Repot Pakai Kacamata dan Lensa Kontak? Lasik Aja!
Powered by MaxBlogPress 

 

Bagaimana menentukan Resep Kacamata - Balancing Test

12 June 2008 | Belum ada komentar

Secara lengkap mungkin akan panjang lebar, namun dalam hal bagaimana menentukan Resep kacamata yang benar atau baik yang berhubungan dengan kapan kita berhenti menentukan dominan mata versi kita.

Dominan mata yang benar atau yang seharusnya bukannya mata yang mempunyai tajam penglihatan terbaik di antara dua mata yang kita punya. Tapi adalah mata mana yang dominan di pakai untuk melihat yang kita bisa tahu dengan melakukan tes dominan.

Namun, dalam konteks posting kali ini sebagaimana yang di tanyakan oleh teman kita dalam komentarnya di sini.

Setelah kita melakukan refraksi secara monokuler kedua mata, dan kita anggap ODS semua visusnya 20/20. Nah, langkah selanjutnya adalah menentukan Resep yang benar-benar pas terlepas nanti kita akan trial dulu, kita akan memilih apakah ukuran yang kita berikan saat monokuler itu harus mentah-mentah kita ambil atau harus ada penghalusan atau apalah istilahnya. Selanjutnya kita lakukan Balancing test atau Tes keseimbangan.

Tujuan tes keseimbangan ini tidak lain adalah agar saat mata kita melihat suatu objek kedua mata mempunyai kekuatan atau tajam penglihatan yang hampir sama kalo memang sama tidak di temukan.

Oleh karena itu meskipun saat refraksi monokuler sama-sama visusnya 20/20, belum tentu sama-sama jelasnya.

Jadi bagaimana caranya sekarang…?

Lakukan buka tutup mata secara bergantian dan objek di berikan pada visus 20/20, pasien di tanya saat mata kiri di tutup untuk melihat keadaan mata kanan, mana yang lebih jelas mata kanan atau mata kiri? Jika mata kanan di bilang lebih jelas maka mata ukuran pada mata kanan diturunkan, misal dalam hal ini kita dapat Rx: OD: -2.00, OS: -4.00. Maka mata RX OD menjadi OD:-1.75.

Tidak cukup sekali untuk menayakan tes ini, maka ke dua kita lakukan pertanyaan dan tindakan yang sama. Jika ternyata pada tes kedua mata kiri lebih baik, maka kembalikan RX OD menjadi OD:-2.00.

Tapi jika ternyata pada pertanyaan kedua Kanan lebih baik kita bisa kurangi lagi sehingga menjadi OD: -1.50, tapi hal ini kadang jarang terjadi kecuali pada pemeriksaan monokulernya over.

Kembali ke pemilihan tes kedua pilihan pertama di atas, kenapa kita kembalikan ke OD:-2.00, ketika ternyata mata kiri jadai lebih baik.

Coba sekarang asumsikan dan praktekkan bahwa bagaimanapun orang normal atau O.00 D itu mempunyai penglihatan lebih baik (dengan catatan fisik ok dan secara umum), sehingga ukuran yang di dapat jika sama-sama visusnya maka pilihan untuk berhenti pada tes keseimbangan adalah power terkecil di pilih sebagai penglihatan yang lebih baik kalau tidak bisa sama.

Bagaimana… ada tanggapan…

Semoga bermanfaat buat mas Eky dan yang lainnya…

Popularity: 16%

Komentar/Saran/Kritik

Ada yang ingin anda sampaikan?





Ngobrol Yuk...

Atau..... Komentar di bawah?


SM

Cari artikel [Google]

Mungkin perlu...

Formula Bisnis

Grosir Peci Tanah Abang, Termurah terlengkap Online lagi

Live Traffic

Andakah di bawah ini?