By Kastam in RO, Refraksi on 23-07-2008 | view : 1,540 kali |
Tags: acies visus, astigmatism, balancing test, bvs, duke elder, Hypermetropia, Mata, Minus, Myopia, paisen, pemeriksaan, periksa, phoroptor, red-green, tajam penglihatan, visus
Saking ngototnya teman kita yang di Medan yaitu abang Supriyanto, untuk di postingnya proses pemeriksaan lengkap mungkin berikut pertanyaan atau komunikasi yang di pakai mulai dari myopia, hypermetropia dan astigmatisma juga strabismus.
Baik-baik, saya mulai yaa dari yang pertama dan mungkin untuk selanjutnya tidak perlu di ulang semua karena awalnya adalah sama dan hanya meneruskan jika terjadi sesuatu dan perlu action yang selanjutnya.
Posisi sekarang adalah pasien udah di lakukan pemeriksaan refraksi secara objektif dengan autorefractometer atau autorefraktometer atau itu tuh alat periksa komputer.
Dan tentunya anda sudah mendapatkan hasil print out atas pengukuran tersebut dan bisa di pastikan hasilnya tidak jauh beda banget dan seharusnya anda para RO sudah tahu akan diagnosa pasien anda yaitu myopia atau hypermetropia baik di sertai astigmat atau tidak.
Nah, ma’af bagi yang tidak punya atau tidak menggunakan komputer tentu tidak ada pegangan apakah pasien ini myopia atau hypermetropia dengan atau tanpa astigmatism, kecuali ada data kacamata lamanya.
Untuk itu biar semua proses terasa alami tanpa ada bantuan dan kita anggap pasien ini belum pernah pakai kacamata kecuali sunglass ha ha ha. Otomatis kita sama sekali tidak tahu kecuali dari hasil anamnesa yang bisa mendiagnosa awal kira-kira apa kondisi kelainan mata pasien ini. Asumsi kita pakai phoroptor yaa, atau bayangkan jika pakai trial lens set.
MULAI…..
Nama Pasien adalah Kastam, 36 tahun, laki-laki. He he itu saya sendiri.
- Pasien duduk di kursi periksa, bersihkan alat phoroptor
- Semua power di posisikan nol
- Pasang phoroptor di muka pasien, tentunya dengan posisi senyaman mungkin.
- Buka hanya yang sebelah kanan dan tutup yang sebelah kiri
- Kita mulai dengan mengukur Acies Visus yaitu tajam penglihatan tanpa koreksi
- Nyalakan projector atau snellen chart pada target hurup terbesar, misal huruf E
- Pertanyaan yang anda sampaikan ke pasien contohnya:
- Bapak Kastam, kita mulai yaaa, coba bapak lihat huruf yang ada di depan apa masih bisa terlihat dengan jelas?
- Kalo di jawab yaa masih bisa, silakan di baca.
- Jika jawabannya benar dan lancar maka ubah target snellen chart ke yang lebih kecil, dan ulangi pertanyaaan no.1 terus menerus sampai pasien tidak bisa membaca secara lancar.
- Nah, catat Avnya pada saat target terakhir yang masih bisa di baca meskipun tidak semua benar, misal:
- Bisa sampai angka notasi visus 200, maka AVnya = 20/200
- Bisa sampai angka 60 tapi salah 2 huruf, maka Avnya = 20/60 F2
- dst
- Setelah itu berikan power spheris misal +0.50, kenapa plus kok nggak -0.50, ini ada alasannya yaitu agar mata pasien menjadi tidak berakomodasi sehingga hasilnya menjadi akurat.
- Setelah di berikan power +0.50, tanyakan pada pasien apakah huruf yang tadinya gak jelas atau gak bisa di baca dengan jelas sekarang lebih jelas?
- Pertanyaan yang di sampaikan ke pasien adalah (misal): Bapak Kastam, Coba bapak bandingkan mana yang lebih jelas yang pertama (kondisi nol) atau yang kedua ( kondisi +0.50)?
- Jika di jawab yaaa dan bisa baca maka jelas diagnosa dan kelainan pasien itu yaitu Hypermetropia dengan atau tanpa astigmatisma (karena topik kali membahas pemeriksaan myopia maka kita lupakan proses selanjutnya) dan kita berandai pasien menjawab objeknya menjadi lebih jelek atau lebih kabur.
- Berarti sekarang kita harus ubah haluan dengan menambahkan lensa minus, misal -0.50 (pemberian ukuran kita usahakan yang lebih memberikan perubahan yang signifikan, misal jika pasien hanya bisa melihat huruf E besar yaitu 20/400 maka penambahan +- 0.50 kurang berasa, maka anda bisa langsung memberikan penambahan +- 1.00 atau +- 2.00. Tapi kalo pasien udah bisa melihat pada visus misal 20/30 atau 20/25 maka penambahannya bisa +- 0.25. Begitu lebih efesien dan efektif
- Nah, pasti dengan penambahan -0.50 penglihatan lebih baik, namun jika tidak lebih baik itu juga bisa saja terjadi karena bisa jadi pasien hanya astigmat saja atau ada kelainan organik. (Karena tidak dalam topik ini maka kita lewat dulu)
- Begitu lebih jelas pindahkan atau ganti dengan huruf yang lebih kecil dan wajib di suruh baca.
- Pertanyaan yang di berikan: Bapak Kastam bandingkan mana yang lebih jelas posisi pertama (-0.50) atau kedua (-1.00 dst)
- Lanjutkan terus seperti itu pertanyaanya, dan tentu anda juga bisa menggunakan kata-kata anda sendiri yang tentunya sesuai dengan dialek daerah anda dan gaya bahasa anda.
- Sampai akhirnya pasien bisa membaca pada visus 20/20 atau 6/6 atau 1.0, misalnya di dapatkan S -2.50 D untuk OD (mata kanan)
- Ini berarti ukuran S-2.50 D adalah BVS (Best Vision Spheris), atau Spheris terbaik yang di berikan untuk penglihatan pasien tersebut
- Proses pemeriksaan ini dilakukan monokuler artinya panduan untuk satu mata saja
- Selanjutnya proses pengecekan apakah spheris yang kita berikan sudah tepat atau belum
- Pindahkan target ke Red-green atau angka yang ada background warna merah dan hijau.
- Tanyakan pada pasien, Bapak Kastam, Coba bandingkan angka atau lingkaran atau apa aja objek yang ada di target dengan syarat besar ukurannya sama, Apakah sama jelas, atau ada yang lebih jelas
- Jika angka yang ada di merah lebih jelas maka tambahkan spheris minus S-0.25, sehingga menjadi S-2.75 D
- Dan ulangi lagi pertanyaan di atas sampai objek sama jelas tau hampir sama
- Jika angka yang di hijau lebih jelas maka tambahkan S+0.25 maka menjadi S-2.25 D (dari resep awal)
- Jika sama jelas maka Spheris yang kita berikan sudah pas dan berarti sinar yang masuk mata sudah di biaskan pas di retina.
- Biasanya perubahannya tidak lebih dari +- 0.50, asal BVS sudah benar.
- Jika anda menggunakan Autorefraktometer yang hasilnya udah link ke phoroftor kayak yang saya pakai setiap hari maka prosedur red-green tess ini malah di lakukan pertama kali,karena power dari komputer sudah mengisi langsung di phoroptor
- jangan salah tanya yaaa, misal mana yang lebih jelas WARNA MERAH ATAU HIJAU, ini salah karena yang di tanyakan bukan warnanya melainkan objek yang ada di……
- Jika tidak ketemu benar-benar sama maka cari yang hampir sama atau merah sedikit lebih jelas (untuk myopia) dan hijau sedikit lebih jelas (untuk hypermetropia)
- Dalam hal ini misal kita temukan sama jelas pada S -2.75 D (OD)
- Selesailah pemeriksaan monokuler untuk mata kanan
- Lakukan langkah pemeriksaan yang sama dengan mata kiri dan jangan lupa tutup yang kanan.
- Sampai di sini di temukan ukuran S -4.50 D untuk mata kiri (OS) dengan visus 20/20 dan red-green test sama jelas
- Langkah selanjutnya kita lakukan pemeriksaan binokuler
- Dengan di buka dua mata kita suruh pasien untuk membaca pada visus 20/20 dan pastikan bisa terbaca dengan jelas, dan pastinya jika langkah di atas di jalankan dengan benar pasti akan terlihat jelas pada visus 20/20
- Anda tentu akan melihat pasien bisa melihat objek dengan visus 20/20 dengan jelas, bahkan sangat jelas, karena kedua mata full koreksi
- Langkah berikutnya adalah apakah penglihatan pasien kita itu sudah seimbang antara mata kanan dengan mata kiri, kita akan melakukan tes yang di namakan Balancing test, atau tes keseimbangan dengan syarat visus sama antara kedua mata
- Phoroptor di buka untuk kedua mata dan dengan di tutup bergantian tanyakan : Bapak Kastam, Apakah ini mata kanan (sambil menutup mata kiri) dan ini mata kiri (sambil menutup mata kanan) SAMA JELAS?
- Jika sudah sama jelas maka selasai tes ini
- Jika tidak sama, maka kurangi ukuran yang melihatnya lebih jelas
- Kapan berhentinya jika tidak ketemu sama?
- Cari ukuran yang lebih kecil sebagai yang lebih baik.
- Apakah sudah selesai? Belum. Karena bisa jadi ukuran yang kita berikan ini jelas tapi tidak nyaman
- Nah, sekarang perlu dilakukan Duke Elder test, atau lebih gampangnya penghalusan ukuran yang di dapat agar pasien melihat lebih nyaman. Perlu di ingat filosofis untuk ukuran pasien myopia, yaitu diberikan adalah terkecil, terjelas dan TERNYAMAN.
- Prosesnya dengan kedua mata di buka, target adalah visus 20/20 dan tanyakan ke pasien dengan berbarengan OD-OS memberikan power S +0.25, pertanyaannya: Bapak Kastam, perhatikan huruf di depan, bisa di baca dengan jelas? pastinya bisa. Apakah dengan sekarang (memberi S+0.25 kedua mata) MASIH BISA di baca dengan jelas?
- Kalo masih bisa maka ambil ukuran terakhir , jika tidak jelas maka ukuran pertama yang di ambil
- Selesai…..
Wah, lumayan pegel/capek tanganku. Kayaknya posting ini paling panjang yang pernah aku ketik, soale harus tuntas.
Dan bisa jadi ada yang kelewatan, maka jika di temukan dan kalau ada yang kurang jelas silakan di komentar aja yaaa…
Semua gaya bahasa bisa anda ganti yaaa, misal posisi pertama di ganti kesatu, yang ini, yang itu dan sebagainya.
Popularity: 10%












ckckck, mantap mantap, makasih atas kerja beratnya mas,hehehe..
Tanggapi Komentar ini
weh weh
tambah mantap lah optik online nie
Tanggapi Komentar ini
@: Supriyanto & emin:
makasih.
Mas Emin, kemana aja, ada salam dari siapa tuh di komentar atas atau di mana yaaa…
E ee aku tgl 8 Agustus mau ke Makassar, sampai 11 agustus 2008.
Sampeyan di mana?
Mungkin gak ketemu….
Ada acara Perdami di hotel Clarion, makassar.
Tanggapi Komentar ini
mas masih ngutang pemeriksaan hipermetropia, presbiopia, astigmat, dan strabismus y..hehehe..
Tanggapi Komentar ini
Yaa….

Lagi cari duit yang lain.
http://optikonline.info/2008/07/27/segera-di-launching-optik-online-sun-rl-optik.html
dan
http://optikonline.info/2008/07/29/alat-alat-optik-bagus-dan-murah-lagi.html
Gimana, mau bantu atau http://optikonline.info/donasi-atau-partisipasi
Tanggapi Komentar ini
salam, mau tanya.
saya bekerja di optik, dan saya pernah memeriksa seorang ibu dengan rx = od :-10,50 dan os : -11,00 PD : 66. hasil rx tadi adalah hasil pemeriksaan dokter dan setelah saya periksa kcamata yg dulu pun ukurannya sama dgn rx hasil pemeriksaan dokter. namun, ketika saya periksa kembali dengan trial lens dengan ukuran rx yg sama, pasien mengaku bahwa dengan trial lens kurang begitu jelas, pasien mengaku dengan kacamata yg dulu lebih jelas. saya tidak tahu knp ini bisa terjadi. pasien juga mengaku saat periksa di dokter dengan trial lens rasanya kurang begitu jelas padahal ukuran rx dan PD disamakan. mohon penjelasannya akan hal ini. apakah mungkin penyebabnya karena lensa trial yg di pakai ‘uncorrected’. karena saya pernah dengar lensa trial ada dua jenis yaitu :corrected dan uncorrected. mohon tanggapannya.
terima kasih atas perhatian dan bantuannya.
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
April 30th, 2009 at 10:03 am
@rifky,
Salam juga…
Karena tidak berada ditempat saat periksa jadi ini hanya analisa dan kemungkinan hal itu juga pernah terjadi pada saya sendiri.
Untuk jenis trial lensa memang benar, namun jelasnya saya juga kurang paham.
Menurut saya itu ada perbedaan Vertex Distance (VD) antara kacamata lama dengan Trial lens/framenya.
Begini… jawabnya di http://optikonline.info/2009/04/30/mengapa-ukuran-sama-tapi-beda-jelasnya.html
Tanggapi Komentar ini