By optik in Kacamata on 26-12-2007 | view : 903 kali |
Tags: Kacamata, progressive, pusing, stell
Seperti yang sudah saya bahas di sini, sini dan sana maka selanjutnya sesi 4
Biasanya membuat kacamata tidak langsung jadi, beda dengan kita membeli sepatu: coba, bayar, pulang. Kalau kacamata baru dengan resep, pilih frame, lensa di proses, namun untuk lensa single vision dan ukuran tertentu pada optik tertentu sudah ada stocknya sehingga bisa langsung di potong ke bingkainya dan hanya menunggu sekitar 15 – 30 menit. Saat kacamata baru diserahkan tentu perlu di cek semua, namun hal ini juga bisa saja tidak langsung enak dan bahkan bisa berakibat pusing. Mengapa begitu…?
Saat pemilihan frame memang ada banyak pertimbangan, namun kadang karena saking sukanya maka faktor teknis yang nanti akan jadi urusan Refraksionis Optisiennya di abaikan, misal frame terlau kecil sehingga sempit dan jepit. Saat pertama di pakai terasa enak pas, tapi begitu di pakai beberapa jam maka kepala terasa pusing karena terjepit oleh kacamata, di sini sangat di perlukan tindakan lanjutan yaitu penyetelan. Penyetelan bisa meminimalisir kesalahan – kesalahan kecil seperti ukuran yang over atau under untuk ukuran tinggi bisa di stel dengan mendekatkan atau mejauhkan jarak kacamata dari matanya, tentunya perlu teknik penyetelan yang bagus untuk bisa menjalankan prosedur itu.
Pemakai kacamata progressive bisa pusing bahkan sampai muntah, jika posisi tidak tepat, misal Pupil Vertikal ( PV) tidak persis di pupil kita tapi terlalu tinggi, maka saat melihat jauh akan terkena daerah bacanya dan daerah zone progessive mediumnya yang kan sangat tidak enak. Nah disini penyetelan sangat di perlukan. Bagaimana teknik menyetel yang baik?…. tunggu posting yang akan datang insyaAllah.
Popularity: 10%











setelah membaca kesemuanya dari pusing 1-4, jadi ikut ikutan berpusing pusing
=)
jadi pertanyaan, gini….
“skalian curhat”
visus dasar
ODS. 4/60
dgn KM lama R/L – 3.00
visus ODS. 20/100
nah setelah di koreksi
dapat ODS. – 6.00
visusnya menjadi ODS. 20/20
nah…
selisih disini 3 D mas..
saya trial selama 15 menit, klo pasiennya fokus kaya` nonton atw baca nyaman… nah pas di pakai jalan dan clingak clinguk sekitar jadi puyeng…
ya udah aQ kasih full aja ukuran kacamatanya….. tapi setelah nyampe di dokter, ukurannya dikurangin jadi sparuhnya R/L -4.50….
mang klo kaya` gini, tindakan yang paling tepat gimana mas…
=)
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
March 27th, 2009 at 12:56 pm
@emin,
Mesti di trial untuk orang dengan perubahan Rx yang banyak.
Cari ternyaman, apalagi untuk orang dewasa dan udah lama memakai RX yang lama itu tentu adaptasi sangat sulit. Kalau anak kecil boleh langsung full koreksi.
Nanti bertahap… sampai ke ukuran sebenarnya…
Tanggapi Komentar ini
Saya dah baca 1-4,
- saya punya pasien,dia buat KM baru,ukurannya sama dengan yg lama,model frame sama&jg sizenya
- saya melakukan penitikan u/PD&saya sesuaikan dgn PD KM t’nyata sama dengan penitikan saya tapi kurang katas&jenis lensa yg d pakai sama dgn yg lama
- saya telah melakukan penyetela sebelum pemasangan lensa k frame
- yg beda,titik fokusnya saya naikan 3mm karena klu KM d naikan k atas baru dia merasa jelas
Setelah lensa d potong&d pasang k KM yg baru t’nyata psien merasakan pusing. Pertama saya menganggap itu cuma penyesuaian tapi sudah 1ming dia pakai,t’nyata pasien masih merasakan pusing…
Yg mau saya tanyakan,apa penyebab semua itu..?
mohon bantuannya y mas..
trim’s
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
March 31st, 2009 at 1:19 pm
@refi,
Dari batam yaa…
Memang secara total kesemuannya jika sama mestinya ok aja. Ternyata tidak.
Model Frame sama itu apa typenya sama persis, kalau yaaa maka apakah ada perbedaan panthoscopicnya….
Jenis lensa sama, bisa jadi kwalitas lensa hasilnya tidak sama, apakah lensanya design spheris atau Aspheric…
Memang banyak faktor sih.. apalagi kalau tidak melihat sendiri yaaa ada kesulitan… karena semua udah sama kok bisa pusing….
jadi… bisa jadi kwalitas lensa beda.. (itu penggosokan) coba cek dengan lensometer, pastikan ukurannya tepat termasuk kwalitasnya, bisa jadi framenya yang meskipun secara data merk, type sama bisa jadi ada perbedaan misal panthoscopicnya…
Ada yang lain.. mau nambahin…
Tanggapi Komentar ini
saya dari Riau mas…
oke deh,thank y mas…
saya coba cek sudut pantaskopiknya dulumoga dgn cara itu pasien saya tidak merasa pusing lagi…
jenis lensa saya ksh HI kaca&ukurannya pas bgt…
Moga tmn yg lain ada yg nambah komen y…
Trim’s
Tanggapi Komentar ini
Kastam Reply:
March 31st, 2009 at 6:00 pm
@refi,
termasuk juga VDnya… itu juga sangat berpengaruh jika ukurannya lumayan tinggi.
Satu lagi front framenya gimana lurus atau melengkung…
Tanggapi Komentar ini
membaca artikel soal pusing, silindris menjadi melihat diri sendiri sbg orang yang baru memakai kacamata. sewaktu di perriksa oleh dokter, saya bingung menjelaskan keluhan saya. tapi setelah banyak membaca artikel disini,..akhirnya aya mengerti bagaimana seharusnya pasien membantu dokter atau ro mengetahui permasalahan kita. thanks
Tanggapi Komentar ini