Dapatkan Voucher Diskon Lasik di SINI...
Powered by MaxBlogPress 

 

Apa itu PD dan MPD?

14

By Kastam in Kacamata, Lensa, Mata, RO on 29-04-2008 | view : 1,438 kali | share on facebook

Tags: , , ,

Sebagaimana permintaan saudari Aprilia di komentarnya, maka kali ini saya posting tentang PD dan MPD. Saya juga udah tanggapi pertanyaannya namun masih mau di posting yang panjang lebar.

Jadi baiklah kita mulai. Siapppp…?

Pupil distance

PD itu singkatan dari Pupilary Distance yaitu jarak antara pupil mata kanan dan mata kiri, tepatnya adalah jarak antara reflek yang di timbulkan oleh sinar yang disorotkan ke mata. Pupil atau reflek itu tidak selalu pas di tengah persis, coba anda praktekkan, silakan sorot mata anda dengan sinar dan lihat apa benar-benar di tengah?. Memang ada yang pas di tengah, tapi cenderung agak ke nasal.

Cara pengukurannya adalah dengan berbagai alat dari yang sederhana yaitu PD rule atau penggaris biasa sampai dengan yang digital, baik yang langsung ada di autorefractometer misalnya, atau dengan Pupilometer. Pupilometer Mengukurnya dengan melihat reflek sinar yang di ada di pupil mata. Ukuran PD dalam satuan milimeter (mm). Kalo dengan digital maka bisa dengan ketelitian 0.5 mm. Misal : 60 mm, 60.5 mm dan sebagainya. Untuk Orang dewasa umumnya PD berkisar antara 60 sampai 72 mm, namun yang kurang dan lebih dari itu juga ada.

MPD adalah singkatan dari Monoculer Pupil Distance, yaitu jarak pupil satu mata, artinya jarak yang di ukur dari reflek mata sampai dengan tengah atau puncak hidung. Kita bayangkan dengan kacamata yang umum yaa, di mana kacamata itu di buat simetris, lingkaran lensa ka-ki sama, bentuknya juga sama, sehingga ada jembatan yang mempunyai panjang kira-kira 15-21 mm, nah di tengah-tengahnya itulah batasannya, sehingga kalo di luruskan ke muka kita pas di tengah mancungnya hidung kita. pupil

Jadi saat pengukuran jika dengan pupilometer yang digital itu, sudah ada otomatis membagi monokulernya kanan dan kiri. Untuk minus rendah MPD masih bisa di abaikan, namun untuk minus tinggi dan khususnya lensa Progressive maka MPD wajib diperhatikan saat pasang lensa.

Apa pengaruh kalo PD dan MPD salah?

Ibarat orang yang memakai kacamata itu adalah kita sedang tes untuk mendapatkan SIM C, di mana ada rintangan jalan sempit, sehingga kita harus fokus lurus lewat jalan itum jika tidak kita akan merobohkan tiang pembatas, nah mata kita punya reflek tadi cerminan dari reflek di fovea retina kita, dimana fokus objek yang terjelas yang akan kita lihat, sehingga sinar yang telah dibiaskan oleh lensa kacamata kita harus benar-benar tepat, jika tidak maka mata kita seolah-olah ditarik mengikuti fokusnya lensa, kalo beda sedikit masih bisa toleransi, namun jika banyak maka akan bisa pusing dan sebagainya.

Ada yang namanya efek prisma, yaitu prisma yang ditimbulkan karena fokus lensa tidaksejajar dengan fokus mata kita, maka kita akan ditarik kedalam atau keluar tergantung efek prisma yang di timbulkan. Rumusnya prisma yang ditimbulkan adalah Δ=selisih DV dan PD /10 * Power Lensa Oh yaa, jarak pupil kita itu PD, tapi kalo dah di pasang di lensa bukan PD, melainkan DV (Distance Vitror). Misal, selisihnya adalah 4 mm lebih besar dari PD, Resep kacamatanya: -10.00 D, maka untuk kedua mata itu akan muncul efek prisma sebesar: 4*(10.00)/10 >>> : 4 Δ dan untuk masing-masing mata adalah 2 Δ Base In.

Karena fokus lensa ada di luar dari jalur pupil,kita maka pas lurusnya mata kita adalah bagian tebalnya lensa. Mungkin ini agak bingung. Gak papa asal gak pusing, untuk bahasan prisma di posting tersendiri aja yaaa, dah panjang.

Nah hal ini juga sama dengan MPD, hanya berlaku untuk satu mata. MPD itu tidak harus di bagi 2, misal PD: 64 maka MPD 32, mesti di ukur yang pas. Yang pasti kalo mau pas yaaa pakai pupilometer digital. MPD sangat berguna untuk lensa Progressive karena lensa itu punya koridor (kayak busway aja), di mana jika mata menggunakan di luar koridor progressive zonenya maka akan buram dan tidak enak, nah mesti diperhatikan. Ok, cukup dulu yaaa, tangannya dah capek. Semoga bermanfaat, ada yang mau menambahkan? di komentar aja yaaa. :)

PS: gambar dari: www.ophthalmixonline.com dan www.nlm.nih.gov dan www.eyeglassdirect.com

Popularity: 19%

Kata kunci sehingga sampai di artikel ini adalah:

cara mengukur jarak antar pupil (3), PD dan MPD (2), apa itu jarak antar pupil (1), apa yang dirasakan awal memakai kaca mata resep (1), cara ukur pupil distance (1), definisi MPD kacamata (1), jarak antar pupil (1), mengukur jarak antar pupil (1), vitror distance (1)

Mungkin anda juga tertarik dengan kata kunci Populer dari mesin pencari berikut?


tes buta warna (718), penyakit mata (566), cara mempercepat koneksi internet (457), anatomi mata (394), contoh surat perjanjian kerjasama (390), contoh surat perjanjian (350), cara mempercepat akses internet (343), surat perjanjian kerjasama (318), tes buta warna online (186), pterigium (180), anatomi mata (144), contoh proposal kerjasama (114), contoh surat kerjasama (113), cara mendidik anak yang baik (108), mempercepat akses internet (93), penyakit pada mata (92), test buta warna (91), proposal kerjasama (86), mata manusia (83), contoh surat permohonan kerjasama (80), mata merah (72), Pengertian Akomodasi (69), software mempercepat koneksi internet (60), hukum donders (60), wallpaper handphone (55), keratitis (54), anamnesa (53), kornea (52), frame kacamata (50), contoh surat perjanjian bisnis (48), cara mendidik anak dengan baik (48), fungsi kacamata (46), contoh perjanjian kerjasama (44), surat perjanjian kerjasama usaha (44), contoh surat perjanjian kerjasama bisnis (44), alat tes buta warna (41), contoh surat kerjasama usaha (41), surat kerjasama bisnis (41), lensa kacamata (39), obat tradisional katarak (38), contoh proposal kerjasama dengan perusahaan (37), contoh surat proposal (37), pterigium adalah (37), free wallpaper hp (36), contoh surat perjanjian kerja sama (36), artikel alat optik (36), contoh tes buta warna (35), buku tes buta warna (35), Harga 1 day acuvue moist (34), test buta warna online (33), contoh surat izin kerja (32), contoh Proposal (31), acuvue moist (30), FRAME KACAMATA TERBARU (30), lapisan kornea (30), proposal kerjasama perusahaan (29), contoh surat permohonan kerjasama (29), hordeolum (29), operasi lasik (28), pengertian daya akomodasi (28), tes buta warna online gratis (28), free download wallpaper handphone (27), buta warna tes (27), astigmatisme (27), proposal kerja (27), proposal kerja sama (26), lensa kacamata (26), BAGIAN KACAMATA (26), harga lensa kacamata (26), jual kacamata online (25), surat permohonan kerjasama (25), harga acuvue moist (25), lensa polarized (25), ablatio retina (24), contoh surat kerjasama bisnis (24), penggosokan lensa (24), handphone cina (23), buku buta warna (23), periksa mata (23), obat katarak tradisional (23), surat izin kerja (23), harga lensa essilor (23), ulkus kornea (23), jabatan fungsional pns (23), gerak bola mata menurut hukum donders (23), surat ijin kerja (22), ablasio retina (22), akomodasi adalah (22), softlens harian (21), surat perjanjian bisnis (21), pinguekula (20), contoh perjanjian kerjasama usaha (20), bagian bingkai kacamata (20), jual kacamata (20), cara mendidik anak yang baik dan benar (20), optik online (19), lensa essilor (19), contoh surat proposal kerjasama (19), test warna (18), soal tes buta warna (18)

Tidak ingin ketinggalan artikel baru, .

Cara Mudah bantu saya. Kunjungi link di bawah.


14 Komentar pada “Apa itu PD dan MPD?”

Mas Kastam yang buaekk…

Makasih untuk penjelasan panjang lebar nya..dan ternyata memang panjaang dan lebarrr… :)

semoga ini juga bermanfaat bagi yang lain nya…

many thanks for this, much appreciate ;)

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

Sama-sama mbak Aprilia.
Masih ada yang lain :P

Tanggapi Komentar ini

mas,saya baru mulai coass stase mata,tapi sya masih bingung dengan cara mengukur PD.Saya mau nanya berapa jarak antara sinar yang kita sorotkan dengan mata pasien saat kita mau mengukur PD?lalu yang diukur itu sebenarnya jarak sinar yang jatuh atau jarak pupil?kalau mengukur jarak kedua pupil,tanpa sinar lampu senter pun berarti bisa?
kemudian saya dengar, selain dengan sinar lampu senter,ada cara lain mengukur PD yaitu dengan mengukur jarak lateral salah satu kornea dengan medial mata lainnya,apa itu benar?

terimakasih sebelumnya,,dan mohon jawabannya segera..

Tanggapi Komentar ini

@ Ucha: Jawabannya saya buat artikel baru aja yaaa, boleh dilihat di Cara mengukur PD.
Terima kasih

Tanggapi Komentar ini

Mas Kastam yang baik dan selalu bersemangat,,terimakasih banyak atas jawabannya yang cukup memuaskan (kalo sudah memuaskan nanti saya tidak akan mencari ilmu lainnya lagi..hehe). Sekarang saya sudah ada bayangan dan Insy. akan Pede kalau diminta dokter mengukur PD pasien. Penjelasaanya yang jelas ditambah keterangan gambar sangat membantu,,sekali lagi terimakasih dan jangan bosan ya kalau besok2 saya bertanya lagi..
Wassalam

Tanggapi Komentar ini

@ M’ Ucha:
Sama-sama,
Semoga anda bisa mempraktekkan dengan sangat memuaskan pula.
Silakan kalo bisa di jawab yaaaa… di jawab.
:)

Tanggapi Komentar ini

saya memiliki min R/L 4.00 cyl R/L 1.00/0.25.yang ingin saya tanyakan tentang apa pengertian tentang DV,PD&MPD?
saya kmarin sminggu yang lalu sudah cek up mata ternyata ukurannya tidak berubah,,,tapi setelah saya samakan dengan resep yang tahun lalu hanya beda
di DVnya,dengan resep dktr thn lalu(65+2) dan kmrn dgn dktr yang berbeda DV(71)…stelah di optik maka ditulis PD 71(dgn resep yang baru).

apakah tidak berpengaruh??,
ada efeknya jika saya ganti2 di kedua kacamata itu??

mohon penjelasannya…

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@aris,
Sebenarnya pertanyaannya udah di bahas di atas.
Ok lah…,
DV adalah jarak fokus di lensa, dan seharusnya SAMA dengan jarak fokus mata kita (PD).
Mungkin satu dan lain hal maka kacamata lama itu dibuat (tidak sengaja) DVnya tidak sesuai, alhasil menjadi lebih besar 71.
Apa efeknya….
ada di bahsan di atas… untuk yang sensitif bisa jadi pusing dan kurang jelas.
Yang pasti arah sinar yang melalui lensa akan membuat fokus yang tidak segaris dengan fokus mata kita.

Sebaiknya di samakan dengan yang benernya…, namun dalam hal kenyamanan, misal anda sudah biasa menggunakan kacamata dengan DV yang salah dan kalau mau dibuat benar, kadang perlu adaptasi dulu, jadinya tidak enak dulu, itu karena saking sudah terbiasanya kondisi mata di buat salah.

Tanggapi Komentar ini

saya juga pernah merasakan apa yang dirasakan oleh pak aris,,,dimana saya ingin mengganti kacamata saya dengan yang baru dimana ukurannya jg tetap berikut axisnya namun pada PDnya berubah lebih beda 3mm dr yang lama,stelah jadi awal2 nyaman namun mata saya seperti tidak biasa seperti ditarik trutama mata kiri sangat merasakan sakit dan menjadi tidak focus.butuh adaptasi yang lama…berarti ukuran mata itu sangat kompleks ya pak kastam blm lagi dimana pemeriksaan yang subjektif??

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@agus,
Anda benar, tapi memang bagi sebagian orang yang tidak sensitif itu juga bisa di adaptasi dengan tidak masalah. Nah, nagi yang sensitif maka jangan ebrhari-hari… begitu dipakai saja juga sudah tidak enak.

Untuk sebagai praktisi sebaiknya berikan kacamata pesanan konsumen jika semua sudah di cek dengan benar sesuai order.

Tanggapi Komentar ini

kalo seperti itu kasusnya bgaimana??apakah pasien harus ditunggu adaptasi dl??khan blm tentu minus itu bertambah???hanya butuh penyesuaian

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@yuri optical,
Kalau memang dengan di periksa lensa yang terpasang tidak sesuai dengan order maka sebaiknya segera di ganti yang benar.

Nah, kalau semua sudah benar ternyata ada keluhan maka mulai dari awal yaitu periksa lagi dan cek segala yang menyertai pasien itu , misal kacamata lama, riwayat kesehatannya.

Tanggapi Komentar ini

Kastam Reply:

@Kastam,
Nih saya mau test plugin emoticon dari kaskus:
:lapar :alay :tkp :nerd :jrb: :ngacir2 :cendol

Caranya klik tanda + yang ada di bawah tombol submit di bawah, terus klik gambar yang anda suka atau ingin ditampilkan

theng-theng dah nongol dah

Tanggapi Komentar ini

Katakan dengan tulisan... di sini

[+] kaskus emoticons nartzco



Semua tulisan yang ada dalam situs ini hanya sebagai informasi semata dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasehat, pemeriksaan, diagnosis dan pengobatan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga profesional medis lainnya, kecuali tugas RO. Semua informasi mengenai obat-obatan, terapi alternatif, suplemen makanan, dan lain-lain hendaknya tidak digunakan untuk mencegah atau mengobati penyakit, kecuali memang sama dengan saran dokter. Jika anda mempunyai masalah medis atau butuh nasehat medis, kami sarankan untuk berkonsultasi dengan dokter anda. Semua pendapat komentar oleh selain saya, adalah tanggung jawab sang pemberi komentar. Sedang komentar saya bersifat informatif, tentang kebenaran informasi itu mohon di cross check lagi sebagai bahan second opinion. Selengkapnya di Disclaimer Optik Online dot Info

Switch to our mobile site