By Kastam in Lensa on 31-12-2008 | view : 1,807 kali |
Tags: axis, frame, index, Kacamata, Lensa, Minus, nasal, PD, spheris, tebal, temporal
Di lihat dari judul ini, kelihatannya pertanyaan ini muncul dari customer. Memang, karena kalau seorang Ro atau praktisi paling tidak bisa memberi gambaran apakah lensa yang akan dipesan nanti bisa tipis atau malah lebih tebal.
Topik ini berawal dari seorang customer yang akan membuat kacamata baru untuk saudaranya dengan membawa resep dari dokter. Kacamata yang di pakai oleh customer itu terlihat tipis dan harapannya kacamata milik saudaranya yang akan dibuat itu bisa tipis kayak miliknya.
Kemudian sedikit petugas itu menceritakan secara teknis perihal sebuah lensa jika dipasang pada sebuah bingkai, apakah nanti terlihat tebal atau tidak.
Tebal atau tipis sebenarnya adalah relatif artinya, bagi sebagaian orang yang mempunyai ukuran tinggi, tebal pada kacamatanya adalah biasa, namun bagi sebagian yang lain adalah hal yang menakutkan.
Kita samakan persepsi dalam pembahasan di sini, adalah lensa minus, baik ada cylinder atau tidak, tebal yang di maskud adalah bagian temporal atau pinggir. Beberapa hal yang mempengaruhi tebal tidaknya lensa adalah:
- Besarnya ukuran atau resep
- Besarnya bingkai atau frame
- Jarak pupil Distance
- Jenis Lensa
- Bentuk bingkai atau frame
- Ada lagi… ?
Baiklah, kita kupas satu persatu yaaaa, (rupanya RO ini sangat tahu teknik lensa sehingga menjelaskan lensa dengan begitu banyaknya, dan si customer mau mendengarkan dengan sabar). Begini penjelasannya.
Besar kecilnya ukuran atau Resep.
Ini sangat masuk akal karena semakin besar ukuran resep kacamata maka untuk lensa minus akan lebih tebal bagian pinggirnya, ingat sifat lensa minus yang udah pernah saya bahas di postingan terdahulu. Permasalahan yang mungkin muncul adalah adanya sebuah resep dengan hanya beda sedikit namun bisa menimbulkan perbedaan yang besar. Perhatikan resep berikut:
OD: -5.00 C-2.00×180
OS: -5.00 C-2.00×90
Meskipun resep ini mungkin bisa saja tidak ada, namun untuk contoh saja agar pemahaman lebih mengena. Menurut anda jika lensa itu di pasang di bingkai yang sama, dengan jarak PD yang sama, apakah sama Tebalnya pada bagian temporalnya?
Sekilas mungkin anda akan menjawab YAAAA…, memang kelihatannya sama. Misal ODS: -5.00 C-2.00×180, maka lensa ini akan mempunyai tebal yang sama antara OD dan OS. Namun untuk lensa contoh di atas dimana ada perbedaan axis yang tegak lurus dan hal ini akan mengakibatkan tebal lensa di bagian temporal atau pinggir adalah BEDA. Perhatikan pada OD axisnya 180, berarti kekuatan lensa pada arah 180 di mana ini ada pada garis lurus dan pas di bagian temporal atau pinggir adalah S-5.00 D (ingat tentang pembahasan lensa terdahulu), sedang pada bagian axis 90 adalah S -7.00 D, berasal dari -5.00 + (-2.00) = S -7.00 D, tapi ada pada posisi 90, dimana jarak sebuah bingkai secara vertikal itu lebih kecil daripada hosrisontalnya, sehingga jarak titik fokus ke tapi lebih pendek juga, yang berakibat lebih tipis. Ok, inti di sini adalah pada 180 ukurannya S -5.00 D.
Perhatikan lensa OS, dimana pada posisi 90 atau vertikal powernya adalah -5.00 D, sedang pada posisi tegak lurusnya yaitu 180 adalah -7.00 D, penjelasannya seperti di atas.
Kesimpulannya adalah OS akan lebih TEBAL dibanding OD, karena pada posisi horisontal atau 180 power OS :S -7.00 D, sedang posisi 180 pada OD : S -5.00 D.
Jenis Lensa
Jenis lensa paling utama mempengaruhi tebal atau tipisnya lensa, lensa plastik akan lebih tebal di banding lensa kaca (pada umumnya), hal ini dikarenakan index bias lensa itu dan tebal lensa tengah lensa plastik. Lensa akan terlihat tipis jika punya index yang lebih tinggi dan CT atau tebal tengah bisa dibuat setipis mungkin.
Besarnya bingkai atau frame
Untuk besarnya bingkai atau frame ini mudah dipahami, karena semakin besar bingkai maka lensa yang di pakai semakin besar, dimana lensa minus pada bagian pinggirnya adalah tertebal, dan jika di pasang di bigkai yang besar maka hasilnya akan tebal pula.
Jarak pupil Distance
Mengapa jarak PD mempengaruhi tebal lensa terpasang?, Tentu, lensa minus semakin ke pinggir semakin tebal, sedang lensa dipasang mengikuti jarak PD untuk penempatan OC atau center lensa atau fokus lensa sehingga berhimpit dengan posisi pupil. Jika jarak PD semakin lebar atau besar maka jarak OC lensa ke tepi lensa terpasang akan lebih pendek, sehingga hasilnya akan lebih tipis, karena bagian tengah lensa minus adalah tertipis.
Bentuk bingkai atau frame
Bentuk Frame juga mempengaruhi tebal lensa, antar bulat dan panjang atau kotak akan beda, jika bulat atau elipse maka bagian yang biasa ditempati tebalnya lensa yaitu dibagian luar bawah, akan terbuang, dibanding dengan kotak, dimana sudut bagian bawah luar adalah jarak terjauh dengan OC atau titik fokus lensa terpasang.
Ada lagi…?
Silakan tambahkan di komentar yaaaa….
Popularity: 14%












Ada,,,contoh
kategori : lensa plastic ( CR39 )
Power : -5.00
akan terlihat sekali perbandingannya apabila salah satu lensa tersebut ada yang diberi lapisan multi coating ( mc ) dan tanpa lapisan multi coating ( UC ). Maka hasilnya lensa yang diberi MC akan terlihat LEBIH TIPIS dibandingkan lensa yang tanpa lapisan multi coating ( UC ).
Alasannya mengapa seperti itu ???? saya juga kurang paham ini berdasarkan pengalaman saya bejerja sebagai As.Ro di salah satu OPTIK nasional Indonesia. mungkin ada teman-teman yang mengerti, bagi-bagilah sedikit ilmunya ….!!! he..he…
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
January 14th, 2009 at 1:21 pm
@dedi saputra,
Terima kasih atas contohnya.
Namun demikian secara teori teknik sih antara lensa MC(Multi Coating) dan UC (Uncoat) sih untuk ukuran yang sama maka tebalnya sama. Bahkan kalau di ukur yang sebenarnya maka yang pakai MC lebih tebal meskipun hanya dalam hitungan mikron.
Jadi ma’af saya kurang setuju, mungkin yang anda lihat itu jenis lensanya beda.
Masalah ‘kelihatannya’ itu bisa masuk akal karena MC menjadikan lensa itu jernih sehingga tidak ada bayangan atau bias pada tepi lensa dibanding kalau bukan MC, saya kira itu aja.
Ada yang punya pendapat lain…?
Tanggapi Komentar ini
resep S +2.25/ C+3.50 3A Up 2A Out
tolong cari tebal ideal
diameter efektif pada PD pasien 66mm
PD fream 70mm
tolong jg carikan notasi prisma yang lain…
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
January 21st, 2009 at 11:12 am
@bagus,
Terus terang saya agak bingung pertanyaannya.
yang pasti agar mendapatkan tebal ideal dan ingin setipis-tipisnya untuk ukuran + 5.75 – 3.50 dengan prisma yang dua arah (aku bingung)mesti dilakukan dengan data yang akurat, sehingga proses gosoknya dan diameter lensa finishnya hanya untuk di pasang di frame saja. Dengan istilah MDM yang saya kenal bisa tipis…
Mungkin ada yang lain yang bisa membantu maksud pertanyaannya dan sekligus jawabannya…
Tanggapi Komentar ini
anggoro Reply:
March 8th, 2009 at 7:18 pm
Halo mas, nambain dikit aj y. Tebal/tipisnya lensa bisa jg ditinjau dr disain lensanya, yaitu spheris vs aspheris. (materinya perlu dikaji lg nih ). Soal notasi penulisan resep sdr Bagus, sy rasa krng lengkap. Ada yg namanya sistem TABO (Techniscer Auscuss for Brillen Optic), dmn orientasi arah base antara mata kanan & kiri tdk sama. Arah base prisma ophtalmik itu 360 derajat. Jadi yg perlu ditambahkan adlh: 1. Rx-nya untk R atw L? 2. Axis Rx-nya mannna? 3. Klo ada soal kombinasi prisma up n out/in; atw down n out/in, coba cari resultannya pake dalil pythagoras. (maaf mas jd kepanjangan komen-nya). tq
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
March 10th, 2009 at 10:29 am
@anggoro,
Wah, makasih mas, mantap nih penjelasannya…
Semoga yang lain bisa mengikuti dan bisa minta penjelasan lebih lagi ke mas Anggoro yaaa..
Tks banget …. yaaa
Mas saya kesulitan untuk mencari judul Karya Tulis Ilmiah (KTI) yg berhugungan dengan perkacamataan?
Kalau bisa carikan yg berhubungan dengan perbandingan.
tolang dibalas secepatnya iah,,
sebelumnya terima kasih mas.
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
January 21st, 2009 at 11:17 am
@Moch. Ivan M,
Sepertinya nggak susah mas, coba anda buat saja perbandingan ketebalan antara lensa crown glass dengan High Index itu masalh lensa.
kalau Framenya bahannya, dan lain-lain lah. coba baca blog ini mungkin anda bisa terinspirasi.
Tanggapi Komentar ini
maksimal berapa dioptri yang disarankan untuk menyeimbangkan lensa kiri-kanan yang memiliki ukuran beda ?contoh, OD -16.00 OS -9.00
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
April 1st, 2009 at 9:37 am
@chic,
Umumnya 3 D, kemungkinan otak asih bisa menerima perbedaan bayangan antara Kanan dan kiri… namun beberapa kasus ada yang bisa lebih dari itu dan ada juga yang tidak bisa segitu…
Mesti trial dulu…
Tanggapi Komentar ini
Minta bantuan nih…
saya pengguna kacamata dengan minus 4 (L) 5 (R) sehingga lensa kacamata yang saya gunakan sangat tebal. saya lebih memilih jenis lensa kaca daripada plastik karena ketebalannya.
Saya mau minta informasi jenis lensa apa yang paling tipis dan mungkin sekalian info merk nya. trims…
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
May 8th, 2009 at 9:55 am
@Rommy,
Kalau harus maksa pakai lensa kaca maka disarankan cari lensa dengan index bias paling tinggi misal 1.8 dan sementara ini banyak di pasaran dengan index. 1.7 .
Coba pilih bingkai yang kecil aja dan ada rimnya.
Untuk merk kalao gak salah Ultra Index 1.8 ada di optik Melewai… atau silakan tanyakan aja ke optik anda, lensa dengan index 1.8 atau minta penggosokan khusus misal CT lensa di bawah 1 mm , maka lensa akan kelihatan tipis, kemudian setelah di di potong minta pinggir lensa dipoles bening, itu juga bisa memberi kesan lensa menajdi lebih tipis.
Ada yang lain…?
Tanggapi Komentar ini