Isi Pulsa dengan Handphone anda sendiri!!!
Powered by MaxBlogPress 

 

Cara Mendidik Anak Yang Baik

2

By Kastam in Religius on 06-06-2008 | view : 4,740 kali | share on facebook

Khutbah di mulai jam 12.00 waktu masjid Al-Aqidah. Dan seperti biasa dan merupakan rukun khutbah, dimana khotib wajib menyampaikan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah kita terima khususnya nikmat Iman dan Islam serta nikmat sehat wal afiat sehingga bisa hadir untuk menjalankan perintah Allah yaitu sholat Jum’at berjamah.

Juga tak lupa sholawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, yang telah menuntun kita sampai saat ini dan mudah-mudahan kita semua bisa menjadi pengikutnya sampai akhir hayat kita . Amin.

Topik yang di angkat adalah  Bagaiamana cara mendidik Anak di jaman sekarang ini. Topik ini agak di hubungkan dengan peristiwa monas bulan Juni dimana ada kekerasan dengan topik beragama dan khususnya masalah aqidah.

Adanya pengaruh terutama kebudayaan barat melalui berbagai media, baik televisi, koran, majalah dan internet bisa membuat kita sebagai orang tua (yang merasa udah jadi ortu lho yaa0, berjuang dan berusaha keras untuk mendidik anak jauh lebih susah dari pada masa kecil kita dahulu, dimana ortu kita jaman itu tidak atau belum ada pengaruh seburuk sekarang ini.

Dalam buku yang saya tidak bisa mendengar dengan jelas buku apa yang di maksud khotib, di sebut bahwa dalam mendidik anak perlu seorang figur yang akan di ikuti oleh seorang anak. Dan dalam islam jelas Rasulullah adalah uswatun hasanah yaitu contoh suri tauladan yang baik. Dalam konteks di rumah kita maka ada 4 wilayah atau objek yang akan di jadikan figur oleh seorang anak:

  1. Ibu-Bapak
  2. Lingkungan tempat tinggal
  3. Lingkungan tempat pendidikan
  4. Globalisasi dunia

Dalam mendidik anak ortu harus menjadai figur, maka siap-siaplah kita, bagaimana kita berperangai dan berperilaku sehari-hari di mata anak kita dan kita juga harus bisa menampilkan diri kita agar anak kita itu mencontoh kita, sehingga apa yang akan terjadi pada anak kita itu adalah cita-cita kita.

Dalam Al-qur’an ada figur sorang bapak yang baik dan harus di jadikan contoh bagaimana beliau menjadi figur untuk anaknya, beliau adalah Lukmanul Hakim, anda pasti udah kenal dengan nama itu.

Sebenarnya secara fisik, beliau tidak sebagus rata-rata penduduknya, beliau itu hitam, bibir tebal dan his\dung tidak mancung, namun  perilakunya hebat sekali, untuk itu anda yang yang tidak mempunyai fisik yang bagus bak artis nggak usah minf\der untuk dijadikan figur oleh anak anda, karena bukan tampang yang di cari tapi perilaku.

Bagaimana Lukman hakim mendidik anaknya?

  1. Selalu mendampingi anaknya dalam belajar, belajar apa saja. Dalam satu riwayat di contohkan, saat itu Lukman Hakim, sedang mengajari anaknya tentang kepribadian. Ada seekor keledai, kemudian di suruh anaknya untuk naik keledai itu sedang Lukman Hakim menuntun dengan memegang talinya dan berjalanlah keledai itu. Sampai pada kerumunan orang banyak ada yang bilang: ” Anak nggak tahu diri, masak orang tuannya yang udah tua di suruh berjalan sedang anaknya yang naik keledai, dasar nggak punya kasihan pada orang tua”. Mendengar itu Lukman bertanya pada anaknya dan akhirnya Lukman yang naik keledai dan anaknya yang menuntun keledai itu, setelah berjalan ketemu dengan sekelompok orang lagi dan berkata:” Wah orang tua nggak tahu diri, masak anaknya di suruh menuntun keledai itu , sementara orang tuanya enak-enakan duduk di atas keledai”. Lagi-lagi mendengar ucapan orang itu lalu Lukman hakim bertanya dan berdiskusi pada anaknya dan akhirnya di sepakati untuk naik berdua di atas keledai itu, anda pasti tahu dong keledai itu khan kecil dan setelah berjalan beberapa saat ketemu dengan orang lagi dan berkata: ” Wah bapak dan anak itu nggak punya rasa perikebinatangan, masak keledai sekecil itu harus di naiki oleh dua orang , nggak kasihan yaaa…”, Akhirnya pikir-punya pikir betul juga yaaa, dan agar kita punya rasa kebinatangan maka keledai itu di gotong oleh Lukman Hakim dan anaknya dan dalam keadaan itu bertemu lagi dengan orang dan berkata lagi: ” Sudah gila kali yaa keledai itu khan sehat segar bugar knapa di gotong”. Nah, tugas anda bagaimana kira-kira reaksi Lukman setelah itu……? Dari sini si Lukman akhirnya menjaleskan kepada anaknya, bahwa kita itu HARUS PUNYA PRINSIP, artinya apa yang harus kita pegang teguh itu harus benar-benar yakin dan jangan berubah-ubah oleh karena pengaruh orang lain.
  2. Prinsip dari Lukman hakim:
    • Jangan Syirik, jangan menyekutukan Allah SWT dengan apapun. Setiap kita di wajibkan untuk berdakwah, dahwak kepada siapa saja, sampaikan apa-apa yang kamu tahu walaupun hanya satu ayat.
    • Ajarkan untuk hormat kepada Ibu dan Bapak
    • Sholat lima waktu dan sunahnya
    • Berbuat amar mak’ruf nahi munkar, Setiap dakwah ada resikonya, aitu siap untuk dapat musibah.

Yaa…, itu aja yaaa, semoga kita semua yang udah jadai orang tua bisa mendidik anak kita dan memberikan kepastian tentang aqidah kepada anak kita agr itu menjadi prinsip yang tidak bisa di ombang-ambingkan, sebagaimana keadaan bangsa kita ini. Amin…

Popularity: 15%

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

cara mendidik anak yang baik (100), cara mendidik anak dengan baik (46), cara mendidik anak yang baik dan benar (17), cara mendidik anak yg baik (11), cara2 mendidik anak yg baik (4), bagaimana cara mendidik anak yang baik (4), cara yang baik mendidik anak (3), CARA MENDIDIK ANAK DENGA BAIK (2), cara mendidik anak dengan baik dan benar (2), mendidik anak dengan benar (2)

Mungkin anda juga tertarik dengan kata kunci Populer dari mesin pencari berikut?


tes buta warna (636), penyakit mata (502), cara mempercepat koneksi internet (392), anatomi mata (387), contoh surat perjanjian kerjasama (358), cara mempercepat akses internet (306), contoh surat perjanjian (304), surat perjanjian kerjasama (295), pterigium (169), tes buta warna online (161), anatomi mata (138), contoh proposal kerjasama (103), cara mendidik anak yang baik (100), contoh surat kerjasama (98), mempercepat akses internet (84), test buta warna (82), penyakit pada mata (80), mata manusia (76), proposal kerjasama (75), contoh surat permohonan kerjasama (71), hukum donders (60), mata merah (58), Pengertian Akomodasi (57), keratitis (53), software mempercepat koneksi internet (52), frame kacamata (50), cara mendidik anak dengan baik (46), kornea (45), wallpaper handphone (44), contoh surat perjanjian kerjasama bisnis (44), fungsi kacamata (43), anamnesa (43), contoh perjanjian kerjasama (42), surat perjanjian kerjasama usaha (42), contoh surat perjanjian bisnis (39), surat kerjasama bisnis (38), lensa kacamata (37), free wallpaper hp (36), alat tes buta warna (36), artikel alat optik (36), contoh surat proposal (35), contoh tes buta warna (34), contoh surat kerjasama usaha (34), contoh proposal kerjasama dengan perusahaan (34), contoh surat perjanjian kerja sama (33), pterigium adalah (33), test buta warna online (33), Harga 1 day acuvue moist (32), buku tes buta warna (31), obat tradisional katarak (31), contoh Proposal (29), contoh surat izin kerja (28), acuvue moist (27), hordeolum (27), proposal kerjasama perusahaan (26), FRAME KACAMATA TERBARU (26), BAGIAN KACAMATA (26), proposal kerja (26), lapisan kornea (26), free download wallpaper handphone (25), pengertian daya akomodasi (25), lensa kacamata (25), operasi lasik (24), buta warna tes (24), harga lensa kacamata (24), jual kacamata online (23), contoh surat kerjasama bisnis (23), proposal kerja sama (23), tes buta warna online gratis (23), astigmatisme (23), surat izin kerja (23), contoh surat permohonan kerjasama (23), gerak bola mata menurut hukum donders (23), handphone cina (22), ablatio retina (22), obat katarak tradisional (22), harga acuvue moist (22), lensa polarized (22), periksa mata (21), ablasio retina (21), akomodasi adalah (21), buku buta warna (20), surat ijin kerja (20), pinguekula (20), ulkus kornea (20), bagian bingkai kacamata (20), surat permohonan kerjasama (19), soal tes buta warna (18), softlens harian (18), lensa essilor (18), harga lensa essilor (18), jabatan fungsional pns (18), surat perjanjian bisnis (18), gerak bola mata menurut hukum donders (18), perjanjian kerjasama bisnis (17), contoh surat proposal kerjasama (17), alat optik (17), contoh perjanjian kerjasama usaha (17), cara mendidik anak yang baik dan benar (17), surat perjanjian (16)

Melihat tanpa kacamata

Tidak ingin ketinggalan artikel baru, .

Cara Mudah bantu saya. Kunjungi link di bawah.


2 Komentar pada “Cara Mendidik Anak Yang Baik”

kenapa otu sekarang suka memaksakan anakny untuk melakukan yg sebenarnya anak itu tidak suka.

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@ade,
pada umumnya orang tua dan hampir semua orang tua itu tidak ingin anaknya menderita, karena anak oleh orang tua masih dianggap belum bisa mengambil keputusan dan belum bisa memprediksi masa depan maka orang tua akan sekuat tenaga mengarahkannya. Celakanya si anak tidak sependapat dengan orang tua. kalau sejalan maka akan sukses bsesar, namun jika tidak sependapat akan hancur total kalau dipaksakan. jadi harus dibicarakan oleh semua pihak dengan masing – masing memberikan pendapatnya dan meyakinkan pendapat masing-masing. Sehingga akan dicapai titik temu.
Hal yang perlu diketahui anaka adalah orang tua ingin anaknya sukses. Hal yang perlu diketahui orang tua adalah, anak itu punya bakat tersendiri yang kadang tidak sama dengan bakat orang tuanya, sehingga orang tua harus mencari tahu apa bakat anaknya sehingga dalam pemilihan keputusan kedepan misalnya sekolah tidak salah. :)

Tanggapi Komentar ini

Katakan dengan tulisan... di sini

[+] kaskus emoticons nartzco



Semua tulisan yang ada dalam situs ini hanya sebagai informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya, kecuali tugas RO. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit, kecuali memang sama dengan saran dokter. Jika anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda. Semua pendapat komentar oleh selain saya, adalah tanggung jawab sang pemberi komentar. Sedang komentar saya bersifat informatif, tentang kebenaran informasi itu mohon di cross check lagi sebagai bahan second opinion. Selengkapnya di Disclaimer Optik Online dot Info

Switch to our mobile site