Repot Pakai Kacamata dan Lensa Kontak? Lasik Aja!
Powered by MaxBlogPress 

 

Base Curve pada Lensa Kacamata (Penggosokan) Membuat Resep Khusus Jarak Sedang dan Dekat

Jul 03

Satu lagi tips ini semoga bermanfaat untuk para RO (Refraksionis Optisien) dalam menjalankan tugasnya.

Menyapa nama pasien saat memeriksa pasien. Hal ini kadang sering bahkan sam sekali dilupakan oleh sebagian besar pemeriksa. Memang dalam anamnesa pada posting sebelumnya sudah pernah saya bahas tentang data termasuk menayakan nama pasien. nah, tindak lanjutnya kalo kit sudah tahu namanya adalah memanggilnya dengan sapaan dari nama panggilannya.

Tujuannya adalah supaya kita lebih kelihatan akrab sehingga antara pemeriksa bisa terjadi jalinan komunikasi yang sangat erat yang selanjutnya bisa membuat suasana pasien dan ruangan periksa serta jalannya pemeriksaan menjadi sangat kondusif dan nyaman.

Hasil akhir yang ingin di capai adalah pasien tidak merasa di interogasi dengan berbagai pertanyaan yang anda tanyakan, karena bagaimanpun pemeriksaan mata itu kan di kategorikan ‘examination’ atau tes, tentu analoginya adalah seperti kita menjalani ujian dengan menjawab tes wawancara dari kita pemeriksa. Sadar atau tidak rasa was-was, deg-degan dan sebagainya pati ada, seperti saya setiap mau ketemu dokter selalu ada rasa was-was padahal setelah itu juga lega. nah dengan kita menciptakan rasa akrab yang tulus tentu pasien akan sangat nyaman dan suasana tidak sepeti ujian lagi.

Sapaan yang saya maksud contohnya seperti ini:

Misal kita udah tanya namanya atau tahu dari status file yang kita pegang (kalau di klinik khan ada status file rekam medik tuhhh), misal Tn. Agus Brawijaya (nama asal) nah dari situ begitu masuk si pasien itu, kita bisa langsung membuat suasana akrab yaitu, misal:

Selamat siang Pak Agus!, Silakan duduk!, gimana Pak Agus khabar hari ini…, ngomong-ngomong ada keluhan apa nih Pak Agus?…..

Begitu mulai  pemriksaan setiap ada perintah atau instruksi yang akan disampaikan ke pasien sertakan dengan nama sapaan pasien dalam hal ini Pak Agus, misal:

Ma’af Pak Agus, silakan taruh dagu dan dahi di sini.. (saat mau periksa di autorefraktometer)

Saat proses berjalan maka misal : Pak Agus, tolong bandingkan angka yang ada di bidang warna merah dan yang ada di bidang warna hijau, mana yang lebih jelas?

saat trial lensa: Nah, pak Agus, ini say beri kacamata cobaan, ntar kacamatanya jadinya seperti ini, gimana pak Agus, cukup jelas dan nyaman ?

Dan seterusnya dan seterusnya….., tentu kata-katanya terserah anda yang penting sampaikan rasa hormat dan sopan santun anda ke pasien saat anda berhadapan dan berinteraksi dengan pasien. Karena pada dasarnya yang kita periksa adalah manusia adi harus tetap di perlakukan secara manusiawi. jangan di anggap pasien kita itu tidak tahu apa-apa.

Semoga bermanfaat… ada yang mau nambahinnnn…

Popularity: 15%

Selanjutnya Jika anda merasa artikel ini berguna: Agar blog ini tetap online anda bisa berpartisipasi lewat: Donasi untuk optikonline.info
BookmarkAddict.com

Pengunjung lain juga melihat artikel dengan topik:

Ditulis oleh: Kastam \\ tags: , , , ,

Tinggalkan Komentar/Pesan

Anda ingin mengetahui apakah anda termasuk Normal atau ada kelainan Deficiency warna merah dan hijau atau Buta Warna Total atau lemah. Silakan ikuti Tes Buta Warna Online di sini.

 Powered by Max Banner Ads 

Iklan - Sponsor

...+...
.
Amazon Hunter