Share on Facebook
Post to Google Buzz
Bookmark this on Yahoo Bookmark
Bookmark this on Delicious
Bookmark this on Digg

Kacamata bifokal mungkin saat ini akan mulai ditinggalkan, ini karena adanya lensa progressive yang manjadikan si pemakai tampak lebih muda dan secara fungsinya bisa mengorekasi segala jarak, baik jauh, menengah ataupun dekat.

Namun ada sebagian orang yang karena berbagai faktor tidak bisa menggunakan lensa progressive, akhirnya harus tetap menggunakan kacamata yang bifokal.

Kacamata bifokal adalah lensa dari kacamata yang mempunyai dua fokus, yaitu untukmelihat jauh dan melihat dekat, ini biasa di pakai untuk orang tua yang sudah presbyopia dan biasanya mulai usia 40 tahun keatas.

Model kacamata atau lensa bisa bermacam-macam, ada yang belah dua atau di sebut excutive tapi model ini sudah tidak atau jarang di gunakan, meskipun kelebihannya daerah jauh dan bacanya sama luasnya namun secara kosmetik kurang bagus.

Model lain adalah Kryptok, yaitu bagian segmen baca berbentuk bulat dan cara pemasangannya di geser miring ke dalam untuk mendapatkan fokus bacanya.

Ada juga model FlatTop, di mana bagian segmen atasnya garis lurus dan bagian bawahnya bulat setengah lingkaran, sepertinya model bifokal jenis paling populer saat ini.

Jika ada seseorang yang merasa daerah bacanya kurang luas bisa juga pakai dengan yang wide segmen, di mana diameternya bisa 35 mm, dan yang standart adalah 28 mm untuk ST nya (Straight Topnya).

Bagaimana cara menentukan tinggi segmennya?

Secara teori tinggi segmen bifokal adalah vertikal di bagi dua dan di kurangi 2 mm, namun yang paling benar di sini adalah cara aktual, yaitu sebelum di pasang lensanya kacamata/framenya di pakaiin ke wajah pasien dan di tanya seberapa tinggi rendah pemakainnya, ini untuk menjaga jangan sampai lensa setelah jadi cara pakainya lebih dari normal atau lebih rendah dari normalnya.

Setelah di pakai dengan menggunakan penggaris ukurlah batas bawah frame sampai ke batas kelopak mata yang bawah, atau anda bisa menggunakan spidol untuk memberi titik pada daerah yang lurus dengan kelopak bawah itu dan ntar di ukur dengan penggaris setelah di lepas dari muka pasien tersebut.

Sehingga batas garis itu adalah batas agar saat melihat jauh pasien tidak terganggu garis segmennya atau saat baca pasien langsung dapat mengarahkan matanya ke daerah bacanya.

Maka, jika anda memakai lensa bifokal, seadng ada keluhan kalo baca, kacamata harus di angkat maka itu tandanya segmennya terlalu rendah, langkah pertama datang ke optik untuk di stel dengan meyempitkan nosepadnya atau kalo tidak juga bisa maka harus di ganti lensa agar nyaman.

Sebaliknya jika anda mengalami saat berjalan terganggu garis segmen, maka itu berarti segmen terlalu tinggi dan harus di stell dulu dengan menurunkan posisi kacamata, dan kalo tidak bisa maka harus di ganti lensa agar lebih nayaman.

Nah itu saja , semoga bisa bermanfaat…

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

kacamata biofokal (12)

Belum punya Paypal... Daftar/Klik logo bawah... Free

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

2 Responses to “Menentukan Tinggi Segmen Kacamata Bifokal”

  1. Secara umum untuk single nggak perlu Fitting Height, namun untuk lensa aspheric dan untuk lensa ukuran tinggi itu lebih baik di lakukan.

  2. supriyanto says:

    jika kacamata yang akan dibuat bukan untuk presbiopia, apakah perlu titikin spidol di kacamata? atau hanya perlu dilakukan pengukuran PD saja?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

[+] kaskus emoticons nartzco

Komentar ke FB

Digunakan untuk pertanyaan atau komentar bersifat umum, kalau per topik harus di ceritakan dulu topiknya atau koment di form koment per topik di atas