By Kastam in Lensa, Mata on 28-05-2008 | view : 1,242 kali |
Tags: apex, base, juling, Lensa, Phoria, prisma, Strabismus, TROPIA
Jenis lensa ini memang tidak begitu populer, artinya selama ini banyak orang kenal lensa itu yaaa minus plus dan cylinder. namun bagi sebagian kecil orang atau pasien juga sangat kenal dengan istilah ini.
Apa itu lensa Prisma?
Lensa Prisma adalah bentuk lensa di mana terdapat puncak/bagian yang tipis (apex) dan bagian yang tebal/dasar (base) yang dengan perbedaan bentuknya itu bisa memindahkan bayangan, dimana nilai 1 prisma itu berarti akan memindahkan bayangan sejauh 1 cm dari objek yang berjarak 1 meter.
Arah tebal atau Base itu secara umum ada 4 yaitu:
- BU (Base Up), tebal lensanya ada di atas
- BD (Base Down), tebal lensanya ada di bawah
- BI (Base In), tebal lensanya ada di dalam atau nasal/hidung
- BO (Base Out), tebal lensanya ada di luar/temporal/arah telinga
Untuk kondisi tertentu lensa Prisma tidak diresepkan seperti di atas, melainkan dengan arah derajat, 2 prisma 45 derajat, ini karena posisi phorianya tidak pada sumbu horizontal ataupun vertikal melainkan oblique.
Siapa yang harus pakai Prisma?
Lensa prisma di resepkan pada penderita phoria yaitu orang yang mengalami diplopia atau penglihatan double/ganda dengan kacamatanya baik normal maupun dengan ukuran myopia, hypermetropia dan astigmatnya, jadi prisma bisa diresepkan sekaligus. orang juling atau strabismus untuk yang phoria, tapi kalo udah tropia dan masih kecil juga bisa. Dan kalo julingnya berat serta masih usia anak baiknya di operasi aja, dengan menyeimbangkan otot-otot bola matanya.
Umumnya pemberian prisma melalui beberapa tes, yang mungkin kalo artikelnya dah siap akan saya posting juga, yaitu di bagi sama rata untuk kedua mata, karena umumnya diplopia itu karena dua mata yang melihat, atau jika pasien itu di tutup satu mata dia tidak diplopia atau double dengan base ayng sama untuk arah horizontal dan arah base yang berbeda kalau arah vertikal.
Demikian semoga bermanfaat
Popularity: 12%












pak kastam,,cr bikin blog yang seperti ini bgmn?ajarin via email yah,,,he2
Tanggapi Komentar ini
…(mudah2an gak bosen y mas). Terus terang materi prisma ophtalmik dr dulu sdh jd favorit sy, apalagi aplikasinya buat binocular vision. Trims, postingannya menarik mas! Tp ada satu hal yg perlu saya garis bawahi di sini(ceeille..agk serius nih). Soal judul “Lensa Prisma” menurut saya (maaf mas) kurang tepat gitu. Istilah prisma mohon dibedakan dengan definisi lensa, sebab syarat mutlak sebuah lensa ophtalmik adalah “dia” harus punya titik fokus; sedangkan prisma? Gambaran umum sebuah lensa ophthalmik adlh gabungan dari sejumlah prisma yang saling bertemu (apex vs apex– >concave lens atw base vs base–>convex lens)sedemikian rupa hingga terbentuk sebuah lensa yang mempunyai titik fokus. Di beberapa literatur yg sy baca mereka (penulis)cenderung menggunakan istilah ‘ophthalmic prism’atw ‘prism’ saja sbg penjelasannya. Klau padanan bhs qta mungkin jd ‘prisma opthalmik’ y,(kira2 gt mas). tq
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
March 10th, 2009 at 10:31 am
@anggoro,
Oh gitu yaaa, ini kayaknya juga salah kaprak kali yaaa, suka di sebut lensa yang ada prismanya… jadinya kayak lensa prisma…
Boleh saya revisi yaaa…
Tanggapi Komentar ini
saya ingin mengenal ttg PRISMA lebih jauh. Kapan artikelnya dilengkapi? terimakasih
Tanggapi Komentar ini