By Kastam in Kacamata, Lensa on 04-04-2008 | view : 1,527 kali |
Tags: axis, cylinder, Lensa, Minus, Plus, prisma, spheris, sumbu
Lensa kacamata yang anda semua pakai tentu punya ukuran, meskipun kadang juga normal, nah normal itu juga ukuran, sebagaimana ada yang minus, plus cylinder bahkan prisma.
Kali ini saya akan sampaikan apa saja sih golongan lensa kacamata menurut ukurannya.
- Spheris (Sph) dengan simbol S
- Cylinder (Cyl) dengan simbol C
- Prisma , dengan berbagai Base dengan simbol segitiga
Sekarang kita tengok, satu-persatu.
Lensa Spheris adalah lensa dimana semua meridiannya mempunyai kekuatan yang sama. Lensa itu jika di ukur dengan alat ukur kekuatan lensa yaitu lensometer, maka mau di tengah, di tengah agak pinggir, di pinggir maka akan ditunjukan dengan nilai ukuran yang sama, misal S-1.00 D, S+1.00D dsb.
Lensa Cylinder adalah lensa mempunyai kekuatan yang berbeda pada meridian yang saling tegak lurus. Jadi misal (lihat gambar di atas) pada 0 searah 180 itu kekuatannya -1.00D maka pada garis 90 kekuatannya tidak -1.00D, yaa bisa berapa saja.
Nah selisih dari kekuatan yang saling tegak lurus itu adalah nilai cylindernya.
Contoh:
Pada 0 = -1.00 D
Pada 90 = -2.50 D >>>> maka Cylindernya adalah C-1.50D
Karena cylinder mengenal daerah meredian yang berhubungan dengan derajat, maka lensa cylider itu mempunyai axis atau sumbu, dimana sumbu atau axis lensa cylinder itu terletak pada meredian yang mempunyai kekuatan (secara aljabar) TERBESAR, maksudnya -1.00 itu lebih BESAR dari pada -4.00, sehingga jika pada meridian 0 = -1.00 dan pada meridian 90 = -4.00, maka ukuran lensa itu adalah: S-1.00 C-3.00 x 0.
Bagaimana menentukan Resep seperti itu? ( untuk cyl -)
Spheris : Aljabar terbesar ( -1.00)
Cylinder : Selisih antara aljabar besar dengan kecil dengan tanda -
Axis : Terletak pada aljabar besar ( x=0)
Kadang mungkin anda menjumpai resep dengan tanda cyl +, maka sebenarnya itu hanya penulisan saja, dan hal itu juga bisa di lakukan untuk resep diatas menjadi S-4.00 C+3.00×90, caranya dengan transposisi dengan aturan sebagai berikut:
S = Jumlahkan secara aljabar antara S dan Cyl ( jadi se tanda-tandanya di jumlahkan (-1.00+(-3.00)))
C = Ubah aja tandanya dari – ke + , atau sebaliknya
X = Tegak lurus dari axis sebelumya ( + atau – dengan 90) , gampang khan?
Nah, penentuan ini akan beda jika menggunakan lensometer, ntar di bahas yaaa, dan juga untuk prismanya di bahas satu posting tersendiri aja.
Semoga bermanfaat…
Popularity: 17%











wah kita blajar transposisi nie
=)
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
April 5th, 2008 at 3:43 pm
Yaa mas emin, biar gak lupa, tapi kalo dah pakai lenso digital yaaa, tinggal klik dah transposisi sendiri.
Tanggapi Komentar ini
mas, yang lensa prisma belum dibahas lho…
Tanggapi Komentar ini
udah kok lihat http://optikonline.info/2008/05/28/lensa-prisma.html
Tanggapi Komentar ini
Saya punya beberapa pertanyaan.
1. Berapa harga lensa HI SUPERSIN minus 10 kiri dan kanan?
2. Untuk minus segitu, apa ada lensa yang terlihat tipis selain dari kaca? Karena, penjual kacamata, nyaranin saya jangan pake lensa dari plastik karena akan terliat sangat tebal.
3. Apa sih lensa crystal? Bagus mana dari lensa dari kaca atau plastik? Kemaren, saya sempat liat kalo lensa crystal lebih enteng.
4. Makasi ya?
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
March 14th, 2009 at 3:25 pm
@Papylon,
Untuk harga saya kurang tahu persis. Maksud supersin itu merk rodenstock atau hanya yang penting MC (multicoat- bening).
Mau yang tipis pokoknya cari lensa glass dengan index paling tinggi. Ada yang 1.7 atau lebihnya lagi index 1.8
Memang lensa glass lebih tipis di banding plastik.
Lensa crystal, belum pernah dengar kalau crizal pernah dengar, namun maksudnya adalah lapisannya crizal dari essilor.
Makasih juga telah berkunjung…
Tanggapi Komentar ini