By Kastam in Lensa on 30-12-2008 | view : 730 kali |
Tags: berlawanan, cylinder, gerakan, Lensa, Minus, normal, Plus, resep, searah
Mencari ukuran sebuah lensa sangat penting dalam proses pemeriksaan refraksi ataupun jika anda ingin membuta lensa dan pasien menginginkan ukuran yang akan dibuat itu sama persis dengan kacamata lamanya.
Tentu tidak ada masalah jika kita mempunyai alat untuk mengukur kekuatan lensa yaitu lensometer atau lensmeter. Namun buat anda atau saya
, yang tidak mempunyai lensometer maka harus melakukan beberapa hal, misal:
- Menanyakan ke pasiennya, berapa ukurannya
- Menanyakan resep lama atau kartu ukuran atau kartu garansi lensa, yang biasanya ada data ukurannya
- Mencari atau mengukur sendiri dengan cara khusus.
Nah, untuk point 1 dan 2 jika pasien ingat atau punya, maka jika tidak ingat atau tidak punya kartu ukurannya, kita harus bisa mengetahui ukuran kacamata itu.
Dalam kasus ini saya ingin memberikan tips bagaimana cara mengetahui ukuran suatu lensa kacamata dan khususnya pada tahap pertama ini adalah lensa spheris saja dan selanjutnya pada lain kesempatan mungkin lensa cylinder. Ok, kita mulai yaaaa..
Yang anda harus tahu dulu adalah sifat lensa Spheris, jika lensa itu minus maka bayangan yang ada akan bergerak mengikuti arah gerakan lensa kita, sebaliknya jika lensa itu plus maka bayangan yang ada akan bergerak berlawanan arah dengan arah gerakan lensa. Untuk lensa normal maka bayangan yang ada tidak akan bergerak kemanapun, alias tetap.
Sementara bagaimana kita tahu bahwa lensa itu hanya spheris saja atau ada cylindernya?
Dengan alat sederhana di bawah ini maka kita bisa tahu apakah lensa itu spheris saja atau ada cylindernya, yaitu dengan gerakan memutar, jika lensa diputar maka obyek palang akan ikut bergerak seperti menggunting atau meleot (apa itu?), selanjutnya akan di bahas pada lensa cylinder yaaa….
Paham khan. Ok, kita praktekkan yaaa…
Alat yang kita perlukan adalah:
- Trial lensa
- Obyek palang, buat palang di kertas putih dengan spidol hitam, seperti gambar di bawah.
Kita mulai dengan mengukur lensa kanan, kita arahkan lensa itu ke obyek palang yang kita buat, kita lihat dari arah dalam lensa, dan mulai gerakkan perlahan, ke kanan dan ke kiri, jika bayangan obyek itu mengikuti gerakan lensa kita maka lensa itu minus, Jika bayangan obyek itu berlawanan arah dengan gerakan kita maka lensa itu plus.
OK, kita anggap bayangan obyek itu bergerak searah dengan arah gerakan lensa kita, maka kesimpulannnya adalah lensa itu MINUS.
Selanjutnya MINUS berapa?
Kita ambil lensa plus di trial lensa kita, tempelkan di depan lensa kacamata pasien itu dan gerakan lagi, ukurannya yang kita ambil kalau bisa yang mendekati, yaaa kira – kira lah, misal +1.00 D, Kita gerakkan ke kanan dan ke kiri pelan-pelan, bagaimana bayangan obyek palang itu, Jika masih mengikuti arah gerakan kita maka masih ada sisa minusnya, maka ganti dengan ukuran plus yang lebih besar, misal +1.50 dan seterusnya.
Nah, kapan hasilnya bisa di katakan pas?, Kita ketahui jika ukurannya Pas jika obyek palang itu TIDAK BERGERAK sama sekali, jika lensa kacamata dan trial yang kita tempelkan itu kita gerakkan. Misal lensa yang kita tempelkan adalah lensa +2.00 D, maka ukuran lensa kacamata pasien itu adalah S – 2.00 D.
Ingat lensa yang kita pakai untuk menetralkan adalah S+2.00, maka lensa kacamata pasien itu adalah S -2.00 D.
Popularity: 9%










