Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

Menyambung artikel sebelumnya bahwa untuk mencari lensa spheris pada lensa kacamata, dimana kita tidak mempunyai lensometer, maka kita bisa mengukur lensa dengan bantuan trial lensa dan obyek palang.

Nah, sekarang alat itu masih kita pakai lagi untuk mengukur lensa cylinder. Namun tentu caranya lebih komplek, mesti disimak dengan seksama.

Kelihatannya teknik ini di jaman sekarang yaa udah gak mungkin lagi, karena hampir setiap optik udah punya alat lensometer, ini juga untuk saya sampaikan pada posting sebelumnya. Namun, bisa jadi ada aja hal yang tidak kita duga bisa mengakibatkan teknik ini harus terpaksa digunakan. Apa yang mengakibatkan kita dipaksa untuk menggunakannya, misal, listrik mati, bagi yang menggunakan baterai, baterainya habis tiba-tiba, atau lampunya mati mendadak, atau rusak mendadak dan sebagainya… sisanya pikir sendiri yaaa, pokoknya alat tidak bisa dipakai lagi.

Ok, let’s practice…

Alat yang di pakai sama dengan yang lalu. Dan saat ini kita menganggap lensa kacamatanya adalah cylinder. Tentu dengan teknik yang pernah kita bahas.

  1. Langkah pertama, kita cari meredian terkuat dan tegak lurusnya, caranya arahkan lensa ke obyek garis palang itu dengan posisi ada bagian garis palang yang berada di dalam lensa dan ada garis palang yang ada di dalam lensa kacamata itu. Gimana bingung? Atau anda bisa menggunakan tepi tiang dimana tiang itu lurus rapi rata, Nah, terawanglah lensa itu ke arah tiang itu.
  2. Perhatikan dengan posisi kacamta lurus secara horisontal apakah bayangan tiang yang ada di dalam lensa itu menyambung lurus dengan tiang aslinya (yang dilihat dari luar lensa kacamta)?
  3. Jika yaaa, maka salah satu meredian lensa itu adalah 90 derajat, dan tegak lurusnya adalah 180 derajat. Selanjutnya kita tinggal menghitung kekuatan masing-masing.
  4. cylinder  Andai ternyata garis tiang atau obyek kita itu tidak segaris, berarti meredian atau axis yang akan di dapat ada pada arah itu. Nah, perhatikan ini contoh untuk lensa kanan, 0 derajat itu ada di posisi dekat hidung atau nasal dan 180 ada di temporal, sebaliknya untuk lensa kiri.
  5. Untuk obyek yang terlihat disamping itu maka jika itu lensa kanan, maka axis atau meredian itu tidak berada di 90 atau 180, misal 60 derajat, anda bisa menggunakan garis busur atau di buat axis garis.
  6. Putar lensa itu sehingga garis tiang atau obyek menjadi lurus antara bayangan dalam lensa dan objek asli diluar lensa, dan garislah dengan spidol, untuk selanjutnya bisa kita lihat axisnya.
  7. Ok, untuk memudahkan kita, kita anggap meredian lensa itu 90 dan 180 derajat.
  8. Dengan obyek palang itu, kita gerakkan lensa ke arah atas dan bawah atau arah 90 derajat, ingat sifat lensa spheris, nah untuk mencari ukuran lensa cylinder itu sama dengan lensa spheris tapi di lakukan 2 kali, yaitu arah meredian dan meredian satunya lagi.
  9. Gerakkan ke arah atas atau 90 derajat, jika arahnya mengikuti gerakan kita maka lensa arah itu adalah minus, maka langkah selanjutnya adalah menetralisasikan seperti pada posting sebelumnya, misal ternyata bayangan objek itu searah, maka berikan lensa plus, sampai tidak ada gerakan lagi. Misal ketemunya adalah S+2.00 D, maka lensa arah 90 adalah S-2.00 D
  10. Selanjutnya kita ukur/netralkan  pada lensa dengan arah horisontal atau 180 derajat sebagai tegak lurusnya 90 derajat. Misal arah bayangan itu juga searah dan beri lensa netralnya, misalnya sampai netral adalah S+3.00. Maka lensa itu pada arah 180 adalah S-3.00 D
  11. Sekarang kita udah punya dua ukuran pada meredian yang saling tegak lurus, selanjutnya kita pakai rumus untuk menentukan kekuatan lensa pada meredian, BUKAN pada lensometer, dimana kalau pada meredian punya aturan:
    • Spheris adalah aljabar terbesar
    • Cylinder dengan tanda -, selisih dari kedua kekuatan pada meredian itu
    • Axis terletak pada aljabar terbesar
    • Sehingga kekuatan lensa itu adalah S-2.00 C-1.00 x 90

OK, selesai sudah, gampang….

Mungkin ada bahasa yang mbulet, silakan tanyakan di komentar yaaa, dan mungikin juga ada yang perlu di koreksi. Semoga bermanfaat… AMin

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

cara menggunakan lensometer (1), UKURANLENSA CYLINDER (1)

Belum punya Paypal... Daftar/Klik logo bawah... Free

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

7 Responses to “Mencari Ukuran Lensa Cylinder”

  1. Mas gmn cra ngitung ukuran minus Śά♏ά kombinasi cylinder utk pemakaian lensa kontak..

    Misalnya : S. -4.00 C. -1.50 X. 90..lha klo ϑî pke untuk pemakaian lensa kontak jadi pke ukran brpa??

    †̥äª tunggu jwbanya..
    Mksh..

  2. Artikelnya Bagus dan banyak membantu, bila ada yg tanya pasti saya sampaikan ke teman-teman saya.

  3. pa, bagaimana jika memeriksa pasien dgn ukuran cylinder murni…lantas bagaimana kita mengetahui koreksi nya sudah benar atau belum??over atau under nya???makasih

    • @rifky,
      Sama saja dengan refraksi umumnya mas… langkah pertama tetep mencari Spheris dan BVSnya…
      Contoh bagaimana nanti akan jadi cylinder murni.

      Misal hasil akhir Rx : C-0.50 x180… berapa BVSnya…?
      Tentu bukan nol, tapi -0.25, dan selanjutnya dengan CC masukkan C-0.50 maka kita akan menambah +0.25 maka nilai Sph jadinya NOL … dan Rxnya C-0.50x….

      Batas cukup tidaknya ukuran cylinder dari langakp mencari power dengan CC, silakan lihat di artikel yang sudah ada yaa….

  4. makasih infonya ya, saya juga mata saya kata dokter cylinder, jadi berguna sekali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Komentar ke FB

Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas