Antara Do’a, Tingkah Laku dan Harapan
27 June 2008 | Belum ada komentar
Wah judul itu saya buat sendiri, dalam kuthbah di Masjid Al Murtadho Jum’at kemarin memang kotib tidak secara explicit menyebut topik atau judul atau tema kuthbahnya, jadi yaa saya buat begitu semoga masih masuk.
Kita tidak usah berkhayal kapan kita mati, di mana, sedang apa dan sebagainya yang berhubungan dengan mati. Namun yang perlu kita perhatikan dan sikapi adalah bahwa kita mau tidak mau akan mati entah kapan, hanya Allah SWT yang tahu. Sehingga dari kejadian yang pasti akan terjadi pada tiap makhluk itu maka kita harus menyiapkan diri untuk bekal setelah mati. Apakah itu? Taqwa jawabanya.
Sebagai muslim wajib kita menunaikan ibadah sholat 5 waktu. Dan setiap selesai sholat selalu berdo’a dan hampir ini di baca oleh setiap muslim, jadi do’a standartlah. Pertanyaannya apakah do’a yang kita minta itu di kabulkan oleh Allah? Padahal dalam firmanNya, ” Berdoalah kepadaKu, niscaya aku kabulkan”
Maka jika kita merasa sudah berdo’a tapi kok nggak ada dampak atau hasilnya yang harus kita lakukan adalah instropeksi diri.
Kembali ke do’a yang mungkin kita baca secara standar adalah Robbana atina …… dan Allahuma inanasaluka salamatan fiddin…… dst.
Coba kita lihat do’ a itu. Jika kita sudah cukup sandang papan pangan makak hidup di dunia ini berarti sudah cukup sedang untuk akhirat tentu nanti dulu yang penting kita berdo’a aja terus. Dan coba tanya diri kita sendiri, apakah kalau dengar adzan kita langsung berangkat ke masjid, atau mushola atau langsung ambil air wudlu untuk sholat? Kalau tidak maka do’a anda tinggal do’a aja
Untuk do’a yang kedua:
Kita minta sehat, tapi apa yang kita perbuat, kita tidak tidur atau harus bangun tidur di malam hari dan begadang hanya untuk melihat acara TV yaitu sepak bola misal EURO 2008 misalnya. Sebenarnya kita di suruh menegakkan malam, tapi bukan dengan nonton TV melainkan ibadah sholat misal tahajud dan sebagainya, karena gerakan sholat itu juga seperi olah raga jadinya kita akan sehat.
Minta tambah Iman, kita minta tambah ilmu apakah kita mau belajar, apakah sudah belajar. Ilmu agama ini akan hilang satu-persatu bukan karena al-Qur’anya yang tidak terbit bahkan semakin banyak, namun ulama yang mengerti agama yang akan meninggalkan kita satu persatu sedang generasi penerusnya tidak ada. Kita sangat tahu betul berapa anak yang sekolah di bidang pendidikan agama di banding dengan sekolah umum?
Minta Rezeki, agar berkah manfaat untuk istri dan anak kita. Apakah rezeki yang kita cari udah hahal, karena jika rezeki yang kita berikan ke anak istri kita itu tidak halal akan merauni pikiran anak kita menjadai tidak baik juga.
semoga bermanfaat…
Popularity: 5%
Komentar/Saran/Kritik
Ada yang ingin anda sampaikan?



