Worth Four Dot Test
26 March 2008 | 7 Komentar
Dear RO,
Worth Four Dot Test atau Worth 4 Dot test atau Worth dot test atau singkatnya WFDT, sebagaimana yang di tanyakan Mas Emin dari Makasar seperti dalam commentnya, minta di singgung masalah itu jadi aku posting aja.
Yang sekarang aku pakai untuk proses pemeriksaan subyektif di i Care Lasik memang sekarang seperti ini.
Test ini di gunakan untuk mengetahui binokularitas mata kita, adakah mata yang dominan, adakah mata yang supresi atau adakah penglihatan diplopia. Dominan di sini beda dengan dominan yang pemeriksaanya dengan lubang kecil yang di taruh didepan kita atau bisa menggunakan tangan kita.
Test ini di lakukan langsung dua mata dan melihat objek yang sama pada waktu yang sama dan spontan. Saya katakan spontan karena kalau ada mata yang di paksakan salah satu maka hasilnya juga akan berbeda-beda.
Derajat tertinggi dari binokularitas adalah stereopsis, yaitu 3 dimensi dari persepsi kedalaman yang mungkin bisa di buat oleh fusi otak kita terhadap suatu objek.
Jika sesorang punya 2 mata yang berfungsi namun tidak punya stereopsis maka kemungkinan akan mengalami sebagai berikut:
- Penglihatannya ganda
- atau menghindari penglihatan ganda dengan men-supresi mata yang satu
- atau bisa di gabung atau fusi namun tidak stereopsis.
Pertama kita ketahui dulu alat atau objek yang akan kita gunakan untuk test itu. Pada alat sekarang ( phoroptor) sudah tersedia, dimana untuk di pasien di pasang kacamata Merah/Red di kanan dan Hijau/Green di kiri. Objek pada layar adalah bulatan berwarna kira-kira sebesar 1 cm, tersusun seperti diamond. Satu di atas warna merah, 2 di kiri kanan warna hijau dan 1 di bawah lurus dengan merah tadi, warnanya putih.
Atau kalo anda tidak ada alat phoroptor, sehingga harus pakai kacamata maka kira-kira posisi kacamatanya dan lensa seperti gambar ini.
Prosedurnya adalah sebagai berikut:
Setelah di koreksi dengan lampu biasa, namun jika kurang kontras lampu ruangan bisa di matikan, mata di buka semua dan objek yang di lihat seperti gambar di atas. 
Mata Kiri potensial melihat seperti di samping, karena warna merah di filter oleh kacamata warna hijau.

Mata kanan akan melihat seperti di samping ini, karena warna hijau di filter oleh kacamata pada mata kanan berwarna merah.
Tanyakan pada pasien misalnya: Berapa bulatan atau sinar yang bisa di lihat, Warna merah berapa, warna hijau berapa atau mungkin ada warna lain dan berapa. Maka kemungkinan yang akan di lihat pasien adalah:
Kondisi ini mata pasien adalah Orthophoria (Binokularitas mata terbentuk normal).
Jika terlihat 2 merah maka mata kanan dominan, jika terlihat 3 hijau maka mata kiri yang dominan, namun jika di bagian bawah kadang merah kadang hijau maka dominan mata bergantian.
Jika terlihat seperti ini yaitu 2 sinar merah maka mata kiri di supresi /di lemahkan. sebaliknya jika terlihat 3 warna sinar hijau maka mata kanan yang di supresi.
Jika terlihat seperti gambar ini, yaitu 2 merah dan 3 hijau maka pasien mempunyai penglihatan double atau supresi alternan yang cepat.
Untuk menentukan yang mana, tanyakan ke pasien jika di lihat dalam waktu yang bersamaan maka diplopia, tapi jika warna hijau menghilang ketika merah kelihatan itu berarti alternan.
Nah jika terlihat 5 warna semua itu berarti ada diplopia atau penglihatan ganda, nah sekarang kita harus menetukan apa jenis diplopianya.
Dengan asumsi lensa warna merah di pasang di mata kanan, jika menunjukan demikian yaitu warna merah berada di sebelah kanan warna hijau maka pasien ESO (phoria atau tropia).
Sebaliknya jika warna merah di sebelah kiri dari hijau maka pasien itu EXO (phoria atau tropia).
Jika di tunjukkan seperti gambar di samping yaitu 2 merah dia atas 3 hijau maka pasien Hyper deviasi kiri.
Sebaliknya jika warna merah ada di bawah warna hijau maka pasien Hyper deviasi kanan.
Segitu aja yaaaa, saya juga jadi bingung nulisnya di paraktekkan aja, ntar juga bisa. Karena kadang jawaban pasien juga berubah, karena ini juga di pengaruhi supresi, yaaa pekerjaan kuat-kuatan otot . Apaaaaan tuh.
Semoga berguna yaaaaaa…, Thnaks to mas Emin di Makasar ata requestnya. Ada yang lain?…
Popularity: 19%
Komentar/Saran/Kritik
7 Komentar pada artikel “Worth Four Dot Test”
Ada yang ingin anda sampaikan?




thankz
thankz
banget……………………
i realy-realy apriciate that….
btw
JEC ada kerjasama ga` ma CEC (celebes eye center)
soalnya kemungkinan dalam waktu dekat saya akan bergabung dengan CEC…
=)
Terima kasih mas Emin,
Untuk Jec dan Cec, wah aku tidak tahu.
Tapi kalo aku ketemu ama anak jec biar aku tanyakan. InsyaAllah.
Terima kasih banyak… jadi lebih ngerti gimana tes ini dilakukan, soalnya sekarang sedang menjalani senior clerkship di bagian mata.
Sama-sama M’ Nia.
senior clerkship di bagian mata, apaan tuh…?
Mas emin ini nama aslinya BASO MUHAEMIN bukan?? kakak kelas saya diLeprindo ?saya angkatan 27, jauh amat ya sekarang di Makassar?? setau saya CEC ga ada hubungan ama JEC, sama juga kaya Bandung Eye Center (BEC), coba aja liat websitenya JEC kalo ga percaya..CEC juga ada lho di Jawa….CIREBON EYE CENTER, nah lho..singkatannya sama…
selamat siang rekan - rekan, sekedar pencerahan saja, kalau di Jawa Barat tepatnya kota Cirebon ( Cirebon eye Center ) kami tidak menggunankan singakatan CEC, tapi kami menyingkatnya dengan CiEC. hal tersebut untuk menghindari kesamaan baik dengan Celebes Eye Center.
Terima kasih atas perhatiannya.
Salam.
Selamat Siang Dokter.
Wah senang saya ada kunjungan dari Dokter Kusdiono Sp.M. walaupun hanya mengoreksi Cirebon Eye Center (CiEC).
Semoga lain kali bisa berkunjung dan memberikan pencerahan yang lebih banyak.