmmm, kalo gt jadi sarannya saya ganti ke 62 semua ya? ataukah satu aja yg saya samakan ke yg lain? toleransinya sampe berapa si pak?? orangnya si bilangnya toleransi 1-2 mm. tapi karena dua kacamata ini saya pakai, jadinya PD saya serasa berganti2 gt, 61,62,63,61,63,dst..

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@Sonix,
Memang benar untuk toleransi 1-2 mm dan itu tergantung ukurannya. Semakin besar semakin kecil toleransinya.

Sebaiknya kalau memang benar-benar bikin pusing, coba ganti 1 dulu yang paling anda sukai dan akan sering anda pakai. Setelah ternyata nyaman baru satunya lagi.

Tanggapi Komentar ini

@Kastam, (nimbrung komen y mas…;). Potensi ketidaknyamanan pada pemakai kacamata biasanya bukan semata2 karena PD yg salah atw ada selisih dg DV kcmata sebelumnya. Boleh jd jenis atw disain lensanya jg berbeda, atw dr fittingnya? Tp okelah klau mau dibidik dr PD-nya, (sekedar saran/himbauan), yuk qta biasakan ngukur MPD-nya juga, klo perlu skalian sama PV-nya. Dijamin pasti aman. tq

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@anggoro,
Betul mas, khan judulnya PD.
Ntar kalau ada sub topik lagi…
banyak belum ketulis semua……
Di sambi aja kok…

Setuju…

Tanggapi Komentar ini

mas q maw tanya q kan dpat tgas suruh jelasin.Vertikal adalah gerakan yang bercorak seperti yang Anda lakukan dengan eksekutif. Menganggap bingkai ukuran 74mm, dekat PD 60mm, seg height 14mm, B ukuran 40mm, 5 seg penempatan di bawah 4, bingkai mata lama pengukuran 56mm. 74 – 60 = 14 horizontal. 40 ÷ 2 = 20 – 14 = 6 bawah. Sejak seg bawah sudah digunakan 4mm vertikal dan horizontal, total 8mm. 56 + 8 = 64mm. Menambahkan 2mm toleransi, 66mm yang kosong yang terkecil lensa kosong dapat membuat resep ini. Anda telah selesai adalah yang berpola satu visi lensa secara vertikal dan horizontal, dengan mempertimbangkan penempatan yang nonmovable-titik yang seg. itu maksudnya apa?

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@sylvee,
kali ini aku bingung dengan maksud pertanyaaanya…
Ada yang bisa bantu…?

Tanggapi Komentar ini

anggoro Reply:

@sylvee, maaf tugas ini hasil terjemahan (translasi) bebas bukan? Klo benar, coba aj tulis teks aslinya. tq

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@anggoro,
kalau menurut mbah Gooogle jadinya begini mas:
Vertical movement is figured as you would with the executive. The frame size of 74mm, 60mm near PD, seg height 14mm, 40mm size B, 5 seg placement under 4, a frame of 56mm long measurements. 74 – 60 = 14 horizontal. 40 ÷ 2 = 20 – 14 = 6 under. Since seg is used under the vertical and horizontal 4mm, 8mm total. 56 + 8 = 64mm. Add 2mm tolerance, the 66mm lens is the smallest blank that blank can make this recipe. You’ve finished the one who figured vision lens vertically and horizontally, by considering the placement of the point-nonmovable seg.

piyeeee kie…

Tanggapi Komentar ini

anggoro Reply:

@Kastam, hehehe…teu2p ora mudhenk mas…nebak2 ntar salah lg. Nyang laen ngkali…

Yaa….soale merupakan potongan dadi ora mudheng (termasuk aku)..tapi kira-kira cara menentukan Effective Diameter dengan patokan lensa Lensa Executive (E Line.

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@Soegeng Ibrahim,
Kira-kira yaaa seperti itu…
lagian jenis lensa purbakala itu khan dah langka yaaaa….
:)

Tanggapi Komentar ini

Saya ingin beli mesin autorefraktor, tapi dengan harga yg tidak terlalu tinggi/mesin baru lho. Merk apa yg bagus, tolong berikan saya penawaran di email saya. trims

Tanggapi Komentar ini

Katakan dengan tulisan... di sini

[+] kaskus emoticons nartzco



Semua tulisan yang ada dalam situs ini hanya sebagai informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya, kecuali tugas RO. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit, kecuali memang sama dengan saran dokter. Jika anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda. Semua pendapat komentar oleh selain saya, adalah tanggung jawab sang pemberi komentar. Sedang komentar saya bersifat informatif, tentang kebenaran informasi itu mohon di cross check lagi sebagai bahan second opinion. Selengkapnya di Disclaimer Optik Online dot Info

Switch to our mobile site