Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

Jenis resep yang sering kita resepkan adalah untuk single vision yaitu untuk jauh atau untuk deat dan bifokus yaitu untuk jarak jauh dan dekat. Dalam beberapa kasus ada seseorang yang dengan jenis pekerjaannya yang sangat spesifik atau karena faktor lain misal usia atau tidak bisa memakai jenis lens yang sebenarnya sudah bisa mengatasai masalahnya sehingga kita di di haruskan untuk mengetahui dan membuatkan resep khusus sehingga di perlukan teknik khusus juga.  Saya sering memodifikasi resep seperti itu dan sebagian besar adalah untuk pasien yang sudah berusia tua atau sudah presbyopia dan udah 50 tahun keatas. Ada beberap alasan yang memungkinkan kita merepkan resep khusu itu yaitu khusus untuk jarak sedang dan jarak dekat, antara lain:

  • Seorang presbyopia yang sudah punya add yang tinggi, umumnya +2.00 D ke atas
  • Presbyopia yang gagal menggunakan lensa progressive, atau tidak bisa menggunakan padahal sudah beradaptasi dan sudah gonta-ganti jenis lensa progressivenya
  • Kesulitan untuk melihat jarak sedang, walaupun sudah menggunakan progressive karena zona sedangnya sangat sempit
  • Pemakai bifokal yang udah lama dan susah untuk pindah ke progressive
  • Bidang pekerjaan yang menuntut banyak di jarak sedang dan dekat, misal seorang pianis, pelukis kanvas, dll
  • dll

Solusi pertama sebenarnya adalah menggunakan lensa jenis progressive untuk yang bisa pakai dengan jenis lensa yang khusu untuk jarak sedang dan dekat, misal hoya desk, office view atauapa namanya itu da hampir semua produsen juga mengeluarkannya. Silakan tanyakan ke optik anda.

Nah, bagaimana sekarang caranya untuk memodifikasi resep atau menentukan resep untuk pasien jenis ini, di mana pingin tetap pakai lensa bifokal?

Pada prinsipnya adalah sama dengan resep biasa, yaitu jarak jauh dan dekat:

  • Pasien di periksa dahulu dengan resep lengkap untuk jarak jauh dan dekatnya.
  • Setelah di ketahui resep jauh – dekatnya, maka ambil setengah nilai Addnya dan tambahkan ke jarak jauhnya secara aljabar.
  • Lakukan dengan trial lensa untuk menentukan jarak yang ideal menurut masing-masing pasien, dengan menempatkan posisi bidan pekerjaan untuk sedang dan dekatnya.
  • Sisa untuk addnya minimal adalah +1.00, artinya jika add aslinya +1.75 maka yang di ambil adalah +0.75 untuk di tambahkan ke resep jauhnya dan sisanya adalah add +1.00
  • Untuk Add yang nilainya perempatan, sehingga tidak bisa di bagi 2 misal +2.25 maka ambil yang +1.00 untuk di tambahkan ke jauhnya dan add untuk bacanya jadi +1.25, begitu seterusnya.

Contoh :

R/ S+0.75

L/ S+1.25

Add +2.00

===>>> maka resep untuk sedang /dekat secara umumnya (mesti lakukan trial yaa ) adalah:

R/ S+0.75 + (+200/2) ==>> S+0.75 + (+1.00) ===>> R/ S+1.75 D

L/ S+1.25 + (+200/2) ==>> S+1.25 + (+1.00) ===>> R/ S+2.25 D

Add + 1.00  ===>> perhatikan Addnya bukan +2.00 D lagi melainkan +1.00, karena nilainya udah di ambil setengahnya yaitu +1.00 untuk sedang. sehingga nilai untuk resep baca tetap sama. yaitu :

R/ S +2.75

L/ S +3.25

Perlu diingat untuk nilai cylinder jika da harus tetap di ikutkan tanpa ada perubahan, karna yang berubah hanya nilai spherisnya dan harus di lakukan trial untuk menentukan hasil yang pas sesuai kebutuhan jarak kerja pasien.

Semoga bermanfaat…. Ada yang mau nambahin…?

Belum punya Paypal... Daftar/Klik logo bawah... Free

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

2 Responses to “Membuat Resep Khusus Jarak Sedang dan Dekat”

  1. @Andre: Udah tanya di inbox juga yaa.
    Bisa saja mas…
    Perhitungannya juga sama saja.
    Misal jauhnya ODS : -1.00 Add +2.50
    Maka untuk jarak sedanganya:
    -1.00 + (+1.25) = +0.25 dengan Add +1.25

    Perhatikan:
    Rx pertama jauhnya -1.00
    Rx sedang menjadi +0.25 dan Rx dekatnya : +1.50 >> anda perhatikan untuk RX dekatnya atau jika menggunakan FlatTop maka Addnya bukan lagi +250 melainkan +1.25 sehingga total bacanya sama yaitu +1.50 D
    bahkan jika ada kombinasinya cylinder juga bisa, namun yang diperhitungkan hanya spherisnya saja.
    Terima kasih

  2. bagaimana jika spheris minus atau plano? apakah bisa digunakan rumus diatas?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Komentar ke FB

Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas