subscribe: Posts | Comments | Email

Anamnesa dalam Pemeriksaan Subjektif

2 comments
Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

Kadang ada hal yang sering di lupakan oleh sebagian RO (Refraksionis Optisien) dalam proses pemeriksaan mata pasien. hal ini karena sudah menjadi rutinitas sehingga ada kalanya membuat hal yang membosankan, tentu iini adalah pendapat dan sikap yang keliru.

Hal yang saya maksud adalah anamnesa atau riwayat tentang keadaan mata dan seala sesuatu yang berhubungan dengan mata. Untuk itu dalam posting kali ini saya ingin mengingatkan bahwa ada sisi yang sangat penting dari data atau informasi yang di berikan oleh pasien untuk membrikan resep kacamata atau tindkan medis selanjutnya kepada pasien kita.

Misal kita tidak pernah menayakan tentang keadaan matanya pakah sudah perna menjalani operasi katarak atau belum, ada riwayat glaukoma atau tidak dan sebagainya, maka bisa jadi ressep yang kita berikan bisa salah.

Beberap hal berikut adalah contoh pertanyaan yang sebaiknya di tanyakan untuk mendapatkan informasi atas dir pasien tersebut, meskipun tidak harus di tanyakan semuanya namun perlu di lihat perkasus, yaitu:

  • Apa keluhan utama sehingga pasien ingin memeriksakan matanya saat ini.
  • Kalo ada keluhan, apakah keluhan itu terjadi mendadak, atau perlahan-lahan, berapa lama keluhan itu dirasakan dan sebagainya.
  • Adakah hal yang menyebabkan keluhan itu semakin parah
  • Adakah kacamata yang lama, kadang kita merasa bahwa resep kita nantinya adalah pasti enak di pakai sehingga kacamata lama tidak perlu di perhatikan atau di periksa setelah pemeriksaan dan resep kita sudah jadi. Hal ini bukan berarti saya ingin mengatakan dan meremehkan anda, namun banyak hal yang bisa di jelaskan di sini terhadap adanya kacamata yang lama, walaupun bisa jadi yang lama itu mungkin salah tapi kalau sudah puluhan tahun di pakai dan sudah sangat nyaman di pakainya maka perubahan yang anda berikan tanpa melihat kacamata lama akan berakibat fatal, pham khan maksud saya, misal DV kacamata lama dan termasuk adakah prisma di kacamatanya walaupun kecil misal hanya 1 atau 2 prisma, maka jika pasien tidak cerita bisa jadi kita kelewatan, dan karena kita sudah memeriksa kacamata pasien sebelum pemeriksaan di mulai maka kita akan mendapatkan petunjuk atas kacamata yang lama.
  • Tanyakan Usia, cara atau jarak baca pasien serta jenis pekerjaan yang paling di lakukan, ini sangat penting manakala anda menjumpai dua pasien dengan usia yang sama misal 50 tahun, keduanaya emetropia dan hanya presbyopia sedang profesi keduanya berbed, misalnya yang satu adalah pekerja di sebuah kantor dan yang lainnya adalah tukang reparasi jam tangan, anda bisa bayangkan?
  • Sebenarnya masih banyak lagi tapi dari contoh yang diatas pasti anda akan kekingat sendiri apa yang perlu di tanyakan untuk mendapatkan data atau informasi yang cukup guna untuk menyimpulkan sebuah resep ke pasien anda, Jangan lupa meskipun ini tidak mempengaruhi angka dalam resep tapi wajib di tanyakan adalah Nama pasien, betul khan …, nah ntar resep ini milik siapa. Dalam resep apapun minimal yang menyertai sebuah resep adalah nama dan usia, boleh jadi ada alamat.

Saya yakin anda para RO punya pertanyaan lain yang mendasar yang mugkin belum saya tulis, silakan di tulisa di komentar yaaa.. terima kasih. Jadi apa ada yang mau menambahkan…?

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

pengertian anamnesa (33)
  1. @Bpk Wawan,
    Terima kasih, memang begitu sebenarnya, namun dari awal itu cuman buat mengingatkan ilmu yang saya dapat dan pengalaman yang teringet juga dari hasil kuliah maka saya tidak bisa menulis sumbernya secara jelas dan memang seharusnya sampai banyak referensi seperti itu.

    Jadi mohon maaf…

  2. Kepada Bpk. Kastam yang saya hormati, dalam setiap penulisan anda apapun mengenai study ilmu dapatkah kiranya anda mencantumkan referensinya baik buku artikel dan sebagainya yang meliputi nama penulis, tanggal bul;an dan tahun di keluarkan, isi dan alamat webnya, jadi ada dasarnya dan pegangan. terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco