By Kastam in RO, Refraksi on 04-08-2008 | view : 1,148 kali |
Tags: Hypermetropia, kelainan, Mata, Myopia, organik, pemeriksaan, Refraksi
Ini untuk yang kedua prosedur pemeriksaan refrakasi terhadap pasien. memang untuk kelainan refraksi jenis ini tidak sebanyak pada myopia. Namun ukuran ini juga bisa di jumpai pada anak umur di bawah 5 tahunan di mana mata masih berkembang dan orang yang tua (bukan presbyopia lho) serta banyak di jumpai pada orang tua yang habis operasi katarak (biasanya di ikuti adanya astigmatisme).
Ok kita mulai yaa… Siap?
Pertama untuk anda yang belum baca artikel pemeriksaan myopia, harus baca dulu. Karena saya tidak mulai dari awal melainkan lanjutan dari beberapa tahap awal di pemeriksaan itu.
Silakan di baca artikel pemeriksaan myopia dan berhenti sampai dengan:
Pertanyaan yang di sampaikan ke pasien adalah (misal): Bapak Kastam, Coba bapak bandingkan mana yang lebih jelas yang pertama (kondisi nol) atau yang kedua ( kondisi +0.50)? Jika di jawab yaaa dan bisa baca maka jelas diagnosa dan kelainan pasien itu yaitu Hypermetropia dengan atau tanpa astigmatisma (karena topik kali membahas pemeriksaan myopia maka kita lupakan proses selanjutnya) dan kita berandai pasien menjawab objeknya menjadi lebih jelek atau lebih kabur.
selanjutnya anda ikuti langkah berikut:
- Berarti pasien menjawab Yaa… Bagus (dengan koreksi +0.50)
- Seperti halnya dengan myopia, jika masih huruf besar maka tambahkan dengan power yang lebih besar misal +1.00 atau +2.00 biar lebih kerasa bedenya
- Silakan ubah target snellen ke lebih kecil dan selalu tanyakan apa masih bisa di baca dan jangan lupa suruh pasien membaca, ini penting karena apa yang di lihat dan di baca pasien belum tentu benar. Namanya juga examination atau ujian, khan ada kunci jawabannya.., yaitu anda.
- Jika tidak bisa di baca, tambahkan power + lagi dan seterusnya sampai bisa 20/20.
- Jika tidak bisa 20/20 maka lakukan Pin Hole tes, sudah tahu khan..
- Ok lah saya singgung, ini juga dilakukan pada myopia.
- Pada phoroptor awalnya lensanya bukaannya besar, nah ganti dengan pinhole atau PH, Pertanyaan yang dui ajukan: “Bapak Kastam, dengan saya ganti kacamata di alat ini dengan lubang kecil, apakah tulisan di depan lebih jelas, atau lebih jelek atau sama saja?”
- Penilaianya, jika sama saja atau lebih buruk maka kelainan organik, serahkan ke dokter mata, misal mungkin ada katarak atau media rerafkta yang lain bermasalah dan bukan wewenang kita. Jika ternyata dengan Pinhole lebih BAIK maka ini tugas anda, karena berarti kelainan refraksi penyebabnya dan bisa jadi ukuran belum tepat baik power + nya kurang atau kelebihan atau ada astigmat di pasien tersebut.
- Karena kita tidak mengannggap pasien ada astigmatisme dan pasein tidak ada kelainan organik maka hasil sementara kita anggap pasien bisa 20/20. misal ketemu ukuran OD: S +2.50 D
- Yakinkah ukuran anda yang OD: S +2.50 D itu tepat, maka cek duochrome test atau Red green test
- Prinsip sama dengan di myopia, namun sasarannya adalah sama jelas atau kalau tidak bisa pilih objek di hijau sedikit lebih jelas.
- Pemeriksaan monokuler selesai…
- Pemeriksaan binokuler sama dengan di pemeriksaan myopia (link di atas)
- Lakukan balancing test atau te keseimbangan sama dengan prinsip di myopia
- Ada sedikit perbedaan saat Duke Elder, dimana prinsipnya kalau nggak salah untuk memberikan ukuran ternyaman dst…
- Namun karena prinsip duke elder itu tambahkan +0.25 D pada kedua mata maka hasil yang kita dapat dari hasil monokuler bisa jadi lebih besar, beda dengan myopia.
- Saya ingat sekali dosen saya (dosen refraksi) dan sebagaimana para dokter mata yang lain, yang selalu mengejar visus 6/6 atau 20/20, maka filosofis untuk ukuran plus atau hypermetropia juga beda dengan myopia (masih ingat?). Untuk hypermetopia berikan ukuran terkuat, terjelas dan ternyaman…
- Ini di karenakan adanya akomodasi mata jika power plus nya kurang, jadi kita kembalikan ke definisi awal bahwa orang normal itu adanya sinar-sinar sejajar yang masuk mata di biaskan tepat jatuh di retina TANPA AKOMODASI.
- Tapi selama ini terus terang saya tidak mengambil prinsip terkuat, tapi ternyaman dan terjelas.
Contoh resep:
R/ OD: S +2.50 D
OS: S +1.50 D
PD: 65 mm
ps: gambar dari: www.ophthalmixonline.com
Popularity: 8%












mas, hipermetropia kan tidak bisa melihat dekat, pemeriksaan di atas itu targetnya jauh ato jarak baca (lebih kurang 30 cm)? emangnya hipermetropia juga gak bisa liat jauh?
Tanggapi Komentar ini
Memang pengertiannya tidak bisa melihat dekat, namun bukan seperti dekatnya orang tua yang presbyopia.
Alat periksa/target snellennya yaa jauh 6 meter. Makanya visus yang digunakan juga 6/6 atau 20 feet, jadinya 20/20.
Sepertinya memang agak rancu, tapi masih dalam kategori untuk jarak jauh dan lebih terasa lagi untuk jarak dekat apalgi pada usia tua.
Ada pendapat lain?
Tanggapi Komentar ini
jadinya hipermetropia itu pake lensa + jika mau melihat jauh ya mas?apa penderita hipermetropia tidak membutuhkan lensa adisi untuk baca?kalo bole saya mau saranin agar posting tentang donasi ditaruh di halaman home biar siapapun yang mengakses situs ini langsung kebaca..
Tanggapi Komentar ini
Betul lensa yang di pakai lensa plus.

Seorang hypermetropia justru akan mengalami kesulitan baca yang hebat saat dia presbyopia, dan yang pasti akan lebih perlu plus yang sangat besar. Intinya malah sangat perlu addisi.
Saya sudah posting panjang lebar tentang usia 40 tahun kok susah baca dan menentukan addisi dll, cari yaa , saya sepertinya udah siapin tuh halaman untuk mengakses semua postingan dalam satu halaman. coba lihat di sini:
http://optikonline.info/sitemap.xml
Untuk halaman donasi boleh mungkin tidak berupa halaman, tapi satu kotak gitu yaa, kayak yang tes buta warna online itu , namun di depan atas. gimana.
Cara anda cukup gampang kok.
Anda punya alamat email teman khan, buka halaman donasi dan kirim email aja ke teman yang lain.
Juga berfungsi untuk memberitahukan artikel yang lain ke teman anda… silakan di coba…
Tanggapi Komentar ini
ok deh, kalo PD 64/62-15 artinya apa ya mas?bisa berikan beberapa perbedaan presbiopia n hipermetropia?
Tanggapi Komentar ini
Nah, ini yang belum pernah dengar atau lihat.

E e e udah deh, yaa baru kali ini ada PD model itu
kalo 64/62 itu biasa yaitu PD jauh dan dekatnya
untuk 15 kayaknya belum pernah ada.
Perbedaan presbyopia dan hypermetropia coba lihat di
http://optikonline.info/sitemap.xml
cari bab presby dan hypermetropia pasti ada bedanya.
Ok
Tanggapi Komentar ini